
POV ANJANI
Hari ini aku Anjani akhirnya menikah dengan mas Bagus,dirumah baru yang aku dan mas Bagus melakukan hal tidak terpuji itu.
Ibu dan adikku Satya sudah datang kemarin di jemput oleh orang suruhan mas Bagus,
aku mematut diriku di depan cermin,
mengenakan kebaya putih dan rambut di sanggul khas pengantin Jawa membuat aura kecantikanku terpancar meski tengah berbadan dua,
di bantu ibuku keluar aku berjalan menuju pelaminan tempat dimana mas Bagus suamiku berada,
ya kini diriku sudah sah menjadi istri dari Bagus Sahputra,
sepuluh menit yang lalu ijab Kabul telah di ucapkan lantang oleh mas Bagus dengan adikku sebagai wali karena ayahku sudah meninggal dan tidak mempunyai saudara yang lainnya.
Duduk berhadapan dengan mas Bagus di pelaminan membuat jantungku deg-degan,
kusalami dan kucium punggung tangannya lalu mas Bagus membungkukan sedikit badanya dan mencium keningku lalu mengusap kepalaku dan mengucap doa,
ah bahagia rasanya dunia ini
"assalamualaikum istriku" ucapnya setelah itu
kujawab dengan bahagia "waalaikumsalam suamiku"
ya kini mas Bagus suamiku, rasanya masih tak percaya tapi ini nyata,
aku duduk di pelaminan dengan mas Bagus kekasih hatiku,
walaupun cara kami salah, tapi apa boleh buat nasi kini sudah menjadi bubur,
tinggal jalani kedepannya lebih baik lagi
Kini beranjak ke acara sungkeman,
kupeluk dan kusalami ibu dan adiku
"selamat ya nak kamu sekarang sudah menjadi istri,patuhlah terhadap suamimu" pesannya untukku,dan wejangan - wejangan lainya,adiku hanya memelukku tanpa berkata-kata
lalu giliran mas Bagus menyalami mereka
__ADS_1
"jaga anakku Anjani nak Bagus,
dia anak yang baik dan berbakti kepada orang tuanya,kini ia telah menjadi istrimu maka ia akan berbakti kepadamu,
percayalah itu" pesan ibu itu di sampaikan untuk suamiku dan mas Bagus menjawab dengan anggukan kepala,
oh ibu kenapa ucapanmu membuatku menangis,
kini adikku memegang pundak mas Bagus,
di usianya yang kini baru beranjak dewasa dia sudah harus menjadi tulang punggung keluarga
"mba Anjani orang yang polos mas, tolong jangan bodohi dia, bimbing dia menjadi istri yang baik untukmu, raihlah surga bersamanya" tutur adikku sepertinya dia marah dengan cara kami yang sperti ini,
ya kami tak membohongi ibu dan juga adikku bahwa aku sudah hamil dan akan segera menikah,tapi aku tidak bercerita tentang sikap mertuaku bu Rina yang tidak menyukaiku.
kini kami beranjak ke kedua orang tua suamiku sedikit gemetar tapi tetap harus kulakukan,
kusalami tangan pak Wahyu dan diterima dengan senyuman di bibirnya, beberapa pesan pun ia sampaikan kepadaku dan juga mas Bagus beranjak ke bu Rina mertua perempuanku,
dari wajahnya seperti di paksakan tapi tetap kusalami dan dia menyambut uluran salamku,
tak mengatakan apa pun dan langsung melepaskan tanganku,
Mas bagus lalu membawaku duduk kedepan untuk melakukan ritual adat jawa,
semua rangkaian sudah dilewati dan kini tamu mulai naik pelaminan untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai,tak banyak yang di undang hanya kerabat dekat saja karena pernikahan kami pun diadakan secara dadakan hingga pukul lima sore pesta selesai di adakan,
tamu-tamu sudah pada pulang bahkan kedua mertuaku sudah pulang dari tadi,
tinggal ibu dan adikku dan suamiku yang tengah mengobrol sambil duduk diruang tamu,
aku menghampiri mereka dengan membawa minuman dan cemilan untuk menemani kami mengobrol,
silahkan Diminum mas,bu dan adikku yang paling ganteng sambil menowel hidungnya yang lebih mancung dariku, Satya sepertinya masih kurang suka dengan mas Bagus terlihat dari cara bicaranya yang kurang ramah kepada suamiku
"aku dan ibu akan pulang malam ini mba" satya menatapku dengan mata sedikit berembun,
kutatap matanya itu, entah apa yang dirasakannya hanya dia yang tau,
Satya orang yang pandai menyembunyikan perasaannya,
__ADS_1
"kenapa buru-buru Sat,bu?" jawabku tak rela jika mereka akan pulang
"besok lusa aku ada ujian,jadi aku harus mempersiapkan semuanya,aku ingin lulus dengan nilai memuaskan agar bisa masuk perguruan tinggi negeri" ucapnya tegas dan aku bangga padanya,
keinginannya untuk belajar tak pernah di ragukan lagi,
Satya anak yang pandai dari kecil bahkan lebih pandai dia dari pada aku,
"tapi mba gak usah khawatirkan masalah biaya kami lagi, penghasilan warung sudah lebih dari cukup untuk kehidupan sehari-hari dan aku akan kuliah nyambi kerja jadi tidak akan membebani ibu mba"
oh adikku sungguh dewasa,
aku memeluknya tapi tak lama ada yang menarikku,
mas Bagus menariku kenapa pikirku,
Satya adikku jadi harusnya tak masalahkan jika aku memeluknya,
"jangan peluk lama-lama nanti dede bayinya sesak" ucapnya cemberut membuat kami semua tertawa
ada-ada saja tingkahnya,
"aku tau kamu cemburu mas,
tapi mba Anjani itu kakakku jadi aku bebas meluk dia kapan saja" dengan jain Satya kembali memelukku dan langsung di pelototi oleh mas bagus,
ah rupanya Satya sudah mulai mencair hatinya melihat mas Bagus yang begitu mencintaiku.
Akhirnya ibu dan Satya pulang dengan menggunakan travel yang disewa mas Bagus,
setelah mengantar ibu dan adikku aku kembali masuk kedalam rumah dan di sambut suamiku dengan tatapan anehnya,
sambil tersenyum -senyum ia menaik turunkan alisnya,
pertanda apakah itu???
dukung terus Karyaku ya 😊
dengan bantu like and vote,
terimakasih 🤗🤗🤗
__ADS_1
salam sejahtera untuk kalian semua.