Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Lahirnya putri Anjani


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Bagus terus berlari ruang operasi istrinya,


tapi dari tadi teleponnya berdering ia menghentikan langkahnya lalu mematikan handphonenya,


ya sejak tadi di perjalanan ibunya dan Devi terus meneleponnya,


pasti akan menceramahi habis -habisan jadi dari pada mengganggu lebih baik ia mematikan handphonenya.


Saat melihat Satya dan mertuanya Bagus mendekat dan ingin bertanya kenapa bisa sampai begini,


namun belum sempat ia bertanya ia sudah di hadiahi Bogeman mentah oleh Satya,


dirinya bingung kenapa adik iparnya bisa semarah ini,


apa karena ia meninggalkan istrinya sendirian di rumah,


tapi HPL anjani masih 2 minggu lagi,


lagipun ia sudah berpesan kepada supir untuk menjaga Anjani selama dirinya pergi.


Satya hendak memukul Bagus lagi tapi di tahan ibunya,


menggelengkan kepalanya


"jangan berkelahi Sat,


lebih baik doakan mbakmu dan keponakanmu di dalam semoga Allah memberikan keselamatan kepada mereka berdua"


ibu Anjani berujar dengan suara bergetar,


Satya menurut dan melepaskan kepalan tangannya,


"Untuk apa Abang datang kesini?" Satya memberikan tatapan tajam pada kakak iparnya,


"kenapa kamu bilang?


yang di dalam itu istri abang Sat,


jelas abang di sini untuk menemani istri abang" ujarnya bingung,


pasalnya adik iparnya menanyakan hal yang tidak seharusnya di tanyakan


"heh" Satya berdecih menatap sinis kakak iparnya


"istri yang abang sudah bohongi" ucapan Satya membuat Bagus menatapnya bingung,


bohong kepada istrinya?


apa Satya tau sesutu?


apa tentang dirinya yang berbohong tentang seminar?


atau yang lainnya.


ah semua pertanyaan muncul di benak Bagus,


ibunya pun mendongak menatap Satya,


tatapannya seperti bertanya apa maksud ucapannya,


kebohongan Bagus?


ah entahlah sekarang yang ada di pikirannya adalah keselamatan anak dan cucunya.


Satya yang mendapat tatapan itu mendadak bingung,

__ADS_1


ia mendekati kakak iparnya dan berbisik


"kali ini kamu selamat bang,


setelah semua ini selesai tunggu saja pembalasanku" dengan tajam dan menusuk membuat Bagus diam terpaku di tempatnya.


Suasana menjadi hening,


semua larut dalam doanya,


dalam keheningan terdengar suara sepatu mendekat


pak Wahyu datang dan langsung memeluk putarannya,


Bagus berhamburan memeluk tubuh tua papahnya, menumpahkan sedikit beban di hatinya dan sesak di dadanya,


"yang sabar nak,kuatkan bahumu


teruslah berdoa memohon kepadanya untuk keselamatan istri dan anakmu" mengelus bahu putranya yang menangis di pelukannya,


ya tadi Bagus sempat menelpon papahnya sesaat sebelum masuk rumah sakit,


pak Wahyu yang sedang bekerja pun langsung meminta ijin kepada atasannya untuk pulang lebih cepat.


Bagus ijin kepada mertuanya untuk keluar sebentar dan di angguki oleh mertuanya namun Satya terus menatapnya tidak suka,


entahlah semua rasa segan dan hormat luntur seketika mengetahui kebohongan kakak iparnya itu.


Bagus memilih menuju mushalla Rumah Sakit, menunaikan shalat sunah untuk kelancaran dan keselamatan anak dan istrinya,


bermunajat kepada yang maha kuasa,


meminta dan memohon keselamatan untuk anak dan istrinya,


"ya Allah hamba datang bersimpuh di hadapanmu,


ampuni hamba y Allah,


tapi istri hamba sangat taat kepadamu,


selalu mengingatmu, dia istri yang taat pada suaminya,dia istri yang sangat baik ya Allah,


Tolonglah dia ya Allah ,


sekarang dia sedang berada di meja operasi,


lancarkan jalan operasinya, selamakan istri dan anakku ya Allah,


karena hanya kepadamu hamba memohon dan berdoa,


Aamiin 🤲🤲"


Bagus menangis dalam doanya,


setelah selesai ia kembali ke ruang operasi istrinya, tak mau meninggalkan istrinya lama-lama.


Satu jam...


dua jam...


tiga jam...


belum juga ada tanda-tanda operasi akan selesai,


membuat semua orang semakin cemas.

__ADS_1


Sudah 7 jam Anjani berada di dalam meja operasi.


Pintu operasi di buka dan muncul salah satu dokter yang menangani operasi Anjani,


semua orang berdiri,Bagus dan Satya menghampiri dokter


"Bagaimana istri dan anak saya dok?"


"Bagaimana keadaan kakak saya dok?"


tanya Bagus dan Satya bersamaan,


mereka saling pandang sekilas dan kembali kepada dokter tadi


"syukurlah operasi ibu Anjani berjalan dengan lancar, selamat ya pak bayi anda perempuan,


lahir dengan selamat dan sempurna " ucap dokter menatap Bagus ramah,


semua menjadi lega mendengarnya


"lalu istri saya dok?"


"istri bapak sedang dalam masa pemulihan,


sekitar satu jam lagi bu Anjani sudah bisa di bawa je ruang rawat" ucapan dokter lagi-lagi membuat mereka semakin lega


"tolong berikan perawatan yang terbaik untuk anak dan istri saya dok" ujar Bagus ingin yang terbaik untuk anaknya


"pasti pak,


kami akan melakukan semampu kami"


"kalau begitu permisi,saya akan mengurus semuanya"


lalu dokter tadi masuk lagi keruang operasi Anjani.


Bagus tersenyum lega memeluk Satya tanpa sadar,


tersadar iparnya hanya diam membuat bagus melepaskan pelukannya dan beralih menghampiri papahnya


"selamat ya nak,


sekarang kamu sudah mejadi ayah,


jadilah ayah yang terbaik untuk putrimu" ujar pak Wahyu menepuk bahu anaknya.


Bagus tersenyum mendengar papahnya selalu ada untuknya.


Sedangkan Satya memeluk ibunya sambil menangis tergugu,


entah apa yang di rasakan Satya,


menangis karena kakak dan keponakannya selamat atau karena kakaknya sudah di duakan dan berujung pada meja operasi?


hanya Satya yang tau.


Note:


Babang Satya serem ya kalau marah,


Babang bagus yang tegas dong jangan kaya ayam kampung kasihan kan Anjaninya.


yuk dukung terus Karyaku guys


Like and Vote terus ya,

__ADS_1


terimakasih 🙏🙏


salam sejahtera untuk kalian semua 🤗🤗


__ADS_2