
Sunyi...
Hati ini terasa sunyi
Sang pemilik belum lagi di temui
Mungkin suatu saat nanti
Pangeran berkuda putih akan datang menghampiri.
Jika tak bisa berkata baik,
setidaknya jagalah mulutmu untuk berucap julid.
@MamaMay
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sekitar tiga puluh menit meneruskan perjalanan mobil yang di kemudikan Ema sudah tiba di rumah sederhana itu.
Rumah pedesaan yang terletak di tengah hutan. Sunyi,sepi, hanya terdengar kicauan burung dan suara hewan lainnya membuat yang tak terbiasa mungkin akan merinding. Tapi tidak bagi mereka, untuk Dara Putih itu semua adalah keindahan dan ketenangan. Ya rumah kecil itu adalah tempat Dara Putih, sebuah organisasi bawah tanah yang Dira bentuk untuk tujuan yang baik. Meskipun Organisasi bawah tanah terkenal dengan mafia dan Duni hitam tapi tidak untuk Dara Putih, justru tujuannya di bentuknya adalah untuk memberantas ketidak adilan dan kesewenang-wenangan yang terjadi selama ini yang di akibatkan oleh mafia-mafia kejam tak berperikemanusiaan.
__ADS_1
Dira membentuk Dara Putih sekitar tiga tahun lalu. Semenjak ia keluar dari rumah besar itu dan beberapa kali melihat kecurangan dan ketidak adilan dalam hidup membuat Dira ingin membantu mereka yang membutuhkan. Dan dari situlah dia dan di bantu Ema mencari perempuan-perempuan tangguh yang teraniaya,di siksa tapi tak berani untuk betontak dan melawan dengan alasan takut. Dira nembantu mereka hingga keluar dari masalahnya dan membentuknya menjadi perempuan tangguh dan berpendidikan karena Dira juga memberikan kelas gratis untuk mereka yang menginginkannya. Dira membuat mereka menjadi berpendidikan agar tidak mudah di rendahkan oleh orang lain.
Seperti waktu itu saat beremu Rania. Dia adalah salah satu pegawai butiknya yang baru beberapa bulan bekerja waktu itu. Dira menemukan kejanggalan pada Rania karena setiap hari tanpa sengaja dia selalu menemukan bekas luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Kadang dia melihat Rania sedang di menelpon dengan wajah ketakutan, dari situlah Dira memutuskan untuk mencari tahu informasi tentang pegawainya itu.
Waktu itu Dira memulai dari tempat tinggalnya yang dia dapat dari CV lamaran kerja. Pagi buta Dira sudah berada di sekitaran rumah Rania, tak jauh sekitar 3 rumah di seberang jalan yang kebetulan ada yang menjajakan sarapan pagi. Sembari membeli sarapan Dira mencoba mengorek informasi tentang Rania
"Em bu kalau rumah yang bercat Biru putih itu rumahnya siapa ya?" tanya Dira sambil berpura -pura makan dan melirik tepat ke rumah Rania.
"Oh itu teh rumahnya si Rani, kenapa gitu neng?" tanya ibu-ibu penjual sarapan dengan bahasa sundanya yang khas.
"Oh hak apa-apa, saya lihat rumahnya bagus dan halamannya luas jadi saya berfikir enak juga gitu kalau punya rumah seperti itu" jawab dira berbohong agar si pemilik warung tidak curiga.
"Insya Allah atuh neng kalau enengnya kerja keras mah pasti bisa punya rumah seperti itu" jawab ibu-ibu itu lagi. Karena Dita datang menggunakan motor matic yang ia bawa dari rumah besarnya dulu sebagai kenang -kenangan hasil jerih payahnya sendiri waktu itu.
"Eneng seperti bukan orang sini ya, di lihat-lihat pakaiannya juga bersih dan rapih" ucap ibu penjual di sela membersihkan meja bekas pembeli yang sudah selesai dengan makannya.
Tak lama Rania lewat di depannya di bonceng laki-laki sambil tangan Rania berpegang erat dan mesra pada laki-laki itu.
"Itu siapa bu?" tanya Dira saat Rania dan laki-laki itu tepat lewat di depannya
"Iya itu teh si Rania sama suaminya, romantis banget kan mereka" jawab ibu penjual itu dengan gaya mupengnya,Ahh ada-ada aja ni ibu-ibu pikir Dira.
"Eh tapi teh ya jangan tertipu dengan keromantisannya neng, kata tetangga sebelah rumahnya teh ya mereka sering mendengar teriakkan-teriakan si Rania. Apalagi kan semenjak ibunya si Rania meninggal hampir setiap malam teh ada suara tangisan Rania katanya" ucapan ibu-ibu itu membuat Dira tercengang,
__ADS_1
"Ngobrolin apa ceu mani seru pisan?" tanya ibu-ibu berdaster yang masuk begitu saja. Laa iya warung ya masuk begitu saja masa kudu di undang dulu ya hehehe..
"Ini lo da, ngomongin si Rania" jawab ibu penjual
" Kenapa lagi ih sama si Rania?" tanya ibu berdaster antusias
"Gak apa-apa saya cuma lagi cerita aja sama si Eneng ini loh kalau mereka teh mesranya cuma boongan doang, aslinya mah kan katanya gitu kata bu Wati teh" jawab ibu penjual sedangkan Dira haya menyimak saja. Tak perlu susah-susah mencari tahu ternyata informasi ibu-ibu sudah cukup buatnya.
"Oh iya tuh.. kemarin juga saya kan belanja ya di A*pa, saya lihat tuh si lakinya dorong-dorong istrinya sambil noyor kepalanya si Rania. Pas papasan sama saya lakinya malah pura-pura ngerangkul si Rania. Si Ranianya mah diem aja sambil nunduk terus tapi si lakinya yang senyumin saya. Aneh banget kan ya, abis ngimindasi Rania terus pura-pura langsung di sayang gitu" jabar ibu berdaster itu dengan semangat. Emang kalau bergosip itu juaranya emak -emak kaaan.
"Ngimindasi?" tanya Dira heran dengan kata itu
"Itu loh neng yang suka nindas-nindas gituh tuh kayak di tipu-tipi" jawab ibu berdaster mencoba menjelaskan
"Intimidasi" ralatku kemudian yang di senyumin dan di angguki oleh ibu-ibu itu.
"Iya-iya betul itu neng maksud ibu"
"Jadi jadi gimana itu cerita tentang Rania dan suaminya?" tanya Dira kemudian seakan ikut senang bergosip dengan kedua emak-emak itu.
"Ya gituh neng. Kadang mereka terlihat mesraaa sekali kalau di luar rumah tapi kalau di dalam rumah sering banget kita-kita denger teriakan,jeritan dan yang lainya lah pokoknya macam-macam jeritan kesengsaraan sepertinya ups hehehe" jawab ibu berdaster sambil memegangi bibirnya seperti orang yang tidak sengaja keceplosan padahal dari tadi dia asyik banget gosipnya, begitulah emak-emak.
"saya mah malah pernah nemuin luka lebam, biru-biru gitu di tangan sama kakinya,waktu itu dia lagi beli sarapan di sini terus gak sengaja jatuh jadilah tersingkap bajunya terus gak sengaja liat luka itu,belum sempat saya nanya udah buru-buru pulang tuh si Ranianya" ucap ibu si penjual
__ADS_1
Aku masih mendengarkan ibu-ibu itu bergosip ria menggosipkan rentang Rania dan hal yang lainnya. ah kelakuan emang...
Aku sudah menemukan fakta bahwa kemungkinan Rania adalah perempuan tertindas yang tidak mampu melepaskan diri dari jeratan suaminya, entah itu apa alasannya....