
Detik waktu berputar mengikis poros waktu bumi ini,
hari ini Bagus dan Anjani sedang diliputi rasa bahagia yang luat biasa, senyum menghiasi kedua insan itu,
Anjani di nyatakan hamil 10 minggu oleh dokter,
ya mereka dalam perjalanan pulang dari rumah sakit karena Anjani sudah telat 1 minggu dari terakhir masa datang bulanya dan di nyatakan hamil oleh dokter, janinnya sehat dan semua berjalan sesuai rencana,
"hebat banget benih gue,hanya sekali melakukan bisa langsung jadi" ucapnya Bagus dalan hati sambil tersenyum -senyum sedari tadi,
ya setelah kejadian di siang itu mereka tak pernah melakukannya lagi, karena Bagus berjanji tak akan menyentuhnya lagi hingga mereka resmi menikah nanti dan Bagus pun menepati janjinya.
Anjani menyandarkan kepala di bahu sang kekasih yang tengah asyik menyetir mobil sambil bernyanyi-nyanyi kecil.
Sekarang tinggal menghadap bu Rina dan berbicara baik-baik, Anjani sudah menyiapkan mentalnya sedemikian rupa untuk menghadapi calon mertuanya,
eiits calon mertua,di setujui aja belom ya haha.
Sesampainya di halaman rumah Bagus membukakan pintu mobil untuk Anjani,sikap manis dan romantisnya mereka tak luput dari pandangan seseorang di blik jendela,
ya bu Rina berdiri di jendela mendengar suara mobil anaknya tak di sangka anaknya pulang membawa Anjani dan di perlakukan sebegitu manisnya,
bu Rina tak berani memecat dan mengusir Anjani karena takut anaknya nekat akan pergi dari rumah seperti ancamannya waktu itu,
makanya hingga kini Anjani masih bekerja dirumahnya.
__ADS_1
Bagus berjalan bergandengan tangan menuju ruang tamu,
melihat bu Rina berdiri di depan jendela membuat Anjani terkejut dan melepaskan pegangan tangannya namun di cegah oleh Bagus yang langsung menarik lagi tangan Anjani di tempat semula
"assalamualaikum mah" ucap mengucap salam lalu menyalami ibunya kemudian di ikuti Anjani tapi langsung di tepis tangannya oleh bu Rina membuat Anjani sedikit takut,
namun Bagus menggenggam erat tangan Anjani.
"Bagus mau bicara mah" ucap bagus lagi sambil membawa Anjani duduk di kursi yang langsung mendapat tatapan tajam dari bu Rina,
bu Rina pun mengikuti Bagus duduk di kursi berhadapan dengan pasangan itu,
bu Rina hanya diam menatap mereka satu persatu dengan ekspresi tidak suka,
"Anjani hamil mah" ucap Bagus memulai percakapan di antara mereka,
"itu pilihan kamu Gus,gadis miskin yang hamil entah dengan siapa ayahnya" ejek bu Rina dengan nada mencemooh Anjani
"tapi itu anak Bagus mah, cucu mamah" ucapan Bagus kali ini sukses membuat bu Rina shock, tapi bu Rina tak percaya begitu saja dengan ucapan anaknya
"bisa saja dia hamil anak orang lain terus ngaku-ngaku itu anak kamu kan biar mamah merestui hubungan kalian" bu Rina berujar dengan sedikit emosi
"saya tidak serendahan itu bu" Anjani mencoba membela diri
"diam kamu,semua ini gara-gara kamu dasar pembantu" ejeknya sambil menunjuk wajah Anjani
__ADS_1
"mah jangan gitu dong, Anjani sedang mengandung anakku,aku yang sengaja memaksa Anjani melakukannya agar mamah merestui hubungan kami, aku mohon mah Anjani sedang mengandung cucu mamah, anakku mah restui aku menikahi Anjani mah" Bagus berlutut di depan ibunya memohon belas kasih ibunya,
ternyata tak semudah yang sudah di rencanakan, bahkan Anjani sudah mengandung cucunya pun mamahnya tak memberi restu juga.
bu Rina memandang mereka satu persatu,lalu berdiri membelakangi dan berujar
"mamah akan merestui hubungan kalian" ucapnya membuat Bagus dan Anjani mendongakan kepalanya, seperti mendapat angin segar,jawaban bu Rina membuat sesak di dada mereka menjadi lega,
"tapi syarat mamah yang satu itu masih berlaku" ucapnya lagi dan kemudian beranjak pergi meninggalkan kedua sejoli itu dengan sejuta pertanyaan, lebih tepatnya benak Anjani yang banyak pertanyaan.
"syarat apa mas?" tanya Anjani menatap wajah kekasihnya
"oh ...itu...emmm mamah mau aku jadi walikota iya itu sayang" ucapnya berbohong untuk,ia tak mau Anjani sedih jika harus mengatakannya,
"apa itu gak berat mas?"
"gak sayang,kita bisa nikah dulu setelah itu aku akan berusaha untuk mewujudkan keinginan ibu,kamu dukung dan doakan aku terus ya" jawaban Bagus membuat Anjani lega, dia mengangguk dan memeluk kekasihnya erat,tak di sangka akan mendapatkan restu kedua orang tua kekasihnya.
kini Bagus sudah tak ada jalan lain,
di perut Anjani sudah tertanam buah cintanya tak mungkin ia mundur untuk menikahinya,
mau tak mau ia hanya bisa setuju dengan syarat dari ibunya,
ia akan berbicara dengan ibunya nanti.
__ADS_1
biarlah Anjani tak mengetahui persyaratan dari ibunya yang penting Anjani bahagia,
Anjani tidak boleh setres,usia kandunganya masih muda masih rentan jika mendengar persyaratan ibunya Bagus takut Anjani akan setres dan itu berpengaruh untuk kehamilannya.