
Sampai di kantor polisi,Bagus di bawa ke ruang interogasi untuk di mintai keterangan. Bagus memilih diam dan menunggu pengacaranya datang. Tadi dia meminta menelepon pengacaranya untuk mendampinginya.
Saat pengacaranya datang, barulah interogasi berjalan sesuai prosedur kepegawaian. Bagus menjawab apa yang ia tahu,dan menyangkal apa yang memang ia tidak lakukan. Namun si**nya semua bukti mengarah ke Bagus, bagaimanapun ia mengelak tapi berdasarkan bukti Bagus di nyatakan bersalah dan harus di tahan hingga persidangan nanti.
"Maaf pak Bagus,saya tidak bisa membantu banyak. Semua bukti mengarah kepada bapak,dan saya harus kooperatif. Sungguh saya sangat menyesal pak" ucap pengacara itu tidak dapat membantu Bagus.
"Tidak apa-apa pak,bapak sudah melakukan yang terbaik. Biarlah aku menjalani semua prosedurnya,saya tidak bersalah,jadi saya yakin tidak lama lagi akan segera di bebaskan" jawabku dengan lirih. Kemudian dia undur diri,masih banyak kerjaan katanya.
Saat tengah duduk dan berpikir petugas datang menghampiri,
"Pak Bagus, ada yang ingin menemui bapak, silahkan ikuti saya " petugas membawaku ke ruangan khusus. Ada mamah, papah dan papah Hamzah.
"Papah Hamzah? darimana ia tahu aku di sini?" tanyaku dalam hati
__ADS_1
"Papah kebetulan ada pekerjaan di sini dan kebetulan sekali papahmu mau kesini,jadi papah ikut ingin melihat keadaanmu" Seperti mengerti papah Hamzah bicara begitu saja.
"Oh iya pah, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk kesini" kemudian di jawab anggunkan olehnya. Ku dudukkan tubuhku di depan papah dan mamah,
"Anak-anak bagaimana mah?" aku khawatir akan psikis Putri dan Mita. Semoga mereka baik-baik saja. Semoga mereka tidak mendapat bulian karena ayahnya yang di jadikan tersangka. Ah aku rindu mereka.
"Mereka baik, sudah kamu jangan pikirkan mereka. Mereka aman di rumah dan ada Ema juga yang selalu bersama mereka" jawab mamah
"Ini bagaimana ceritanya kamu bisa di tuduh melakukan pencucian uang nak?" kini papah membuka suaranya dengan pertanyaannya.
"Ya enggak lah pah" jawabku
" Aku juga enggak tahu pah, tiba-tiba ada beberapa petugas sidak dan pimpinan masuk ke ruanganku dan mengatakan bahwa aku telah melakukan hal tersebut"
__ADS_1
Dan ku jelaskan kronologisnya dari semua kejadian dari awal hingga akhir,hingga bisa berada di dalam sel.
"Bagaimana mungkin semua bukti bisa mengarah padamu nak jika kamu tidak melakukannya" mamah berucap demikian seakan percaya aku melakukannya.
"Demi Allah mah,aku tidak melakukannya" ucapku dengan yakin.
"Kami percaya nak, sepertinya ada yang sengaja menjebakmu di sini" pemikiran papah sama seperti ku, ini seperti sudah di setting. Semua bukti di temukan di ruanganku dan si**nya semua bukti bisa memgarah padaku yang bahkan aku yakin semua barang itu bukan milikku,tapi bisa tiba-tiba ada di ruanganku.
"Lalu bagaimana kata pengacaramu nak?" tanya mamah
"beliau pun tak bisa melakukan apa-apa, karena memang semua bukti yang di temukan mengarah padaku" jawabku
"Bagaimana mungkin ada bukti transfer uang sebanyak itu mah sementara aku sama sekali tidak pernah menerima transfer uang sebanyak itu masuk ke dalam rekening ku" jelasku pada mereka.
__ADS_1
Hening,kami saling diam dan berfikir. Sedangkan aku masih menerka kira-kira siapa yang tega melakukan fitnah keji ini keapadaku?, Ahh rasanya aku benar-benar tidak memiliki musuh, atau aku yang sebenarnya tidak tahu jika sebenarnya memang ada yang mengincar ku?