
Hari-hari berlalu begitu cepat,
Anjani dan Bagus sudah menjalin hubungan 3 tahun lamanya tanpa terendus oleh orang tua Bagus,
Anjani masih bekerja dirumah Bagus itu permintaan Bagus agar ia bisa bertemu Anjani setiap hari, Bagus kini sudah bekerja di pemerintahan sesuai keinginan ibunya, dengan kepandaian dan kerja keras kini ia mampu menduduki jabatan yang lumayan di perhitungkan, Bagas pun sudah wisuda 1 tahun yang lalu kini ia membuka usaha cafe & resto dan sudah cukup ramai pengunjungnya,
Bagas mendesain bagian bawah cafe'y dengan tema retro, terdapat spot foto yang unik dan estetik membuat anak muda senang untuk datang dan bagian atasnya ia gunakan untuk tema keluarga jadi bagi yang membawa keluarga bisa berkumpul di atas, ia memadukan kedua konsep itu untuk memenuhi keinginan pelanggannya dari kalangan anak muda hingga yang sudah berkeluarga, Bagas memang tak mengikutk jejak papah dan kakaknya yang bekerja di bidang pemerintahan ia lebih suka dengan bisnis,entah turunan dari siapa tapi ia lebih suka bekerja bebas tanpa terikat apa pun.
Hari ini kebetulan libur, Bagus mengajak Anjani ke pantai pinggir kota,ingin menikmati waktu hanya berdua dengan kekasih hatinya di tempat yang indah. Bagus meminta ijin kepada orang tuanya untuk membawa Anjani dengan alasan bisa bantu-bantu nanti di tempat liburan dan biasa tanpa curiga mereka hanya bisa mengijinkannya.
Berangkat berdua menggunakan mobil sambil berpegangan tangan membuat perjalanan yang lumayan jauh menjadi tidak terasa, selama ini hubungan mereka tak pernah ada kendala hanya sedikit bumbu-bumbu kecemburuan yang bisa di selesaikan dengan keromantisan.
Sesampainya di tepi pantai Anjani berlarian di hamparan pasir putih, ia sangat senang berada di pantai bisa bermain pasir dan air,
memandangi air laut membuat hatinya damai
entah mengapa ia sangat suka memandang ombak di laut serasa mempunyai magic tersendiri menghipnotis dirinya di dalam ruang kenyamanan.
__ADS_1
Mereka asik bermain dan berlarian di tepian pantai, menikmati waktu berdua dengan orang terkasih memang sangat indah di tambah tempat yang membuat suasana lebih romantis, setelah lelah bermain mereka duduk di kursi di pinggiran tepi pantai menikmati makanan yang ng sudah di pesan Bagus tadi,
"makasih ya mas sudah ngajak aku kesini,aku seneng banget" ucap Anjani memandang wajah Bagus dengan penuh cinta, Anjani sudah mematri nama Bagus di hatinya hanya ada dia
"iya sayang sama-sama,aku ikut seneng kalau kamu senang"
Anjani tipe perempuan yang sederhana,ia tak pernah meminta apa pun selama menjalin hubungan dengan Bagus, ia tak pernah menuntut apa pun bahkan kadang waktu Bagus harus di habiskan untuk bekerja sehari-harinyq Anjani pun tak pernah marah, ia selalu memahami Bagus,itu yang membuat Bagus semakin cinta kepada gadisnya, kenyamanan yang selalu Anjani hadirkan meluluhkan segala perasaannya, cintanya hanya untuk Anjani. Bukan tak ada wanita yang menyukainya,di kantornya bahkan ia menjadi idola kaum hawa tapi Bagus selalu membangun tembok tinggi untuk mereka,di hatinya sudah terukir nama Anjani.
Bagus berniat untuk membicarakan hubungannya dengan Anjani kepada orang tuanya, ia ingin segera meminang Anjani menjadi istrinya Anjani pun sudah setuju dengan rencana Bagus, toh selama ini sikap bu Rina dan pak Wahyu sangat baik terhadapnya ia yakin bisa mendapatkan restu dari orang tua Bagus.
Saat tengah asyik menikmati makanan tiba-tiba ada yang menepuk pundak Anjani,
Anjani dan Bagus terperanjat dengan suara tersebut,
Bagus langsung berdiri dan memandang wajah Anjani,
"tadi papahmu minta nyusul ke pantai jadi aja mamah ikut ke pantai nyusulin kamu" senyum bu Rina masih merekah melihat putranya duduk berdua dengan gadis, bu Rina tak melihat wajah gadis itu karena memakai topi dan kacamata, sedangkan Anjani hanya duduk terdiam dengan kedatangan majikannya.
__ADS_1
"i...iya mah,mamah tau dari mana aku ada di panti ini?" tanya Bagus dengan tergagap melihat ekspresi wajah Anjani yang tegang sedari tadi.
"mamah tau dari GPS mobil kamu lah dari mana lagi haha,,,iya kan pah" pak wahyu hanya menganggukkan kepalanya
" ini siapa nak?
kami gak mau ngenalin ke kami?" tanya bu Rina mengelus bahu Anjani dan membuat Anjani semakin tegang
" oh itu...ini mah.. iya kenalin ini pacar aku" bagus semakin bingung melihat ekspresi Anjani yang seperti sangat ketakutan, lalu Anjani memberanikan diri berdiri dan menghadap bu Rina menyalami bu Rina dan pak wahyu tanpa bersuara,
setelah melihat dengan jelas bu Rina terkejut dengan pacar anaknya
"An...Anjani,kamu.... Bagus apa-apaan ini" ucap bu Rina meninggikan suaranya, Anjani terperanjat mendengar suara bu Rina dan menatap wajah kekasihnya, Bagus dan pak Wahyu pun terkejut mendengar suara bu Rina yang membuat mereka menjadi pusat perhatia.
Ikuntin terus kisah Anjani dan Bagus,
yang penasaran tunggu di bab selanjutnya ya,
__ADS_1
terimakasih 🙏 sudah membaca karya saya,
salam sejahtera untuk kalian semua.