
Untuk Diriku Sendiri
Tetaplah kuat, jaga kesehatan
selalu berusaha menjadi baik
walau tak selalu di anggap baik
tetap semangat
jangan pernah menyerah
Ikuti alurnya, nikmati prosesnya
ikhlas dan selalu bersyukur
Allah tahu kapan kita harus bahagia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Euuunggghhhh" Lenguhan terdengar dari bibir mungil gadis putih yang sudah lima hari setia dengan tidur lelapnya, kini dia bangun dari tidur panjangnya yang sudah mengambil hari-hari cerianya.
Jari jemarinya yang terasa kaku di gerakkannya satu persatu. Tentu seluruh tubuhnya pasti terasa kaku setelah tidur panjangnya pasca operasi beberapa hari yang lalu akibat pisau yang menancap tepat di dadanya begitu dalam hingga hampir kehabisan darah di buatnya.
__ADS_1
"Aaauuuuchhh" ketika dia mencoba mengangkat tangannya yang terpasang infus dan terdapat perban melilit bahunya.
"Nona" Ema yang baru keluar dari kamar mandi segera menghampiri Dira begitu melihat Dira yang sudah sadarkan diri. Tak dapat di tutupi rasa bahagianya melihat nona kecilnya sudah membuka mata dari tidur panjangnya yang membuatnya seperti tidak bernyawa menjalani hari-harinya. Baginya, nona kecilnya adalah segalanya.
"Nona kecil sudah sadar, Alkhamdulillah ya Allah" ujar Ema ketika sudah berada di depan ranjang Dira,tak lupa bersyukur kepada Allah SWT yang sudah membuat nona kecilnya bertahan hingga detik ini di beri kesadaran.
Sementara Dira tak bersuara, matanya mengekor di mana Ema berdiri dengan mata yang terkadang masih berat untuk di buka.
"Sssshhhh" desis Dira merasakan seluruh tubuhnya kaku.
"Mana yang sakit nona? yang mana? biar saya panggilkan dokter" ujar Ema panik melihat nona kecilnya meringis kesakitan, air mata jatuh tak tertahankan di pipi Ema melihat nona kecilnya kesakitan. Entah apa yang Ema rasakan hingga dia menjadi melow begitu, padahal dia biasa melihat orang bahkan Dira kesakitan sebelumnya. Bukan sakit di badan, tapi jiwanya, mentalnya Dira yang dulu sakit.
"Eeem..." Lirih Dira memanggil Ema yang sudah beranjak melangkahkan kaki untuk memanggil dokter, langkahnya pun terhenti karena Dira memanggilnya.
Ema segera menoleh pada nona kecilnya yang terbaring lemah di atas ranjangnya
"Kemarilah" ujar Dira lirih, namun masih terdengar oleh Ema.
"Tapi nona..
"Ema" potong Dira cepat ketika Ema hendak memprotesnya.
Tak ada pilihan lain, segera Ema membalikkan tubuhnya dan mendekati kembali ranjang Dira.
__ADS_1
"Kamu kurusan Em, diet yah?" tanya Dira jujur karena melihat cekungan di bawah mata Ema yang tampak jelas membuat wajahnya menjadi terlihat lebih tirus, dan mungkin karena Ema juga akhir -akhir ini kehilangan nafsu makannya.
Ema tak menjawab, tapi justru buliran kristal bening yang terjun bebas di pipinya yang terlihat oleh Dira.
"Em.. kenapa sekarang air terjun perwanmu murah sekali?" ledek Dira pada Ema karena melihat Ema yang terus menangis sejak dia membuka matanya tadi.
"Terimakasih sudah bertahan di sini nona hiks...hiks..." tak menghiraukan celotehan sang nona kecilnya, Ema justru menubruk tubuh Dira dan memeluknya cukup erat, mungkin karena rindu atau saking sayangnya hanya Ema yang tahu rasanya.
"Sssshhhh" desis Dira a saat Ema memeluknya terlalu erat dengan kondisi tubuhnya yang masih terasa sakit semua.
"Eh... maaf nona, saya tidak sengaja" Refleks Ema melepaskan pelukannya mendengar nona kecilnya mendesis, mungkin karena pelukannya yang cukup erat pikir Ema.
"Kamu berlebihan Em,saya baik-baik saja. Hanya tubuh ini terasa kaku semua jadi membuatku sedikit kesusahan bergerak membalas pelukan mu tadi hehe" canda Dira melihat kekhawatiran di wajah Ema.
Ema justru melebarkan matanya mendengar jawaban nona kecilnya, masih sempat-sempatnya dia bercanda dalam kondisi seperti ini.
Tapi Ema bersyukur nona kecilnya sudah bisa bercanda, berarti tidak ada yang perlu di khawatirkan, Hanya tinggal menunggu pemeriksaan dokter saja.
"Sudah jangan banyak bicara dulu nona, nona baru sadar. Apa nona haus?" tanya Ema karena pasti tenggorokannya kering lima hari tanpa air melintasinya.
Dira menganggukan kepalanya, segera Ema mengambilkan air dan meminumkannya pada Dira.
"Ceklek" bunyi suara pintu di buka dan masuklah seseorang yang membuat Dira memicingkan matanya
__ADS_1
"Kamu....
Kira-kira siapa ya yang buka pintu ruang inap Dira????