
Mentari sudah tidak lagi menunjukkan cahayanya bergantikan sinar rembulan tapi Anjani masih berada di jalan,
ini semua ulah Bagas yang dari tadi mengajaknya mutar-muter di dalam mall gak jelas, katanya mau cari baju dan sepatu tapi sampai dua jam memilih tak ada satupun yang di belinya membuat Anjani yang menunggu semakin kesal saja.
"kamu kenapa Jani?
cemberut aja dari tadi" tanya Bagas memecah keheningan karena sedari masuk mobil tadi Anjani sama sekali tidak berbicara padahal biasanya ia akan cerewet sekali,
"gak apa-apa mas,mungkin capek aja dari tadi muter-muter kakiku sampai mau copot rasanya tapi mas Bagas malah gak beli apa-apa"
"oh jadi dari tadi kamu diam karena itu,
aku itu cuma mau lihat -lihat fashion terkini tapi kayaknya gak ada yang aku suka makanya aku gak beli apa-apa hehe maaf ya udah buat kamu capek" dengan nyengir kuda ia mengelus kepala Anjani,
Anjani sempat terdiam sebentar lalu mencoba untuk sebiasa mungkin karena ini pertama kalinya ia sangat dekat dengan laki -laki apalagi sampai mengelus kepalanya,
Anjani tidak pernah pacaran ia hanya fokus pada pelajaran dan membantu ibunya berjualan, sebenarnya banyak yang menyukai Anjani karena memang pada dasarnya Anjani cantik alami dan lemah lembut dalam bertutur kata membuat lawan jenis tertarik padanya.
Anjani dan Bagas tiba di rumah ketika semua penghuni rumah sudah pulang membuatnya semakin tidak enak saja,ia masuk mengikuti Bagas dari belakang
"mah aku pulang" Bagas berucap dengan santai dan gaya tengilnya
"jam berapa kamu ini baru pulang Gas?
pergi dari siang sampai jam segini baru pulang kemana aja pakai bawa-bawa Anjani lagi kan kasian bi siti jadi masak dan menyiapkan makan malam sendiri" ujar bi Rina dengan menatap tajam putranya
sedangkan pak Wahyu hanya diam saja tanpa ekspresi,
"aku kan udah ijin sama mamah mau bawa Jani nonoton bioskop,pas filmnya udah selesai aku laper jadi aku makan dulu
abis itu aku muter-muter mall mau beli baju sama sepatu makanya Sampai malam mah hehe" jawab Bagas tanpa rasa bersalah sedikitpun di mukanya
dia tidak melihat saja bagaimana muka Anjani yang sedang ketakutan di belakangnya.
"kamu beli baju dan sepatu?
__ADS_1
mana? gak ada yang di bawa tuh" cecar bu Rina melihat kami datang dengan tangan kosong
"iya karena aku gak ada yang sukamah makanya gak jadi beli" ucapnya lagi dengan entengnya
"eiits mamah jangan marahin Jani ya soalnya aku yang maksa dia terus tadi padahal dia Udah minta pulang terus tapi emang aku yang pengen muter-muter tadi,jadi jangan marahin Jani oke"
"siapa yang mau marahin Jani,mama cuma khawatir kamu gak pulang-pulang dari tadi siang di telpon juga gak aktif,kamu kan baru pulang lagi sebaiknya istirahat dulu ini mah udah keluyuran aja"
"oke oke mah ini aku mau istirahat" ia langsung ngeloyor begitu aja meninggalkan Jani yang sedari tadi hanya diam.
bu Rina melihat Anjani yang diam saja heran
"kamu kenapa Jani?"
"ah anu bu saya minta maaf sudah pulang kemalaman" ucapnya dengan wajah masih menunduk
" gak papa,lagian emang itu si Bagasnya aja yang ngajak kamu muter-muter gak jelas,
udah sana kamu istirahat" titah bu Rina kepada Anjani
Anjani pun berputar dan kebelakang menuju paviliun,
dengan gerakan refleks ada sebuah tangan yang menangkapnya
"aku nabrak apa ya? kok kaya keras-keras empuk gitu" ucap Anjani dalam hatinya karena ia menutup matanya saat terjatuh tadi
tapi kok nyaman hehe
"ehemm" deheman itu menyadarkan Anjani dan segera membuka matanya
keduanya saling tatap lama
"ganteng banget ya Allah" kata Anjani dalam hati
"mata yang indah...cantik" ujar pria itu
__ADS_1
ya tangan yang tadi menangkapnya adalah tangan seorang pria
"eh maaf mas tadi saya tidak sengaja menabrak mas" ujar Anjani meminta maaf
pria di depannya hanya diam sambil memindai penampilan Anjani dari atas sampai bawah, satu kata yang terlintas di pikirannya "cantik"
"ya tidak apa-apa,lain kali hati-hati jangan ceroboh jadi orang" ucapnya datar lalu meninggalkan Anjani sendirian,
setelah berhasil menetralkan jantungya ia pun menuju paviliun belakang,
dia mengetuk pintu kamar bi siti
tok tok tok
" bi..bi Siti "
tak lama pintu terbuka dan keluar bi siti dengan wajah bantalnya karena memang ia sudah hendak tidur
"kamu sudah pulang Jan? bibi sampai khawatir tadi kamu gak pulang-pulang" ucap bi Siti khawatir
"udah bi, ceritanya panjang"
"eh bi tadi aku gak sengaja nabrak laki-laki ganteng pas mau kebelakang,
sepertinya habis dari sini, kira-kira siapa ya bi?" tanya Anjani penasaran
bi Siti hanya tersenyum mendengar Anjani bertanya
"kenapa bibi senyum-senyum aku malah nanya?"
"gaka apa-apa hehe,
itu yang kamu tabrak den Bagus kakaknya den Bagas,dia baru pulang dari luar negri
sudah lama sekali tidak pernah pulang,
__ADS_1
dia habis dari sini nemuin bibi dan yang lainnya,kangen katanya,den Bagus memang sperti itu, selalu ingat sama kami" jelas bi siti
Anjani langsung diam,dia harus sadar diri bahwa ia dan Bagus bak langit dan bumi, perbedaannya sangat jauh,dia harus mengubur dalam-dalam persaanya yang bahkan baru mulai bersemi.