Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Pak Satya


__ADS_3

Mozaik mozaik itu akan membangun siapa dirimu dewasa nanti,


Lalu, apa pun yang kau kerjakan dalam hidupmu akan bergema dalam keabadian. Maka, berkelanalah di atas muka bumi inj untuk menemukan mozaikmu.


Hari ini sesuai janjiku pada Yuni tadi, aku akan memggantikan dia menemui big bos. Berbekal alamat yang di berikan temanku itu ku telusuri jalan menggunakan google map menggunakan motor skuter kesayanganku. Motor ini hadiah dari kakek wahyu waktu itu aku di terima di kampus neger, semenjak aku masuk kuliah hingga menemani kemanapun aku pergi.


Tadi aku sudah menelpon mba Ema jika aku akan pulang terlambat karena harus mengantarkan berkas pada bos,karena papah tidak mengangkat teleponnya makanya hanya ku kirimi pesan saja. Yah,biar bagaimanapun di adalah orang tuaku tentu aku harus menghormatinya.


Ku nikmati jalanan sore yang tidak terlalu ramai ini karena belum waktu masuk jam pulang kerja. Setengah jam menempuh perjalanan, kini kuda besiku memasuki perumahan Elit, sesuai dengan alamat yang ku tulis di google map tadi. Mencari nomor rumah yang sesuai hingga motorku berhenti di rumah besar dengan pagar menjulang tinggi,dari luar terlihat rumah yang di dominasi cat warna putih, itu tampak asri karena banyak tanaman menghiasinya,di tambah air terjun buatan membuat semakin adem melihatnya.


Ku pencet bel di samping gerbang, tak lama sekuriti menghampiri ku dan membuka sedikit pintu gerbangnya


"Ada yang bisa di bantu neng?" tanyanya


"Em begini pak, saya perwakilan karyawan kafe Kejora cabang tiga mau bertemu bos, dan saya sudah membuat janji sebelumnya " ujarku menjelaskan maksud dan tujuanku.


"Oh begitu,baik tunggu sebentar ya mba saya sampaikan dulu sama bosnya" jawab sekuriti itu kemudian berlalu masuk ke rumah gede itu sementara aku masih menunggu di depan gerbang.

__ADS_1


"Eh buset..mau ketemu orang aja harus laporan dulu kaya orang penting aja" celetuku tanpa sadar menyindir papahku sendiri hihi...


" Iya ya emang sama persis ketika ada tamu di rumah pasti laporan dulu sama papah, tamunya penting atau enggak,mau nemuin atau enggak,nah sekarang anaknya yang di perlakukan sama sama orang lain haha ada-ada saja aku ini" gumamku serasa menatap rumah besar di depanku.


Sebenarnya rumahku,eh maksudnya rumah papahku juga besar,mungkin satu dua jika di bandingkan dengan rumah ini. Cuma gak tahu kenapa,rumah ini terlihat lebih adem aja. Atau emang akunya aja yang merasa gak nyaman,entahlah.


"Mbak..mbak.." panggil pak sekuriti membuyarkan lamunanku.


"Eh iya pak,maaf tadi saya melamun"


"Jadi gimana pak?" tanyaku pada sekuriti


" Ini pak Satya, asistennya pak bos. Nanti embaknya di antar sama pak Satya ke dalam ya mbak" pak sekuriti memperkenalkanku pada lelaki tegap,gagah di depanku.


"Sempurnanya ciptaanmu y Allah" gumamku lirih,tapi masih terdengar sepertinya oleh pak Satya,


"Apa mbak?" tanyanya menatap wajahku penuh selidik.

__ADS_1


" Ah enggak apa-apa mas,eh pak, maaf" aduh,kok jadi nervous gini sih,sadar Dira...sadar. Semua lelaki di dunia ini sama saja, kecuali kakek wahyu,ingat itu.


Ku lihat pak Satya itu berjalan masuk meninggalkan ku sendirian di depan pintu,


"Eh buset gue di tinggal sendirian,ini gue harus gimana ya?" tanyaku pada diri sendiri, bingung kaaan di tinggal di rumah asing begitu saja tanpa ada perintah.


"hei..kamu ma di situ terus atau mau ketemu bos" teriaknya dari dalam, membuatku berjingjit kaget.


"Ya bilanh kek ikuti saya atau apa biar gue gak bingung" Gerutuku dalam hati


"Udah gak usah ngegerutu gitu, cepetan jalan" titahnya lalu melanjutkan jalan lalu ku ikuti saja pak Satya yang kaku kaya batu ini haha...


Kami jalan dalam keheningan,tak ada percakapan atau apa pun itu,hanya suara ketuk sepatu yang terdengar menggema di rumah ini.


"Deg-degan juga mau bertemu dengan bos ya pak" ucapku pada pak Satya memecah keheningan.


Dia melirikku tajam taj merespon dan kembali berjalan menyusuri rumah ini,

__ADS_1


"Jauh amat ya pak,dari tadi jalan gak sampai -sampai" ucapku lagi-lagi dan lagi-lagi pula tak di respon oleh oak Satya.


Gila...gue di cuekin dari tadi guys.. biasanya gue yang nyuekin cowok. Lah ini gue di cuekin om-om hihi..dalam hati merutuk diri sendiri.


__ADS_2