Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*flashback


__ADS_3

Masih pov Bu Rina


Hari ini papah dan temannya itu berencana untuk berkeliling kampung,mau nostalgia katanya,dulu papah pernah tinggal di kampung ini bersama temannya itu lumayan lama jadi kangen keindahan suasana kampung kata papah, tapi aku memutuskan untuk tidak ikut dengan beralasan ingin santai di rumah saja dan papah tidak keberatan.


Setelah mereka berangkat aku pun bergegas bersiap untuk ke suatu tempat,harus cepat karena lumayan memakan waktu,aku harus memastikan saat papah dan temannya pulang aku sudah berada di rumah lagi,ku berusaha serapih mungkin melakukan semuanya.


Tak lama taksi yang ku pesan datang. Dengan berbekal google map aku mengarahkan supir taksi itu jalanya dan beruntunnya pak supir tahu alamat itu jadi aku tidak pusing lagi, soalnya aku memang tidak ingat jalan ke rumah Anjani karena waktu melamar Anjani untuk Bagus anakku aku sama sekali tidak memperhatikan jalanan,yang ada aku selalu menggerutu karena jalannya becek,kumuh dan jalan berlubang sana sini membuat kepala pusing.


Sekitar 45 menit aku sampai di rumah yang sedikit berbeda dari yang pertama dan terakhir kali aku kesini, rumanya lebih bagus dan bersih juga ada warung sembako yang lumayan besar di depan rumahnya,ada mobil pick up dan motor bagus pula di depannya,


Apa iya ini rumah besanku? Eh mantan besan apa gimana ya aku nyebutnya? kan anaknya si Anjani itu sudah metong alias meninggal,ah sudahlah itu tidak penting sekarang aku harus tanya2 dulu memastikan takut salah rumah kan bahaya.


Setelah membayar ongkos taksi aku turun di seberang rumah itu, ah kebetulan ada ibu-ibu ngumpul mending aku tanya saja ke mereka,


"Permisi ibu-ibu" Sapaku sok ramah pada mereka biar mereka mau memberikan informasi kepadaku, sontak kumpulan ibu-ibu itu serempak menoleh kepadaku, memerhatikanku dari atas hingga bawah,huh pasti mereka terkagum-kagum melihat penampilanku yang glamor. Lalu aku mendekat dan sedikit membungkukkan badan menyalami mereka satu persatu, biarlah nanti tangannya bisa di semprot antiseptik atau di cuci biar kumannya hilang sekarang yang terpenting misi ku berjalan dengan baik dulu.


"Saya mau tanya bu kalau rumah itu" Menunjuk rumah yang ku kira rumah Anjani

__ADS_1


"Apa benar itu rumah Anjani?"


Kemudian ibu-ibu yang berjilbab hijau bangun dan mendekatiku


"iya ibu itu rumah Anjani,ibu ini siapa ya?"


"Ah ternyata benar itu rumah Anjani, tapi sekarang jadi lebih bagus ya,apa Anjani selama memanfaatkan uang anakku ya, iya pasti seperti itu,ahh dasar pembantu si***n" ucapku dalam hati


"Oh perkenalkan saya Rina mertuanya Anjani hu" aku harus tetap bersikap ramah sama mereka untuk memuluskan semuanya.


Namun aku hanya tersenyum saja mendapat pujian dari ibu tadi, sudah biasa pula aku di puji begitu haha.


"Tapi Anjani kan sudah meninggal bu,ibu mau ngapain ke rumah Anjani lagi?" Tanya ibu-ibu yang berjilbab hijau tadi, rupanya ibu-ibu rempong nih yang mau tau aja urusan orang lain.


"Ah iya benar,menantu saya memang sudah meninggal,saya hanya ingin bersilaturahmi saja sama ibunya Anjani dan adiknya itu,bir bagaimanapun mereka tetap keluarga saya bu" biarlah di anggap semakin baik kan aku haha.


"Wah ibu ini baik sekali, beruntung Anjani mendapatkan mertua sebaik anda bu" lagi-lagi pujian yang aku dapatkan, sudahlah tak mau berlama-lama aku mengeluarkan beberapa lembar uang Merahan sebagai tanda terima kasih dan langsung di sambar oleh mereka dengan wajah sumringah,

__ADS_1


"Dasar orang miskin lihat duit segitu saja sudah ijo" Gerutuku dalam hati dan berlalu dari hadapan merek setelah mereka mengucapkan terimakasih.


Kini aku sudah di hadapan rumah Anjani,aku akan melancarkan aksiku..


tunggu saja haha ...


Apakah yang akan di lakukan bu Rina?


penasaran?


ikuti terus Karyaku 😊


Jangan lupa like komen and vote ya, kalo ada rejeki bisa kasih gift seikhlasnya


terimakasih 🙏


salam sejahtera untuk kalian semua 🤗😊

__ADS_1


__ADS_2