
Dinginnya malam menusuk hingga ke tulang belulang,
kebanyakan setiap insan akan tertidur pulas di pembaringannya yang empuk dan hangat di bawah selimut tebalnya,
namun tidak dengan Bagus,
setelah memastikan anaknya tertidur dia meminta Satya untuk menjaganya,
sedangkan dirinya kini berada di bed ekstra yang ia minta kepada pihak rumah sakit,
sebenarnya ia ingin sekali bisa seranjang dengan istrinya namun memikirkan kesehatan dan kenyamanan istrinya ia memilih bed ekstra yang di letakkan di samping bed istrinya agar ia atau siapapun bisa beristirahat sambil menjaga Anjaninya.
Memperhatikan wajah istrinya perasaannya jadi berkecamuk,
sungguh cintanya kepada istrinya tak di ragukan lagi tapi ia tak bisa berterus terang tentang pernikahannya dengan Devi,
takut menyakiti hati dan perasaan istrinya,
tapi jika terus-terusan menutupinya ia selalu di hantui ras bersalah kepada istrinya,
jika saja ibunya tak mengancam keselamatan anak dan istrinya ia pasti sudah dari dulu menceraikan Devi si istri mudanya.
Bagus tidak ingin mengabari ibunya tentang kelahiran Anjani,
di tambah kondisi Anjani dan anaknya belum setabil 100 persen,
ia tidak ingin berprasangka buruk terhadap ibunya,
tapi setelah semuanya ia hanya ingin melindungi anak beserta istrinya.
Pukul 03 dini hari Anjani terbangun,
tenggorokannya terasa kering dan melihat sekeliling,
dia melihat Bagus suaminya tertidur di sebelahnya,
melihat wajah polos suaminya saat tertidur membuat Anjani tersenyum kecut,
suami yang sangat di cintai dan mencintainya mampu menduakan hati dan cintanya,
__ADS_1
memikirkan semua membuat kepala Anjani pusing,
melihat di sampingnya ada air putih Anjani mencoba meraihnya namun sayangnya tersenggol dan jatuh ke lantai membangunkan Bagus yang sedang tertidur di sebelahnya,
mengerjapkan matanya dan terbelalak
"Anjani sayang,
kamu kenapa?"
melihat di bawah ada pecahan gelas dan tumpahan air
Bagus berjalan hati-hati menghampiri istrinya,
"kamu kenapa sayang?" tanya Bagus
"haus ya?" tanyanya lagi
yang kemudian di angguki oleh Anjani,
"oke sebentar ya aku ambilin sekalian mau manggil suster buat beresin ini"
ucap Bagus tersenyum dan berlalu keluar kamar,
Bagus datang membawa air untuk istrinya
"ini sayang minumlah " menyodorkan air untuk di minum istrinya dan kemudian menaruh gelasnya di atas meja.
Anjani melihat sekelilingnya,
seperti sadar dengan istrinya Bagus pun tersenyum
"kamu mencari ibu dan Satya"
lagi-lagi pertanyaannya hanya di jawab oleh Anjani
"ibu aku suruh istirahat di rumah,
kasihan beliau kalau harus tidur di sini lagi nanti badannya pegal-pegal"
__ADS_1
"nah kalau Satya,aku tadi memintanya untuk menemani ank kita di ruangannya sayang"
mendengar kata anak membuat Anjani menoleh suaminya
"kamu hebat sayang sudah melahirkan bidadari kecil yang cantik sepertimu" ujar Bagus tersenyum seraya mengelus tangan istrinya,
Anjani pun ikut tersenyum menahan luka di hatinya,
biar bagaimanapun ada malaikat kecil yang membutuhkan dirinya
"kamu suka memeberinya nama untuk anak kita mas?" Bagus tersenyum mendengar pertanyaan Anjani, dari semenjak sadar ini kali pertama ia berbicara,
"belum sayang" ucapannya sambil menggelengkan kepalanya
"mas sengaja menunggu kamu sadar dulu,
jadi bidadari kecil kita beri nama siapa?"
Anjani tersenyum-senyum membuat Bagus juga ikutan tersenyum memandangi wajah istrinya,
ia senang kini istrinya sudah terlihat lebih ceria
"bagaimana kalau Nadira mas yang artinya sesutu yang berharga?" usul Anjani
"hmmmm Bagus itu yang" ucap Bagus dengan pose berpikir
"bagaimana kalau kita tambah putri
jadi Nadira Putri yang artinya Putri yang berharga "
ujar Bagus kemudian
Anjani suka dengan usulan suaminya dan jadilah anak Anjani dan Bagus Sahputra di beri nama Nadira Putri semoga kelak menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya,berguna untuk agama dan negara, pintar dan Solehah tentunya Aamiin 🤲😇.
Selamat hari raya idul Adha 1444 H/2023 untuk semua umat muslim di seluruh dunia.
awas kolesterol kebanyakan sate ya guys 🤭🤭
terus like and vote karyaku ya,
__ADS_1
terimakasih 🙏🙏
salam sejahtera untuk kalian semua 🤗