
Hari ini Anjani mulai mencari pekerjaan lagi,
namun Anjani berangkat sendiri karena Tania sudah mulai bekerja di tempat saudaranya,
bukanya tak mau mengajak Anjani kerja di tempat saudaranya tapi memang belum ad lowongan lagi dan Anjani memaklumi itu,
apalagi bekerja di tempat kantoran mungkin sangat awam bagi Anjani,
memegang komputer saja hanya kalau lagi ada praktek saja itupun hanya ilmu-ilmu dasar saja yang di ajarkan di sekolahnya dulu,
Anjani cukup cerdas di sekolahnya, bahkan ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negri,namun Anjani menolak dengan alasan harus segera bekerja untuk membantu perekonomian keluarga katanya waktu itu,mungkin nanti ketika ia sudah punya tabungan yang cukup bisa melanjutkan kuliah agar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi, namun untuk sekarang keluarganya adalah yang utama, semenjak ayahnya meninggal 4 tahun silam Anjani memang sudah harus terbiasa membantu ibunya berjualan kue keliling sekedar untuk membantu ibunya.
seharian berkeliling Anjani masih belum mendapatkan pekerjaan juga,
kakinya sudah terasa lelah, bunyi perut keroncongan tanda ingin segera di isi
ia memilih beristirahat di warung makan pinggir jalan sekedar mengisi perut dan mengistirahatkan kakinya yang sudah lelah berjalan,
"bu nasi sama telor balado satu ya,
minumnya teh hangat tawar saja" pesan Anjani kepada pemilik warung dan segera di iyakan oleh pemilik warung tersebut
"ok siap neng, silahkan duduk dulu" kata ibu pemilik warung dengan ramah
setelah makanan datang Anjani segera melahap makanan tersebut dengan mengucapkan basmalah,
makan dengan apapun akan terasa nikmat ketika kita benar-benar lapar bagi Anjani.
Setelah selesai dan membayar makanannya Anjani keluar dari warung makan tersebut dan menuju masjid terdekat yang ia tanyakan kepada pemilik warung tadi,
ia tak pernah lupa akan kewajibannya sebagai hamba Allah, setelah selesai shalat ia menengadahkan tangan berdoa dan memohon kemudahan untuk di permudah dalam segala urusannya.
Setelah di rasa cukup Anjani keluar dari masjid dan hendak beranjak pergi namun tanpa sengaja ia melihat ada ibu-ibu berteriak
"tolooooong...toloooong tas saya di jambret" ucapnya lantang meminta pertolongan
sedangkan Anjani melihat ada dua pemotor yang terdiri dari dua laki-laki dengan kecepatan penuh membawa tas,
mungkin itu penjambretnya pikir Anjani
dengan segera anjani melepas sepatunya dan melempar ke pemotor yang tadi dan sangat tepat mengenai pengendara motor tersebut hingga akhirnya terjatuh,
__ADS_1
ia segera berlari menuju jambret tersebut,
dengan berani mengambil tas ibu tadi,
jambret di buat tak berdaya karena langsung di kerumuni oleh warga disana yang mendengar ibu tadi berteriak,
Anjani mengahmpiri ibu tadi dan menyerahkan tas
"ini tasnya bu" ucap Anjani sambil ngos-ngosan
"terimakasih nak terimakasih,
kamu sangat berani sekali tadi" ucap ibu tersebut dengan penuh haru
" iya bu sama-sama,
saya juga tidak tahu, tiba-tiba saja saya melakukannya hehe" Anjani berujar sambil memamerkan giginya
" ah iya apa pun itu,saya tetap mengucapkan terimakasih padamu,tas ini sangat penting karena di dalamnya banyak berkas penting,
entah apa yang terjadi kalau kamu tidak menolong saya nak,
ah iya siapa namamu?" tanya ibu-ibu itu
"saya Marina panggil saja bu Rina nak" jawab ibu tersebut
"oh iya bu Rina"
ibu tersebut merogoh tasnya dan mencari-cari sesutu di dalamnya
mengeluarkan beberapa lembar uang Merahan dan menyerahkan kepada Anjani
"tolong terima ini nak, sebagai tanda terima kasih saya karena kamu menolong saya" ucap ibu itu tersenyum
dengan segera anjani menolak uang tersebut
"oh tidak usah bu,saya ikhlas ko nolongin ibu tadi,lagipun kita harus saling tolong menolong sesama kan bu" menolak uang tersebut dengan halus takut bu Rina tersinggung
"oh ya sudah kalau begitu,
kamu benar-benar orang baik nak Anjani"
__ADS_1
"panggil Jani saja bu biar tidak kepanjangan hehe" potong Anjani
" ya baiklah nak Jani kalau begitu,
tapi kalau kamu perlu sesuatu bilang saja sama saya pasti nanti akan saya bantu,
kamu tinggal dimana nak?
biar saya antar sekalian" ujar bu Rina menanyakan alamat rumah Anjani
"sy tinggal di rumah teman saya bu,
tidak usah mengantar saya pulang bu,
terimakasih tawaran nya tapi saya masih harus mencari pekerjaan,
karena tempat kerja saya yang lama sudah tutup bu" jawan Anjani sambil mengatupkan tangan di depan dadanya
"oh kamu sedang mencari pekerjaan nak Jani,
sebenarnya saya sedang memcari asisten rumah tangga karena Art di rumah saya berhenti karena sudah sepuh dan memilih tinggal di kampung bersama keluarganya,
itupun kalau kamu mau nak" ujar bu Rina menawarkan kepada Anjani
"yang benar bu?
mau Bu saya mau,saya kerja apa aja yang penting halal dan bisa untuk biaya ibu dan adik saya di kampung bu" jawab Anjani cepat penuh semangat
"wah kamu anak yang berbakti juga ya ternyata,masih muda sudah memikirkan keluarga
ya sudah kalau kamu mau,kamu bisa mulai bekerja besok,kamu akan tinggal dirumah saya soalnya saya kurang suka kalau punya Art yang pulang-pergi,kamu beesedia?"
Anjani sedikit berfikir dan menjawab
"baiklah bu saya bersedia" dengan sedikit lemah karena ia memikirkan Tania
"baik ini alamat rumah saya,
kamu bisa datang besok ya Jani" ucap bu Rina sambil menyerahkan kartu namanya.
"baik bu" jawab Anjani menerima kartu nama tersebut
__ADS_1
lalu ibu itu pergi dan Anjani pun beranjak pulang.