
FLASHBACK
"Ck..." Dira berdecak seraya mengejek lelaki di hadapannya. Buaya konon? Casanova lah tapi menyek-menyek kaya tahu di penyet.
"Sudahlah. Tidak perlu basa-basi lagi. Apa tujuan anda pak Bian yang terhormat datang ke sini?" tanya Dira tegas
"Sumpah nona, saya hanya khawatir pada nona. Makanya saya ngikutin nona dati rumah singgah tadi sampai kesini" jawab Bian jujur, karena memang itu kenyataannya.
"Jadi kita apakah dia Lady?" tanya Bela kemudin
"Lady???" lirih Bian dengan kerutan di dahinya, sepertinya dia mengenal sebutan itu. Apakah mungkin......?? Ah sepertinya tidak mungkin dengan wajah cantiknya serta penampilan berhijab bisa menjadi yang Bian maksudkan. Bian segera menggelengkan kepalanya membuyarkan pikiraanya.
"Hmmm..biar saya pikir dulu" jawab Dira seraya menaruh jari telunjuknya di bibirnya
"Ah...saya Tahu" celetuk Dira kemudian
"Apa itu nona?" tanya Bela
"Jangan yang aneh-aneh ya nona Dira. Saya benar-benar tidak ada maksud apa-apa, sumpah. sekali lagi saya tekankan jika saya hanya khawatir padamu" ujar Bian
__ADS_1
"Sebentar saya telepon seseorang dulu" jawab Dira, lalu Dira mau ngambil handphonenya dari dalam sakunya dan menelepon seseorang di seberang sana. Selang 10 menit orang yang ditelepon Dira tadi sudah sampai.
"Pak saya titip orang ini di sini ya, jangan biarkandia pergi kemanapun sampai saya nanti kembali lagi ke sini. mengerti Pak ?" titah Dira tegas pada dua security-nya
"Siap bu Dira" jawab dua security itu bersamaan.
"Oh dan pak Bian, apa saya boleh meminta tolong?" tanya Dira kini menatap Bian, sedangkan Bian mengangguk pasti sebagai jawaban dari pertanyaan Dira tadi.
"Apa itu nona?" tanyanya sumringah
"Bisa saya titip perusahaan saya sebentar? saya ada urusan yang harus saya selesaikan sekarang" jawab Dira sambil tersenyum manis di depan Bian. Bian yang mendapati senyuman manis Dira menjadi meleleh hatinya, Ahhh wanitaku ini mengemaskan sekali pikiran Bian kira-kira seperti itu hehe.
"Tentu. Tapi nona mau kemana?" jawab Bian lalu di lanjutkan dengan pertanyaan lagi
"Ya pergilah nona, perusahaan aman di tangan Biantara Rahaja" ujar Bian membanggakan diri sambil menepuk bahu kanannya membuat Dira dan yang lainnya memutar bola matanya malas.
"Tapi nona..." lanjut bian menggantung kalimatnya membuat Dira mengernyitkan keningnya
"Berjanjilah untuk kembali dengan selamat, oke" ujar Bian mulai dengan mode genitnya menaik turunkan alisnya yang tebal bak orang arab ini, padahal wajahnya gak ada arab-arabnya.
__ADS_1
"Tentu. Pasti saya akan kembali dengan selamat pak Bian,lagian saya mau kemana juga" jawab Dira sekenanya
Lalu Dira dan yang lainnya melangkahkan kaki ke luar, belum sampai pintu tapi Bian sudah berteriak kembali
"Hati-hati nona Dira, jaga hati dan jiwamu untuk Biantara seorang ya" ujarnya sambil teriak, untung pintunya belum di buka jadi yang di luar ruangan tidak sampai mendengar teriakkan Bian tadi.
Dira hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Bian yang kekanakan, tapi anehnya kenapa banyak perempuan canti yang kecantol sama Casanova kadal macam dia.
FLASHBACK END
"Oh jadi pak Bian yang menjaga di sana, saya yakin akan aman nona" ujar Ema seraya memuji Bian, Dira memicingkan matanya menatap Ema
"Nona jangan salah faham, saya hanya yakin dengan kemampuan pak Bian tidak lebih. Lagipun saya yakin nona tidak melepas pak Bian sendiri di sana" jawab Ema memastikan pada Dira
"Ya kamu benar Em, kamu terlalu mengenal saya" jawab Dira lalu menjelaskan bahwa dia menarik sebagian anggotanya dari timur untuk berjaga di sekitar perusahaan, bahkan ada yang menyamar mejadi OG dan karyawan perusahaan agar lebih mudah memantau musuh.
Dira benar-benar sudah mempersiapkan sedemikian rupa untuk berjaga-jaga, semoga pertempuran ini tidak memakan korban, atau bahkan kalau bisa di musyawarahkan, ya walaupun mustahil bicara musyawarah dengan sekelas mafia macam Hamzah itu.
Jeng jeng jeng...
__ADS_1
ko gak perang-perang sih thor?
iya nih, tungguin aja part selanjutnya ya.....