
Sesampainya di rumah Anjani langsung membersihkan diri dan menunaikan 4 rakaatnya,
Tania seperti nya belum pulang,
karena belum terlihat motor nya terparkir di depan rumah,
setelah selesai Anjani menuju dapur hendak menyiapkan makan malam untuk Tania,
dan mungkin ini terakhir kalinya ia memasak di sini untuk sahabat nya Tania
mulai menyiapkan bahan-bahan
kali ini ia akan memasak yang istimewa untuk sahabatnya itu,
ada rendang kesukaan Tania,tumis kangkung, capcay dan tidak lupa perkedel jagung semua makanan itu kesukaan Tania,
setelah selesai Anjani menyajikan semuanya di atas meja makan,
tak lama terdengar deru suara motor di depan,
"pasti itu Tania" ujar Anjani beranjak menuju pintu dan membukanya sambil tersenyum
"Assalamualaikum Jani sayoong" ucap Tania memberi salam,
ya Tania memang sudah banyak belajar dari Anjani
"waalaikumsalam Tan,
yuk masuk aku sudah masak banyak buat kamu"
"tumben masak banyak,kamu lagi ulang tahun? kayaknya masih lama deh Jan"
tanya Tania heran
karena biasanya Anjani hanya masak yang simpel-simpel saja,
kalau masak banyak biasanya kalau habis gajian atau memang ia yang request
__ADS_1
"udah gak usah banyak tanya,
sana gih mandi, bersih-bersih dulu baru abis itu kita makan,
kamu udah shalat?" tanya Jani
"udah tadi di kantor sebelum pulang Jani" jawab Tania lalu dia masuk kamar
Mereka makan dengan tenang karena kata Anjani kalau kita makan jangan banyak bicara nanti keselek hehe begitu kata ibunya dulu mengingatkan,
Anjani tak pernah lupa ajaran-ajaran baik yang di ajarkan ibunya dan selalu menerapkan di kehidupan sehari-hari,
setelah selesai Anjani mengajak Tania ke gazebo belakang rumah,
sambil membawa cemilan ringan dan minuman
mereka duduk sambil melihat bintang di langit yang kebetulan sangat indah malam ini,
"Tania..." Anjani memulai percakapan
"hmm, kenapa Jan?" tania mengerucutkan keningnya,heran kenapa sedari tadi sahabat nya itu sedikit berbeda
"laah dari tadi kamu juga bicara Jani,
kamu kenapa sih aneh banget dari tadi,
masak banyak banget,sering ngelamun, kayak banyak pikiran amat,
kamu kenapa?" tanya Tania serius
"aku udah dapet kerjaan" jawab tania lirih
"ya bagus dong Jan,tapi muka kamu kok kayaknya yang gak seneng gitu sih?" tanya Tania heran
"emm tapi aku gak bisa tinggal di sini lagi nanti" jelas Anjani sambil menundukkan wajahnya
"maksudnya gimana?
__ADS_1
kamu kerja apa? kok sampai harus pindah dari sini sih" Tania mulai meneteskan air matanya
"aku di terima kerja jadi Asisten rumah tanggga Tan,di rumah ibu Rani
aku gak sengaja ketemu sama beliau saat aku mau jalan tiba-tiba aku liat ada ibu-ibu di jambret terus aku tolongin dia,
terus singkat cerita aku bilang kalau aku lagi cari pekerjaan, tiba-tiba beliau menawarkan jadi Art dirumahnya, aku sih gak masalah yang penting dapat kerjaan,bisa buat kirim ke desa udah bersyukur banget aku Tan,
dan bu Rina calon majikan aku gak ijinin aku pulang -pergi beliau maunya Art yang menginap maknanya aku bingung dari tadi ngomong ke kamunya" jelas Anjani panjang lebar
"kamu yakin mau jadi ART Jan?
apa gak mau cari kerjaan yang lain dulu gitu" Tania berujar
"yakin Tan, aku udah biasa kan kalau kerjaan seperti itu, makanan sehari-hari aku itu mah,
cuma mungkin beda tempatnya aja
akin yakin aku bisa,yang penting bisa buat nyambung hidup aku,ibu dan adikku Tan" jelas Anjani
"ya udah kalau kamu udah yakin aku bisa apa atuh, semoga kamu betah di tempat baru ya,
tapi kamu jangan lupain aku ya" Tania menangis tersedu
"ya gak mungkin lah aku lupain kamu,
kamu itu sahabat aku bahkan aku udah anggap kamu kayak saudara aku,
kita masih bisa kontak-kontakan,
nnti kalau ada libur kita bisa ketemu" Ujar Anjani
"janji ya" ujar Tania mengacungkan jari kelingkingnya
" Janji" Anjani pun menautkan jari kelingkingnya
"oke besok aku yang anter kamu ke tempat baru kamu" tawar Tania
__ADS_1
Anjani hanya mampu mengiyakan,
mereka berpelukan sambil menangis.