
"Hentikan dramanya!" ujar Hamzah lantang memecah kesunyian hutan luas ini.
"Sekarang tentukan pilihanmu! ibumu atau anak haram itu?" Hamzah terlihat mengacungkan pist*lnya tapat di samping kepala bu Lidya, namun pertanyaan itu belum sempat Ema jawab tapi Suara seseorang membuatnya urung memberikan jawaban.
"Tidak akan ada yang di pilih di sini" Dira dengan santainya melangkahkan kakinya mendekati Hamzah. Semua anak buah Hamzah terlihat bersiap menyerang namun segera di cegah Hamzah dengan mengangkat tangannya.
"Saya dan bu Lidya bukanlah pilihan. Kita bukan pilihan, Jadi tidak akan ada yang di pilih di sini pak Hamzah yang terhormat" jawab Dira memperjelas ucapannya tadi.
"Prok..prok...prok..." wajah Hamzah terlihat senang melihat Dira kini ada di hadapannya, seorang diri.
"Sungguh tak ku sangka nyalimu besar juga bocah ingusan" ujar Hamzah dengan wajah pongahnya, dia merasa kemenangan berada di bawah tanganya dengan kondisi pasukannya yang masih tersisa banyak sedangkan Dira, dia berdiri sendirian di depannya, Hamzah sangat yakin jika semua anggota Dara Putih sudah di habisi oleh anak buahnya.
__ADS_1
"Heekh...tentu, bahkan saya mempunyai nyawa cadangan dari ibu dan nenekku yang sengaja ingin kau lenyapkan tapi tidak bisa, tuhan lebih menyayanginya dan memberikan waktu sedikit lebih lama untuk memberikan sedikit kekuatan untukku yang masih ingusan ini" ujar Dira dingin, aura the lady sangat mendominasi meskipun dia berada di tengah musuh.
"Haha.... ternyata kamu sudah tahu semuanya ya anak haram. Hahaha sungguh puas sekali melihat ibumu menderita dan juga ma*i di tengah kebahagiaannya dengan kehadiranmu. Namun sayangnya anakku tidak suka, jadi terpaksa aku membantu ibumu bertemu lebih cepat dengan Tuhannya. Bukankah saya ini sangat baik hah?? jadi dia tidak perlu berlama-lama kesakitan di dunia ini hahaha" Dira mengepalkan tangannya kuat hingga buku-buku biru di tanganya tampak jelas. Namun Dira sadar, Hamzah mencoba membuatnya emosi dan kehilangan kontrol diri. Sebisa mungkin Dira menahan semuanya dan terlihat biasa saja dan justru tersenyum sinis di depan wajah Hamzah.
"Ck...anda orangnya terlalu percaya diri ya pak Hamzah" ujar Dira masih dengan santainya,tak ada sedikitpun rasa takut di wajahnya dan itu membuat Hamzah geram.
"Tentu. Saya Hamzah dan saya bisa mengatur semuanya di bawah tangan saya. Mengerti! "
"Kita ke intinya saja pak Hamzah, apa maumu sebenarnya hingga membuat drama seperti ini? seharusnya tak perlu ada nyawa yang hilang, tinggal temui saya dan katakan apa maumu. sungguh mudah kan? tak perlu seperti ini dan membuat banyak nyawa harus hilang di dalamnya " ujar Dira
"Saya tak bo*oh sepertimu dasar bocah" ucapnya geram
__ADS_1
"Kamu tidak akan dengan mudah memberikan apa mauku jika tidak seperti ini kan? hahaha"
Dira masih diak mendengarkan dengan baik,tak mau tersulut emosi yang akan membahayakan keselamatan semuanya, ya semuanya.
"Hah.. ternyata mau sangat menyanginya ya Ema. Tak perlu seperti itu ekspresi mu, jika dia memberikan apa yang saya mau kalian akan saya lepaskan dengan senang hati hahaha" Ujar Hamzah yang melihat Ema terus menatap Dira dengan ekspresi terus memohon.
Apakah permintaan Hamzah?
dan apakah Dira akan mengabulkannya??
ikuti terus ya guys....
__ADS_1