Om Dokter Sarang Hae

Om Dokter Sarang Hae
Ujar piton yang karatan


__ADS_3

" Jadi hari ini, si Pipit ngapain uncle? Ngidam apa dia hari ini? " tanya Armell setelah Bryan puas memeluk dan menghirup bau tubuh Seno.


" Adik dan calon ponakan kamu memang ajaib. Dia tadi habis manjat pohon mangga yang ada di halaman belakang rumah besar. " sahut Bryan.


" WHAT? "


" Apa? " pekik Seno dan Armell bersamaan karena sama-sama terkejut.


" Kalau itu, benar-benar ajaib. Pohon mangga di belakang rumah itu tinggi loh. Lo aja nggak pernah berani manjatnya. " ujar Seno sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Makanya gue juga nggak habis pikir. " sahut Bryan.


" Uncle nggak kasih tahu dia kalau itu bahaya buat kandungannya? " tanya Pipit.


" Tadi udah aku omeli habis-habisan. Tapi dia bilangnya, baby nya yang mau makan rujak di atas pohonnya langsung. Dia bilang, kalau nggak di turuti, takut anaknya ileran. " jawab Bryan.


" Bener juga sih. Untung, kamu nggak seperti itu, baby. " ujar Seno sambil mengelus pipi Armell lembut.


" Iya, kalau aku mah ngidamnya bikin mas enak terus ya. " sahut Armell.


" Istriku emang Ter the best. " jawab Seno sambil tersenyum.


" Emang ngidam apa yang bikin suamimu enak? Di mana-mana, yang namanya ngidam pasti nggak ada yang enak. " sahut Bryan.


" Lo nggak tahu aja. Tiap malam, dia ngajakin gue olahraga mulu. Mana lagi yang nggak enak? " jawab Seno.


" Sia*! Gue udah satu bulan puasa. Bini gue nggak mau olahraga malam. Gue sentuh aja, tanduknya langsung keluar. " curhat Bryan.


" Kasihan si mantan Casanova. " ucap Seno sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum penuh ejekan.


" Rese Lo. " umpat Bryan.


" Uncle, kenapa nggak nyobain cara baru? " tanya Armell.


" Cara baru? " tanya Bryan sambil mengernyitkan dahinya.


" Hem. " sahut Armell sambil berdehem. " Uncle, bilang aja kalau yang mau baby nya. uncle B kan juga ikutan ngidam selama ini. Pasti si Pipit mau. " lanjutnya.


Senyum tipis terbit dari sudut bibir Bryan. " Boleh juga. "

__ADS_1


🧚


🧚


Tiga minggu waktu berlalu tanpa terasa. Meskipun usia kandungan Pipit sudah menginjak usia tiga bulan, tapi ngidam yang di rasakan Bryan juga Pipit masih tetap mereka rasakan.


Setelah malam waktu Bryan di beri ide oleh Armell, Bryan pun melaksanakan ide itu. Meskipun melalui berbagai rayuan, dan berakhir dengan alasan ngidam yang akhirnya membuat Pipit pasrah karena tidak mau anaknya ileran, pipitpun memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri.


Flash back on


" Honey, udah lama loh kita nggak olahraga malam. " bujuk Bryan.


" Pipit capek abang...Tadi habis kuliah seharian. "


" Masak sih capek? Semenjak hamil kan kamu kayak strong woman. Kamu nggak pernah capek. Tiap pagi bersihin rumah, sampai ke halaman belakang, udah gitu kuliah, pulang kuliah masih manjat pohon. " ujar Bryan. " Ayo dong, honey...Ular pitonku bisa-bisa benar-benar karatan kalau gini caranya..." rengek Bryan.


" Bagaimana bisa ular piton karatan? Kalau ular pitonnya abang karatan, berarti cuma manekin. " sahut Pipit masih sambil tidur membelakangi Bryan.


" Honey...." bujuk Bryan. Kini tangan Bryan juga mulai ikut membujuk. Tangannya sudah mulai merayap di tubuh istrinya.


" Abang, ah ..Awas tangannya. " ujar Pipit sambil menepis tangan Bryan yang merayap di tubuhnya.


" Nggak dosa soalnya Pipit nolaknya baik-baik. "


" Honey...Udah satu bulan ini senjataku nggak pernah terasah. "


" Yang penting sebelum-sebelumnya kan sudah terasah dengan baik. Buktinya, kecebongnya sudah ada di perut Pipit. "


Bryan menghela nafas panjang. Ia menarik tangannya dari tubuh Pipit. Ia menjauhkan tubuhnya dari Pipit. Lalu ia berpikir sesaat cara yang lain. Lalu tiba-tiba ia teringat akan ide dari kakak iparnya.


Bryan tersenyum tipis.


" Hah, anakku...Maafkan Daddy yang nggak berhasil melakukan apa yang kamu inginkan. Daddy tidak berhasil merayu bunda kamu. Kamu kalau udah lahir besok jangan ileran ya nak. " ucap Bryan dengan nada sedih dan sendu.


Mendengar itu, Pipit langsung membalikkan badannya dan menghadap ke Bryan.


" Abang ngidam? " tanya Pipit sambil mengedipkan kedua matanya sehingga bulu mata lentiknya bergoyang.


Bryan mengangguk sambil melirik ke arah istrinya, tapi ia tetap berakting dengan wajah sendunya.

__ADS_1


" Kenapa Abang nggak bilang dari tadi kalau Abang lagi ngidam pengen ngajakin Pipit kel**? Pakai acara belibet kesana kemari. Pipit nggak mau kalau sampai anak Pipit ileran. Ih jorok. Masak bundanya cakep gini, Daddy-nya bule, anaknya ileran. " cerocos Pipit sambil membuka bajunya satu persatu, membuat Bryan tersenyum dalam hati sambil menelan salivanya susah payah. Akhirnya, setelah satu bulan lebih ia berpuasa, buka juga.


Setelah melepaskan bajunya semua tanpa tersisa, tiba-tiba Pipit terdiam. Ia nampak berpikir.


" Abang..." panggilnya.


" Iya." jawab Bryan dengan suara beratnya karena ia sudah menahan gai***nya.


" Kata orang-orang, berhubungan suami istri saat awal kehamilan itu berbahaya. Bisa menyebabkan keguguran. Bahkan dokter kandungan sering bilang kalau tidak boleh berhubungan dengan suami dulu saat trimester pertama. " ujar Pipit sambil menoleh ke arah Bryan yang juga sudah bersiap-siap dengan membuka kaosnya.


" Tidak semua perempuan hamil di larang berhubungan dengan suaminya. Hal itu hanya berlaku jika kehamilannya lemah. Tapi kamu dan anak kita saat ini sangat sehat. Jadi tidak masalah kalau kita berhubungan. Dan kamu jangan lupakan, siapa suamimu ini. Suamimu adalah seorang dokter serba bisa. Aku tahu batasan supaya kandunganmu aman. " jawab Bryan.


" Iya deh. " sahut Pipit setelah ia berpikir beberapa detik.


Lalu, di mulailah malam panjang yang sudah satu bulan ini selalu saja menjadi malam yang pendek. Bryan melakukannya dengan sangat lembut dan perlahan. Ia memilih cara aman, dengan miring lalu menyuruh Pipit berada di atasnya. Di awali saling mencium, memag**, kemudian di akhiri dengan penyatuan yang sangat indah.


Meskipun karena hormon kehamilan, Pipit tidak begitu berga**** dan tidak begitu menginginkan bercin** dengan sang suami, tapi Pipit tetap melakukannya sepenuh hati karena ia tidak ingin membuat anaknya ileran.


Setelah beberapa waktu, akhirnya Bryan mende*** panjang menyemburkan lahar panasnya ke dalam perut istrinya. Bahagia itulah yang di rasakan seorang mantan Casanova, Bryan.


Pipit yang sudah mengantuk, memejamkan matanya tanpa memakai pakaiannya terlebih dahulu. Bryan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya juga tubuh istrinya yang masih sama-sama polos. Ia kecup kening istrinya, lalu menyingkirkan beberapa helai anak rambut yang menutupi pipi istrinya.


Bryan memandangi wajah istrinya yang sedang tertidur pulas. Menurut Bryan. Tapi entah Pipit memang benar-benar sudah tidur atau belum, Bryan mana tahu.


Ia tersenyum lalu mengusap perut Pipit yang sedikit membuncit itu. Bryan membuka selimut sedikit, lalu mengangsurkan tubuhnya ke bawah, sehingga kepalanya berada di depan perut Pipit. Ia kecup perut Pipit beberapa kali dan mengusapnya lembut.


" Baik-baik di dalam sana ya nak. Daddy sayang sama kamu. Dan maafkan Daddy yang membawa-bawa kamu untuk merayu bundamu supaya mau menghabiskan malam yang panjang dengan Daddy. " ucap Bryan di depan perut istrinya.


' Jadi kamu bohong sama aku bang? Awas aja ya..!!!' batin Pipit yang merasa di tipu.


Ternyata Pipit belum benar-benar tertidur. Ia masih bisa mendengar ucapan suaminya ke anaknya.


Huh. Rasain kamu Bryan....🤣🤣🤣🤣


Flash back off


***


bersambung

__ADS_1


__ADS_2