
Belajar tenang
Karena saya pernah menyesal di karenakan terlalu terburu-buru
Berhenti Untuk marah
karena saya sering melihat penyesalan di setiap ujung amarah
Belajar ikhlas
karena saya tahu tuhan itu maha adil
Belajar untuk serius
__ADS_1
karena saya sudah harus menata hidup.
Hari ini aku berencana akan mengunjungi cabang butik di temani Ema, bukanya tidak sopan memanggilnya hanya dengan nama tapi justru itu permintaannya sendiri, biar lebih dekat katanya, akhirnya ku turuti juga permintaannya yang sederhana itu. Dengan setelan serba putih dan di padukan dengan blazer hitam dan kerudung pashmina,aku berangkat untuk membicarakan tentang kerjasama.
Tak terfikir olehku akan kembali ke kota ini,kota penuh kenangan yang selalu ingin ku lupakan,namun sayangnya tak pernah benar-benar ku lupakan. Jika tidak ada kepentingan yang darurat tak mungkin aku datang lagi kesini. Entah sekarang bagaimana kabar mereka, haaah rasanya sesak jika mengingatnya. Aku pasti akan kembali, tapi Tidak sekarang,mungkin empat sampai lima tahun lagi atau lebih, namun sayangnya urusan di sini harus aku yang turun tangan sendiri, akibat klien yang tak mau di wakilkan. Selama ini sebenarnya semua urusan perusahaan mampu di handle oleh mba Yuni di bantu om Satya dan om Bagas, namun klien kali ini tidak mau tanda tangan jika bukan aku sendiri yang datang katanya,dan sialnya ini bukan proyek seratus atau dua ratus juta yang bisa di cover dana perusahaan jika aku tak bjsa datang, tapi ini mega proyek yang mencakup angka yang fantastis yang tak bisa ku pertaruhkan hanya demi ego ku saja, akhirnya mau tak mau aku menginjakkan lagi kakiku di negeri ini, di kota ini lebih tepatnya.
Selama perjalanan aku sibuk dengan semua berkas-berkas yang menyatakan perjanjian kerja sama dengan PT. Rahaja Surya, salah satu perusahaan terbesar di negeri ini, pastinya pun di kota ini, semua karyawan bergantung padaku untuk mega proyek ini makannya tak mungkin ku sia-siakan kesempatan ini. Setelah sekian lama mengincar agar bisa dapat bekerja sama dengan perusahaan itu.
Enam bulan setelah aku keluar dari rumah kakek, aku memutuskan untuk belajar bisnis. Ternyata semua tak semudah yang ku kira, dunia bisnis begitu kejam hingga banyak yang menjadi korbannya. Aku tak ingin seperti itu, aku ingin bisnis yang sehat yang tak merugikan, apalagi sampai berimbas pada orang yang kurang mampu. Makanya aku bertekad dalam hati akan membangun kerajaan bisnis sendiri yang bukan hanya memajukan perusahaan tapi juga memakmurkan seluruh karyawannya, hingga kini PT. NP corp bisa berdiri kokoh di tengah hempasan bisnis yang kian semakin ketat. Perusahaan yang pada awalnya hanya bergerak dan fokus di real estate, tapi juga kini mulai merambah ke bidang yang lainnya dari transportasi hingga kuliner mengikuti jejak om Bagas.
Mobil BMW i8 roadster keluaran terbaru milikku berhenti di depan lobi perusahaan yang bertuliskan PT. Rahaja Surya, pemiliknya adalah Pak Rahaja dan kini memilih pensiun dan di teruskan oleh putranya Biantara Putra Rahaja yang konon terkenal sebagai Casanova.
Ku hembuskan nafas perlahan menenangkan dan mengumpulkan segala keberanian dalam diri ini. Di lobby bahkan sudah di sambut oleh asisten dari Biantara kata Ema tadi memberitahuku, rupanya jelas ia sudah merencanakan ini, aku harus berhati-hati dengan Casanova kadal ini.
__ADS_1
Ku langkahkan kaki mengikuti sang Asisten dengan pasti menuju lift khusus sepertinya, karena jelas tertulis lift Vip di atasnya, heeh dasar bos arogan, lift saja harus ada khusus untuk dirinya sendiri. Selama dalam lift sang asisten hanya diam dan tak berbicara apa pun, persis seperti waktu pertama melihat om Satya waktu itu, ku lirik Ema yang ada di sampingku. sama, sama-sama kakunya hehe.
Ting..
bunyi pintu lift terbuka.
Sang asisten mempersilakan kami untuk keluar dan menunjukkan ruang yang bertuliskan "Direktur utama", sudah pasti itu ruangan sang Casanova kadal itu. Ku persiapkan diri dengan segala hal dan kemungkinan yang akan terjadi nanti
"Silahkan bu Dira, pak Bian sudah menunggu di dalam" ucap pria klimis yang tadi membukakan pintu.
Ku mengernyitkan dahi, pria yah ku kira asistennya tadi kini berdiri di depan pintu.
tak mau ambil pusing segera ku masuk dan menyelesaikan semua perjanjian kerjasama ini.
__ADS_1