Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Menikmati hari bersama


__ADS_3

Bagus membawa Anjani ke restoran mewah di kota itu, memesan rung vip agar membuat Anjani nyaman,


benar kata orang ketika kita sedang di mabuk cinta serasa dunia milik berdua,


begitupun yang di rasakan Anjani dan Bagus,


sedari kedatangannya menjadi pusat perhatian untuk itu Bagus memesan ruang vip untuk Anjani.


menarik kursi untuk duduk Anjani, semua makanan yang di hidangkan adalah makanan istimewa untuk gadis pujaannya,di tambah lilin hingga membuat kesan lebih romantis.


" silahkan tuan,nona" ucap pramusaji undur diri


"ya terimakasih" Bagus memberi kode untuk segera keluar


"ayo sayang kamu mau makan yang mana?"


sedangkan yang di tanya malah bingung karena banyaknya makanan yang terhidang,

__ADS_1


melihat kekasihnya hanya diam membuat Bagus bertanya -tanya


"kamu kenapa sayang? gak suka ya sama makanannya? biar aku ganti ya sama yang baru, aku gak tau makanan kesukaan kamu makanya aku pesan ini semua khusus untuk kamu" ucap Bagus khawatir Anjani tak menyukai hidangannya


"gak kok mas, aku gak pernah pilih makanan,aku masih bisa makan aja bersyukur tapi kali ini aku bingung makanannya banyak banget,aku bingung mau makan yang mana hehe" Anjani nyengir kuda memberi jawaban


"hahaha aku pikir kamu kenapa,


gak apa sayang kamu makan aja apa yang kamu mau, kalau gak habis ya sudah tidak apa-apa"


" tentu boleh sayang, malah kalau mau kamu bisa memesan apapun untuk di bawa pulang" senyum mengembang dari pria itu tidak pernah pudar menggambarkan kebahagiaan yang sedang dii rasakan.


"oh gak usah mas aku ini aja cukup ko, lagian maksud aku membungkus makanan untuk nanti di bagikan untuk orang yang kurang beruntung mas bukan untuk aku bawa pulang"


"dirumah juga semua kebutuhan aku udah di penuhi bu Rina kok mas jadi aku gak gak kekurangan apapun" Anjani berujar dengan sambil memegang tangan Bagus,


Bagus pun menyambut tangan Anjani dengan senang hati

__ADS_1


"baiknya pacarku ini masih saja memikirkan orang lain di saat semua orang hanya memikirkan diri mereka sendiri,baiklah terserah kamu saja aku ikut apa kata kamu sayang,


sudah sekarang kita makan dulu oke" Bagus mulai menyedokan nasi dan lauk yang di inginkan Anjani, sebenarnya Anjani menolak untuk di layani Bagus tapi kekasihnya itu memaksa ingin melayani Anjani sebagai tanda kasih sayangnya katanya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00,


setelah mereka membagikan nasi bungkus untuk pengemis dan pedagang asongan Anjani selalu mengajarkan berbagai untuk sesam lalu mereka singgah di masjid terdekat untuk melakukan kewajiban sebagai hamba Allah,


satu poin plus lagi untuk Anjani di mata Bagus, sudah cantik, tutur katanya lembut pandai memasak dan rajin beribadah pula sungguh melengkapi kriteria istri idaman sekali, semua kriteria dimiliki Anjani hanya saja nasibnya yang kurang beruntung menjadi pembantu yang sering kali di anggap rendahan oleh orang-orang.


Hari ini terasa sangan indah dirasakan oleh dua sejoli yang sedang dimabuk asmara,


senyum mereka tak pernah pudar mengiringi hari mereka,


kini mereka sudah berada di dalam mobil perjalanan pulang,tak lupa Bagus membawa beberapa paper bag belanjaan bajunya karena ia tadi meminta ijin untuk belanja kebutuhannya.


sebenarnya Bagus ingin berterus terang kepada orang tuanya tentang hubungannya dengan Anjani, karena ia berniat untuk menjalin hubungan yang serius dengan Anjani tapi sayang kekasih hatinya belum mengizinkannya dengan alasan takut tidak direstui, biarlah kini ia jalani saja dulu sesuai keinginan Anjani asalkan itu bisa membuat Anjani nyaman dan bahagia berada di sisinya.

__ADS_1


__ADS_2