
Jika engkau tak mampu menghadapinya sendiri,
Tengoklah,
Lihatlah orang-orang di sekelilingmu,
Dan sadarlah bahwa kamu masih memiliki keluarga,
Meskipun tak sedarah,
Serta teman-teman yang akan membuatmu tersenyum, Tertawa dan diam-diam menyemangatimu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Anda masih disini pak Bagus?" Tanya Ema melihat kedua orang itu sepertinya tidak ada tanda-tanda hendak pergi.
"Jangan lancang kamu ya. Kamu ini cuma bawahan saja belagu sekali layaknya seorang bos besar" ujar bu Rina merasa tersinggung dengan pertanyaan Ema yang seakan ingin mengusirnya dari ruangan cucunya.
"Saya hanya bertanya bu
"Alah...kamu itu, sudah mending diem aja gak usah banyak bicara, gak penting " ujar bu Rina memotong cepat ucapan Ema
" Mah" ujar Bagas lantang yang tak terima jika sang ibu selalu merendahkan orang lain, tak pernah berubah pikirnya.
"Maafkan mamah nak, abisan dia itu ikut-ikutan saja jadi orang" rajuk bu Rina dengan wajah memelasnya, berharap agar Bagas membelanya, tapi sayangnya sang ibu tak mengenali watak anaknya.
__ADS_1
"Justru harusnya mamah yang diam, mamah tidak berhak berbicara di sini karena ini tempatnya CEO baru, bukan tempat dia lagi' ujar Bagas menunjuk wajah kakaknya, Bagus.
"Iya mamah tahu nak, CEO barunya kan Putri, cucu mamah" ujarnya bangga, seakan dia lupa dengan segala yang dia lakukan pada cucunya itu.
"Cucu?" tanya Bagas mengangkat satu alisnya heran,
"Sejak kapan dia menjadi cucu mamah? Lagian namanya bukan Putri lagi sekarang, tapi Dira. Dira kami yang sangat kami sayangi, Bukan Putri, putri yang kalian bahkan tak anggap keberadaannya heh" ujar Bagas gemas melihat dua orang itu seperti merasa tidak bersalah.
"Putri yang tak di anggap Ck...miris sekali nasibnya" ujarnya lagi sambil berkacak pinggang.
"Jangan sok tahu jadi orang, Dia tetap Putri, anakku dan Anjani" jawab Bagus tak mau di salahkan
"Jangan karena kau tak berhasil mendapatkan Istriku Anjani lantas kau bisa dengan mudah menghasut dan mencuci pikiran dia, ingat dalam darahnya mengalir darahku" lanjutnya lagi merasa bangga dengan dirinya berdiri dengan gagahnya di samping mamahnya
"Cukupppp" teriak Dira lantang menggema seisi ruangan itu membuat semua terdiam seketika.
"Eeh cucu oma sayang" ujar bu Rina dengan sumringah lalu hendak mendekati Dira,
"Berhenti" Langkah bu Rina seketika terhenti mendengar ultimatum dari Dira dengan tatapan dinginnya. Auranya sang Lady Dara Putih seketika keluar menatap kedua orang yang tak tahu malu di depannya.
Dira berdiri dan mendekati bu Rina yang terlihat senang ketika Dira mendekatinya, namun sayang seribu sayang bu Rina sekali lagi lupa dengan semua sikapnya selama ini pada Putri alias Dira.
"Apa mau kalian?" Tanya Dira to the poin dengan wibawa seorang pemimpin.
"Apa maksudmu nak, oma hanya rindu padamu" jawab bu Rina mendekat tapi tak jadi melangkah melihat kode tangan dira yang mengisyaratkan tak mau di dekati.
__ADS_1
"Kenapa Putri, kamu enggak kangen sama nenek" Tanyanya tanpa rasa bersalah di wajahnya, membuat Dira semakin muak dengan drama ini.
"Putri sudah mati. Saya Dira, CEO baru di sini. Ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya Dira dan memilih tak menjawab pertanyaan bu Rina.
"Putri, kenapa kamu jadi gini nak. Ini kami keluarga mu, saya papahmu dan dia omamu" jawab Bagus melihat Putrinya seperti tak mau mengenali dia dan ibunya lagi.
Bagus mendekati ibunya dan memeluk ibunya yang sedikit mengeluarkan air mata, seperti sedih sekali
"Lihatlah nak, oma bersedih karena kamu tak lagi mengenalinya" lanjutnya lagi sambil memasang wajah melasnya.
"Jangan bahas kesedihan dengan saya pak Bagus, tentu saya lebih berpengalaman dengan kesedihan dan anda tentu tahu alasan kesedihanku. Jadi berhentilah menampilkan drama di depanku" jawaban Dira menohok hati Bagus, tapi sayangnya hatinya sudah di butakan oleh dunianya. Hendak membantah pernyataan anaknya namun tak jadi karena lagi-lagi kalah cepat dengan anaknya
" Jadi katakan saja apa tujuanmu dan ibumu, selagi mampu akan saya kabulkan" jawab Dira membuat binar mata bu Rina menggantikan air matanya tadi, jelas-jelas memuakkan hati.
"Papah bangga sekali sama kamu nak, kamu sudah sukses bahkan melebihi papah sekarang. Papah gak minta apa-apa hanya.....
Bagus menjeda ucapannya
Kira-kira apa ya permintaan Bagus pada Dira??
Dan apakah dira mampu untuk mengabulkannya setelah semua Apa yang terjadi.
kita tunggu kelanjutannya ya...
ikuti terus Dira dan kawal dia untuk melawan kedzaliman keluarganya.
__ADS_1