Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Dara Putih 3


__ADS_3

Aku akan perintahkan diriku dan mengatakan bahwa aku mampu!


Aku akan mengalahkan keraguan,


Perasaan takut,


perasaan minder,


Perasaan tidak enakan


dan menukarnya dengan keberanian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rania terus menggelengkan kepalanya membuat Dira sulit mengerti.


Lagi, Dira menggenggam tangan Rania erat.


"Tatap saya Ran" perintah Dira tegas, lalu Rania memberanikan diri menatap bosnya itu dengan ragu-ragu hingga wajah mereka saling berhadapan.

__ADS_1


"Jangan takut. ada aku. Aku akan membantumu" ujar Dira tulus dan penuh keyakinan.


Rania masih menatap bosnya itu seperti tidak percaya,


"Saya janji akan membantumu jika kamu mau" ujar Dira lagi


namun Rania masih tetap diam seribu bahasa. Dia hanya terus menunduk dan meremas jari-jemarinya seperti orang ketakutan, atau mungkin Rania ragu dengan pernyataan bosnya tadi? entahlah.


Dira memegang bahu Rania lembut,


"Kamu mau saya bantu?" tanya Dira lagi karena tak kunjung mendapat jawaban dari Rania, tapi kali ini Rania mengangguk ragu. Entah apa yang di ragukanya. Dira tersenyum melihat jawaban Rania meski hanya anggukan kepala.


"Oke Rania, saya panggil saya Rani aja ya. Saya tahu kamu biasa menggunakan nama Nia tapi saya lebih suka Rani" ujar Dira awalnya untuk mencairkan suasana agar Rania tidak terlalu tegang.


Namun Rania justru malah terdiam dan tubuh sedikit bergetar, Dira Mendesah pelan melihatnya dan segera memeluknya.


"Hei jangan takut... Jangan takut, oke. Saya akan menjagamu jadi jangan takut oke" ujar Dira mencoba menenangkan Rania.Dira menguraikan pelukan mereka dan memastikan jika Rania sudah tidak takut lagi.


Melihat Rania yang sudah tenang, Dira melanjutkan pertanyaannya yang tadi

__ADS_1


"Jadi...?" Tanya Dira menatap wajah Rania yang sedikit basah.


Seperti mengerti dengan pertanyaan Dira, Rania memulai ceritanya. Dari awal hingga akhir tidak ada yang terlewat.


Rasa sakit itu, bukan hanya fisiknya yang di siksa tapi batinnya juga.


Dengan keberanian yang Dira berikan dia menunjukkan semua luka, bahkan bekas luka yang sudah lama mengering dan luka baru, baru semalam luka itu di buatnya jadi masih terlihat jelas biru kemerahan. Dira sampai meringis di buatnya, bahkan dia tak menyangka lukanya akan sebanyak dan separah itu. Hanya karena rasa takut, takut di tinggalkan, takut menjanda,takut hidup sendirian karena Rania hanya sebatang kara, di mampu menahan semua kesakitan ini.


Setelah selesai mendengarkan semua cerita Rania. Dira memutuskan untuk membawa Rania ke rumah sakit guna melakukan visum untuk bukti ke pihak berwajib dan untuk ke pengadilan agama nanti karena Rania mengatakan jika dia sudah tidak tahan dan ingin segera berpisah dri suaminya.


Semua proses di mudahkan karena dokter yang menangani visum Rania adalah teman Dira di rumah singgaj, jadi semuanya sudah di urus dengan baik oleh temanya itu, Dira hanya tau beres saja dan menyelesaikan administrasinya.


Dira mengantarkan Rania pulang, ya Rania di suruh pulang dulu untuk meminta pisah baik-baik pada suaminya. Jika tidak bisa, Dira akan mengurus semuanya karena semua surat-surat yang di perlukan sudah di pegang Dira saat mengantar Rania pulang tadi.


Seperti dugaan Dira, suami Rania tidak mau melepaskan Ranai begitu saja dan dia justru malah menyiksa dan mengurung Rania di dalam kamarnya. Dari mana Dira tahu semua itu? tentu dari kamera pengintai dan penyadap suara yang dia pasang di berbagai sudut saat mengantar Rania kemarin. Dira benar-benar sudah menyiapkan sedemikian rupa untuk menyelamatkan Rania.


Dengan bukti dan saksi yang Dira miliki dia mampu menyelamatkan Rania dari kejahatan suaminya, dan dari saat itu Rania ikut Dira dan mendirikan DARA PUTIH, perkumpulan perempuan-perempuan tangguh yang tertutup oleh ketidak mampuannya dan dengan berani Dira mengajak mereka dengan bergabung dan mendidik mereka untuk menjadi perempuan mandiri dan tangguh di segala masalah dan Medan apapun.


Sejak saat itulah Dara Putih berdiri dan terus bertambah dan berkembang pesat, menerima perempuan-perempuan yang ingin bergabung dengan alasan yang tepat, bukan hanya asal bergabung dan tidak dengan alasan yang masuk akal. Seperti waktu itu pernah kejadian, ada perempuan datang mengenaskan dengan luka di seluruh wajahnya. Dia mengaku jika dia adalah perempuan tertindas oleh keluarganya jadilah dia di terima di Dara Putih, tapi nyatanya setelah dia menjadi tangguh dan mandiri justru dia malah balas dendam pada keluarganya dan si**nya ternyata dulu dia di usir dri rumah karena ingin menguasai harta kekayaan orang tuanya dan berselingkuh dengan kakak iparnya sendiri, hingga membuat ayahnya murka dan menampar anaknya. Jadi semua luka itu adalah hasil dari perbuatannya sendiri.

__ADS_1


Semenjak itu juga Dira menjadi lebih selektif untuk memilih dan menerima anggotanya.


Hingga kini Dara Putih mampu menguasai sebagian organisasi bawah tanah, dan di segani oleh mafia-mafia karena namanya DARA PUTIH.


__ADS_2