Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Firasat istri


__ADS_3

Bagus menuntun Anjani kedalam rumah,


sepertinya Anjani harus waspada malam ini,


hah entahlah dari tatapanya tadi seperti ingin segera menerkamnya , Anjani jadi begidik ngeri sendiri membayangkannya.


hahaha padahal kan udah pernah ya tapi tetap saja takut ya.


Bagus memeluknya dari belakang,


menciumi rambut Anjani tapi gerakannya terhenti ketika Anjani menahannya,


Bagus mengernyitkan dahinya lalu mengangkat kepalanya seakan bertanya " kenapa?"


"aku lapar mas hehe" Anjani cengengesan saja melihat wajah suaminya yang seperti menahan sesuatu,


Bagus menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya lalu berjongkok di depan Anjani


" kamu lapar ya sayang?" tanyanya sambil mengelus perut Anjani yang masih rata,


Anjani mencebikan mulutnya


"aku yang lapar bukan anak kita mas" ucap Anjani karena Bagus lebih memperhatikan anaknya,


Bagus terkekeh mendengar Anjani yang kesal, lalu berdiri dan membawanya kedalam pelukannya

__ADS_1


"kalau kamu lapar berarti yang di dalamnya juga pasti lapar kan sayang" ucapnya kemudian dan di jawab dengan tawa Anjani yang tersadar bahwa ia cemburu dengan anaknya sendiri,


lalu mereka menuju meja makan untuk mengisi perut, kebetulan tadi katering masih lebih jadi sebagian ia bawa untuk ibu dan adiknya, sedangkan ibu mertuanya tidak mau sama sekali membawanya.


"makan yang banyak sayang,buat persiapan" bisil Bagus pada Anjani,


(ngapain bisik-bisik ya padahal kan cuman berdua 🤭🤭)


bisikan Bagus membuat bulu halus Anjani meremang lalu menatap menatapnya suminya


"persiapan apa mas?" tanya Anjani pura-pura tidak mengerti


"persiapan malam pertama kita,


jawaban Bagus membuat Anjani menelan ludahnya, tapi bagaimana pun ia harus menunaikan kewajibannya melayani suami dengan baik termasuk urusan ranjang.


setelah selesai makan dan mencuci piring Bagus manunntun Anjani kekamar pengantin mereka dan terjadilah apa yang harusnya terjadi,


malam kedua yang lebih indah karena sudah halal tentunya.


Suara adzan subuh berkumandang membangunkan setiap hambanya untuk menghadap sang maha esa,


Anjani pun menggeliatkan tubuhnya,serasa remuk padam seluruh tubuhnya,


mukanya memerah ketika membayangkan malam indahnya bersama suaminya semalaman dengan lembut memperlakukannya sadar ada malaikat kecil di dalam perut istrinya.

__ADS_1


Anjani bergegas ke kamar mandi membersihkan diri sekaligus mandi wajib,


setelah selesai Anjani membangunkan suaminya untuk shalat berjamaah pun Bagus lekas bangun dan mensucikan diri.


Pagi ini adalah awal kehidupan untuk pasangan pengantin baru itu,


dengan bismillah mereka bisa menjalani rumah tangga yang sakinah mawadah dan warahmah dan di Amini oleh istrinya,


umumnya pasangan pengantin baru akan melakukan honey moon tapi Anjani menolak,dia beralasan takut kelelahan di perjalanan jadi mereka hanya menikmati bulan madu mereka di vila milik keluarga Bagus saja.


Tidak terasa sudah seminggu mereka mengecap manisnya pengantin baru,


kemana-mana berdua dan melakukan apa pun berdua,ooh manisnya pengantin baru.


tapi tidak untuk hari ini karena Bagus ijin untuk dinas keluar kota kepada istrinya,


sebenarnya Anjani berat ditinggalkan Bagus sendiri dirumahnya, apalagi dalam keadaan hamil muda begini tapi apa boleh buat dia harus mengijinkan suaminya bertugas,


membantu suaminya memasukan baju dan segala kebutuhan suaminya selama beberapa hari berdinas di luar kota.


Entah kenapa seharian ini Anjani merasa tidak enak, seperti ada yang terjadi tapi entah apa dan pada siapa,


tadi pagi suaminya memeberi kabar bahwa hari ini akan ada rapat seharian jadi dia tidak bisa mengaktifkan ponselnya,


Anjani berfikir untuk menyambangi rumah mertuanya karena semenjak menikah baru sekali Anjani kerumah mertuanya untuk mengambil barang -barangnya dan suaminya yang tertinggal, Anjani pun rindu kepada bi Siti yang sudah di anggap orang tuanya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2