
Selepas kejadian itu Bagus jadi terlihat murung,Putri tidak di ijinkan di bawa pulang oleh papahnya alasannya karena Putri cucunya dan merasa rumah lebih hidup berkat kehadiran cucunya itu,Bagus pun tak sampai hati jika memaksakan anaknya untuk pulang bersamanya.
Ya semenjak Bagus menikah dan Bagas sibuk dengan segala usahanya rumah itu terasa sepi dan tidak ada kehidupan di dalamnya,
hampa, itu yang di rasakan pak Wahyu belakangan ini dan itu juga yag membuat dia enggan melepas cucunya itu pulang kerumah Bagus,kalau mau biar Bagus yang tinggal di rumahnya biar rumah jadi lebih ramai lagi, Bagas jika di telpon untuk pulang ada saja alasannya anak itu, yang dari ini lah,itu lah dan masih banyak lagi.
Dan pada akhirnya Bagus yang mengalah karena dia tidak bisa jauh dari putrinya jadi dia ikut tinggal bersama putrinya di kediaman orang tuanya namun sesekali masih pulang kerumahnya yang lama jika sedang rindu dengan istrinya Anjani.
Pagi ini semua orang di sibukkan oleh Devi yang muntah -muntah sedari tadi,
"Hoek....Hoek.." bu Rina dengan setia mendampingi menantunya itu di depan wastafel, memijat belakang lehernya dan memberikan aroma terapi agar mualnya segara hilang.
"Kamu sudah coba tes pack nak?" tanya bu Rina melihat menantunya muntah terus menerus, mendapatkan pertanyaan itu seperti angin segar untuk Devi
"Mamah betul,aku sudah telat seminggu lebih mah" dengan mata yang berbinar Devi berlari menuju meja kecil di samping tempat tidurnya mengambil sesuatu dari dalam laci tersebut, setelah berhasil di dapatkan Devi beranjak menuju kamar mandi,
bu Rina yang melihat tingkah menantunya itu hanya tersenyum saja smabil menggelengkan kepalanya.
Setelah beberapa saat Devi keluar dengan wajah menunduk, membuat bu Rina maju dan memeluknya
"gak apa-apa sayang nanti kita coba lagi ya" mengelus dan menepuk bahu menantunya itu mencoba menguatkan agar menantunya tidak putus asa,sat hal yang tak pernah ia lakukan terhadap almarhumah Anjani menantu pertamanya.
__ADS_1
"hiks..hiks.hiks..."
"Mamah aku akan jadi ibu mah" ucap Devi kemudian di tengah tangisannya membuat bu Rina mengendurkan pelukannya dan menatap wajah menantunya itu,
"maksud kamu Dev?" mengerutkan keningnya seakan bingung bu Rina menatap wajah Devi
Devi mengangguk dan tersenyum sembari memberikan hasil tes pek nya kepada ibu mertuanya,
Melihat dua garis tercetak di tes pack bu Rina menangis bahagia,
"Kamu hamil sayang...mamah mau punya cucu"
kembali memeluk Devi dengan erat membuatnya kesusahan untuk bernafas
"Maaf sayang..mamah sangat bahagia akan menjadi oma" kemudian berjongkok dan memegang perut Devi yang masih rata
"Maafin oma y sayang tadi meluknya kekencangan ya, terimakasih y sayang kamu sudah hadir dan kamu akan jadi cucu oma satu-satunya yang paling oma sayang"
"Tapi kan ada Putri anak mas Bagus dengan Anjani mah,dia juga cucu mamah" ucap Devi yang kemudian mendapat senyuman dari mertuanya
"Putri itu anak pembantu,ya walaupun dia anak Bagus juga tapi oma akan lebih sayang pada cucu oma yang ini tentunya karena dia terlahir dari gadis berkelas seperti sayang" sambil mengelus perut Devi dan mencium pipi menantunya.
__ADS_1
Mendapat respon yang seperti itu membuat Devi tersenyum puas,
"Rasakan kamu Anjani, sudah matipun kamu tak pernah di sukai oleh mertuamu bahkan dia membenci putrimu, ini balasanmu karena sudah merebut mas Bagus dariku heh"
Devi tersenyum smirk memeluk ibu mertuanya.
Di meja makan kini sudah duduk semua penghuni rumah termasuk Bagus dan Devi karena semalam Bagus tidur bersama putrinya di kamar Putri tentunya yang sudah di persiapkan khusus oleh pak Wahyu untuk cucu tercintanya.
"Tadi kenapa sih mah papah dengar ribut-ribut dari kamar Devi?" melirik istrinya yang sedang mengolesi roti untuk dirinya, mendapat pertanyaan itu membuat bu Rina tersenyum. Memberikan piring yang sudah berisi roti yang sudah di olesi selai kacang kesukaan suaminya bu Rina
"Sekarang rumah kita akan ramai pah karena akan kehadiran seorang cucu" ucapan bu Rina di tanggapi dengan tawa renyah suaminya
"hahaha mamah ini bagaimana, kan sudah sebulan lebih Putri cucu kita tinggal di sini dan itu membuat papah semakin bersemangat untuk hidup kenapa baru bilang sekarang akan kehadiran cucu,mamah ini ada-ada saja" ucap pria lima puluh tahun lebih itu,
"enggak pak ini cucu kita yang lain"
ucapan Istrinya membuat pak Wahyu dan Bagus yang sedang memangku anaknya ikut bingung....
jeng..jeng...jeng.. semakin tegang nih...
tungguin terus kelanjutan ya..
__ADS_1
dukung terus Karyaku dengan like,vote dan gift seikhlase ya kamyu semua.
salam sejahtera untuk kalian semua 🤗🤗