
MARKAS BESAR DARA PUTIH
Di Sini, di rumah mungil nan teduh ini semua anggota Dara Putih berkumpul, istilah lainnya markas besar Dara Putih.
Markas besar kok kecil sekali ya??
Jangan salah, itu hanya tampilan luarnya saja tapi di dalamnya tersembunyi ruangan luas nan nyaman untuk orang tinggal di dalamnya.
Dira sengaja membangun tempat itu kecil dari luar agar tidak mengundang kecurigaan penduduk sekitar, ya walaupun penduduknya masih jarang-jarang, antar tetangga saja jaraknya lebih dari 100 meter,maklum lah tempat seperti ini adalah tempat untuk orang-orang yang bosan dengan suasana kota yang padat, macet dan penuh polusi dimana-mana.
Tangga menuju ruangan bawah tanah di buat minimalis,ini ide Ema yang tidak suka terlalu ramai dengan furnitur atau barang lainnya.
Ini tempat mereka ngumpul-ngumpul,ini juga ide salah satu anggota Dara Putih. Dira hanya mendesain dan merealisasikannya saja, dan Dira pun suka dengan nuansa hangatnya,lebih membuat keintiman untuk seluruh anggotanya.
Ini tempat meeting atau presentasi semua anggota mengenai hasil kinerjanya. Bisa Juga di jadikan tempat nobar jika sedang boring atau ada acara-acara tertentu di keanggotaannya.
Sedangkan untuk latihan dan yang lainya di lakukan di alam terbuka, sambil menikmati hembusan nafas alam yang menyejukkan dan nyanyian alam yang merdu, berharap menumbuhkan rasa ketenangan dan jiwa yang kuat.
Dira memasuki rumah kita, sebutan untuk markas besarnya itu agar tidak mencolok, karena sebutan markas biasanya banyak di artikan dengan hal-hal negatif, dan sekalian juga agar semua anggota merasa mempunyai rumah untuk pulang ke rumah kita.
Semua sudah siap di aula besar. Aura kepemimpinan Dira muncul seketika ketika memasuki aula itu. Lampu putih menyoroti layar di depannya, terpampang gambar dengan wajah orang-orang yang tengah berbahagia di pesta kemarin, siapa lagi kalau bukan keluarga si Hamzah beserta keluarganya,tak luput juga sang papah sendiri, Bagus.
__ADS_1
"Em" ujar Dira tanpa melirik Ema, seakan mengerti Ema langsung saja menjelaskan maksud dan tujuannya datang kesini, yaitu kehancuran Hamzah. Dia adalah ketua the Don, Mafia yang termasuk kejam dan menghalalkan segala cara untuk tujuannya termasuk menghabisi nyawa dan membuat orang lain rugi sekalipun di tidak peduli, yang terpenting adalah tujuanya tercapai. Itu yang Dira tidak suka dari mafia hitam dan Dira akan memberantasnya.
Ema menjelaskan dengan detail strategi dan target yang di tuju, tugas masing-masing dan apa yang harus di persiapkan nanti, semua sudah di atur sedemikian rupa.
Semua anggota Dara Putih mengerti dan mengangguk setuju. Setelah selesai Dira berdiri dan menepuk tangannya
"Prok..prok..prok"
Perhatian untuk semuanya, setelah ini kita akan adakan bakti sosial di panti asuhan terdekat dan malamnya baru kita akan menyusun sesuai rencana masing-masing,oke" ujar Dira lantang, bak pimpinan yang tegas dan di segani anggotanya.
"Mbak Dira kita gak ada makan-makan dulu?" ujar salah satu anggota sambil mengangkat tangannya
Dira menatapnya tajam, tatapan elang seorang pemimpin dunia bawah tanah memang beda, harus mampu menembus mata lawannya hingga menghunus jantunguya. Anggota tari langsung menurunkan tangannya dan menundukkan kepalanya
"Heh.. anggota baru?" Tanya Dira menatap Rania dan di jawab dengan anggukan kepala
"Coba angkat kepalamu?" perintah Dira, si anggota tadi memberanikan diri mengangkat kepalanya sedikit melirik wajah Dira lalu segera menunduk lagi.
"Ck..kau yakin bisa menjadi anggota Dara Putih? Baru di tatap seperti itu saja sudah melempem" Dira berdecih sambil memainkan bulpen di tangannya.
"Kau bisa apa hem?" tanya Dira lagi, tapi si anggota baru hanya diam saja. Melihat itu membuat Dira menjadi geram di buatnya
"Dasar Lemah" ucap Dira lantang di depan semua anggota Dara Putih, membuat si anggota baru mendongakan kepalanya dengan wajah merahnya
"Saya tidak lemah" jawabnya lantang dengan tatapan bengisnya dia segera menerjang Dira yang entah sejak kapan sudah berada di hadapannya.
perkelahian tak bisa terelakkan antara Dira dan anggota baru itu. Baku hantam terjadi begitu sengit. Si anggota baru dengan brutal melawan Dira namun dengan cekatan Dira menepis semua serangan.
Tak ada yang berani memisahkan mereka, itu sudah biasa Dira lakukan jika ada anggota baru itung-itung latihan katanya waktu itu. Hingga hampir tiga puluh menit duel itu belum juga usai.
Merasa cukup melatih otot-ototnya Dira membekuk anggota baru itu dengan mudah,
__ADS_1
"Cukup. Kontrol lagi emosimu girl" ujar Dira megacak rambutnya.
si anggota baru hendak memberikan perlawanan lagi tapi di hentikan oleh Ema
"Cukup. Kamu tidak tahu siapa mbak Dira?" tanya Ema tajam
"Dia lady, pimpinan kita. Jadi jangan coba-coba melawannya atau...
"Em..." cegah Dira melihat Ema sudah tersulut emosi.
Dira mendekati anggota baru itu dan memegang bahunya lembut
"Kamu harus bisa mengontrol emosimu, jangan mudah meledak -ledak seperti itu karena itu tidak baik. Saya tahu masa lalumu jadi kamu akan di didik terus agar bisa mengontrol emosi,oke" Ujar Dira
" Dan maaf untuk tadi, saya hanya mau mencoba seberapa tangguhnya anggota muda kita. Dan ya,kamu lumayan tangguh untuk pemula sampai membuat saya hampir kualahan menahan segala emosimu. Tempatkan emosimu dengan baik, itu di butuhkan sewaktu-waktu jika terdesak " ujar Dira lagi lalu memeluk anggota baru itu.
" Oke.. karena tadi tenagaku terkuras lumayan banyak jadi kita makan-makan sekarang. Ran, siapkan semuanya" titah Dira kemudian dia melangkah ke ruang santai di ikuti oleh anggota lainnya yang bersorak gembira bisa makan bersama Dira, sang Lady kebanggaan mereka semua.
"Maafkan saya mbak Dira" ujar Anggota baru itu
" Ya tidak apa-apa. Belajarlah lebih giat lagi oke" ujar Dira hangat.
" bisa saya latihan dengan mba Dira?" tanya si anggota baru lagi
" Tentu, besok kita latihan sama-sama " jawab Dira yang kemudian di jawab dengan anggukan sumringah dari anggota baru.
Makanan sudah di siapkan di atas karpet besar di ruang santai, semua anggota menikmati makanan yang di bawa Dira tadi.
Dira begitu bersyukur memiliki mereka yang sudah di anggapnya keluarga sendiri, begitupun mereka yang bersyukur ada Dira, berkatnya Semua perempuan tertindas bisa bangkit dan berubah menjadi perempuan mandiri dan tangguh.
#Dira
__ADS_1
#MamaMay