Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
23.flashback


__ADS_3

POV BAGUS


Hari itu aku berdebat hebat dengan mamah,


mamah terus memintaku untuk menikahi devi juga jika aku ingin mendapatkan restu menikahi Anjani kekasihku,


tapi itu tak mungkin,aku tak mau menyakiti hati Anjani,


akhir pekan biasanya aku habiskan dengan Anjani tapi tidak kali ini,aku berpikir keras apa yang harus aku lakukan,


sebenarnya untukku sebagai laki-laki tentu tak masalah jika menikah tanpa restu wali ataupun yang lain lainnya tapi Anjani menolak,


kekasih ku ingin menikah dengan restu orang tua, tanpa restu kehidupan rumah tangga kita tidak akan berkah katanya itu sebabnya aku selalu berusaha mendapatkan restu mamahku,


soal papah tak ada masalah,


beliau memberikan restunya kepadaku entah dengan siapa aku akan menikah asal aku bahagia dan bisa bertanggung jawab kepada pasanganku,sayangnya walaupun mamah sama seperti Anjani yang bukan dari kalangan berada tapi mamah tetap dengan pendiriannya yang mengatakan"Anjani tak selevel dengan kita" padahal saat papah menikahi mamah dia juga orang biasa,


entah kemana hatinya aku bingung,


selalu itu alasannya hingga membuat aku hampir frustasi,


tiba-tiba sekelebat ide bodoh muncul di pikiranku,


"bagaimana jika Anjani mengandung anakku,


pasti mamah akan merestui hubunganku dengan Anjani kan" entah setan apa yang merasukiku tapi aku suka dengan ide itu,


dan kurasa hanya itu satu-satunya jalan untuk mendapatkan restu dari mamah.


Aku menulis surat untuk anjaniku,


kutitipkan lewat Bagas adikku untuk memberikannya kepada Anjani, semoga berjalan sesuai rencanaku.


Aku menuliskan alamat rumah,

__ADS_1


ya rumah itu ku persiapkan untuk Anjaniku,


setelah menikah nanti aku dan Anjani aka tinggal di sini dan membangun keluarga kecil kami di rumah ini,


aaah indahnya... bahkan baru membayangkannya saja sudah sangat indah,ku tersenyum-senyum sendiri.


Hari sudah siang,aku menunggu Anjani diteras rumah minimalis yang ku beli dari hasil keringatku sendiri,


bekerja di pemerintahan dengan jabatan yang lumayan membuat aku mampu mengumpulkan pundi-pundi rupiah,


sebagian kebutuhanku sudah terpenuhi oleh orangtuaku,aku sudah menolak tapi mereka memaksa dengan dalih " kumpulkan saja uangmu,di tabung biar kebutuhanmu kami penuhi,nanti setelah menikah baru kamu memenuhi kebutuhanmu dan keluargamu sendiri" dan aku menurut saja toh mereka juga berlebih dalam hal ekonomi.


Satu jam menunggu hingga ada ojek online berhenti didepan pagar rumah,di belakangnya gadisku duduk manis dan melihat ke arahku.


Aku berdiri dan menghampirinya dengan senyum menghiasi bibirku, Anjani pun menyambut dengan senyuman termanisnya yang mampu membuatku jatuh cinta sejatuh-jatuhnya, seluruh jiwa dan raga ini hanya untuknya, oh gadisku Anjani.


Kubawa dia masuk kedalam rumah ini dan kududukan di ruang tamu, kutarik tangannya agar lebih mendekat dengan ku,


lalu Anjani bertanya "rumah siapa ini mas?"


kejelaskan semuanya dari awak hingga akhir dan dia percaya saja,


hingga tiba di rencanaku ku utarakan


"aku akan menghamilimu sayang ...


ucapan ku terputus ketika Anjani memotong


"apa kamu bilang mas?"


sepertinya anjani tidak percaya dengan apa yang ku ucapkan, takut Anjaniku salah paham akhirnya ku jelaskan semuanya,


awalnya dia menolak takut aku tak bertanggung jawab tapi aku yakinkan padanya aku pasti bertanggung jawab,


ini hanya satu-satunya caraku agar mendapatkan restu dari mamah,

__ADS_1


dan setelah semua kujelaskan Anjani menatapku dengan dengan ragu ia menganggukan kepalanya,


ah aku tak percaya Anjaniku menyetujui rencanaku,


kubawanya kedalam pelukanku,


kupeluk erat tubuhnya dan membawa Anjaniku kekamar kami,ya ini akan menjadi kamar kami setelah menikah.


Kukecup pucuk kepalany,lalu keninnya turun kehidung dan kedua matanya,lalu bibirnya singkat,


sepertinya aku ini yang pertama untuknya,


senyumku semakin mengembang betapa bahagianya diriku mendapatkan gadis seperti Anjani yang belum terjamah oleh siapa pun,


tanganku membuka satu persatu baju kami hingga tanpa sadar sudah dalam keadaan tanpa busana satupun menempel di tubuh kami,


(skip ya adegannya 😁😁😁)


setelah selesai ku berdoa semoga segera hadir buah percintaan kami,


kukecup seluruh wajah Anjani dan berterima kasih, Anjaniku tak berkata apapun hanya menganggukkan kepalanya,


siang itu tidurku sangat nyenyak, seperti tak ada beban,sambil mendekap tubuh anjani yang madih tanpa busana,kami terlelap setelah percintaan kami yang kedua,


ya tak lama setelah desahanku,


ku mengulang lagi percintaan kami,


Anjaniku sungguh membuatku candu.


note: maaf ya bab 23' y lari kesini


yang kemarin kena suspen,


makanya adegan'y aku skip aja biar aman hehe 🤭

__ADS_1


salam sejahtera untuk kalian semua 🤗


__ADS_2