Om Dokter Sarang Hae

Om Dokter Sarang Hae
Bertemu teman lama


__ADS_3

Malam tepat habis magrib, Bryan sampai di kediaman Adiguna. Ia sudah mengenakan setelan jas dan celana bahan berwarna hitam, dan berdasi berwarna maroon. Rambut yang di sisir klimis, serta parfum yang sangat wangi. Sungguh penampilan yang perfecto Bryan malam ini.


" Assalamualaikum ma. " sapa Bryan saat tiba di ruang tengah dan melihat mama Ruth baru turun dari lantai 2.


" Waalaikum salam...Eh, udah sampai kamu. " sapa mama Ruth balik. " Tunggu dulu bentar. Istrimu sebentar lagi turun. Mama baru selesai mendandaninya, sesuai permintaan kamu. "


Bryan tersenyum, lalu memeluk mama Ruth, " Mama emang paling the best. "


" Wangi banget kamu Bry. Jangan-jangan parfum kamu habisin sekalian ini. " canda mama Ruth.


" Momen spesial, ya harus spesial. Wanginya juga spesial dong ma. Bryan ingin memberikan istri Bryan hal yang seharusnya Bryan berikan sebelum menikahinya. " ujar Bryan.


" Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. " sahut mama Ruth di iringi tawa.


Tap....Tap ..Tap...


Bunyi sepatu menuruni tangga. Bryan dan mama Ruth menoleh ke arah tangga bersamaan.


" Itu dia sang putri sudah siap. " ucap mama Ruth.


Bryan berjalan menghampiri Pipit yang hampir selesai menuruni tangga. Bryan mengulurkan tangannya untuk menyambut sang istri. Pipit tersenyum lalu menerima uluran tangan Bryan.


" Gimana karya mama? Cantik kan? " tanya mama Ruth.


" Perfect. " sahut Bryan mantap. " Ma, sepertinya kami langsung berangkat sekarang. Takut kemaleman, malah nggak kesampaian tujuannya. " pamit Bryan sambil menjabat tangan mama Ruth dan mencium punggung tangannya.


" Heem. Hati-hati bawa anak mama. " pesan mama Ruth.


" Siap, komandan. " sahut Bryan tersenyum.


" Pipit pergi dulu ya ma. Pipit juga nggak tahu mau di ajak Abang kemana. " pamit Pipit yang juga menyalami mama Ruth dan mengecup punggung tangannya.


" Udah, kamu ikut suamimu saja. Yakin, dia akan membahagiakanmu malam ini. " ucap mama Ruth, lalu saling cipika-cipiki sama Pipit.


Pipit mengangguk, lalu Bryan kembali menggandeng tangannya dan di bawa ke mobil.


" Abang sengaja ya mau ngerjain Pipit? " protes Pipit.


" Ngerjain gimana, honey? "


" Ini. " Pipit menunjukkan high heels yang sedang ia kenakan. " Abang kan tahu Pipit nggak begitu bisa jalan pakai high heels. Pipit juga nggak begitu suka. "


" Hanya malam ini saja honey. Bertahanlah. " jawab Bryan sambil menepuk punggung tangan Pipit.


Lalu Bryan membukakan pintu mobil untuk Pipit dan mempersilahkan sang istri untuk masuk ke dalam mobil. Setelah Pipit duduk dengan nyaman, Bryan menutup pintu itu dan ia berjalan menuju pintu sebelah kanan. Membukanya, lalu masuk dan menutupnya kembali.


" Teman Abang ada yang nikahan? " tanya Pipit.


Bryan menggeleng sambil menjawab, " Nggak ada. "


" Terus kita mau kemana, kok Abang nyuruh Pipit pakai kayak gini, suruh dandan lagi. Abang juga penampilannya super perfecto. Jadi kelihatan ganteng. "


" Ada lah. Nanti kamu juga akan tahu. Kalau masalah ganteng, suamimu ini memang sudah ganteng dari dulu. " ucap Bryan penuh kepedean .


Pipit menanggapinya dengan mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


" Honey, kamu cantik sekali malam ini. " ucap Bryan sambil menoleh sebentar ke arah Pipit sebelum ia fokus ke jalanan lagi. Lalu mengambil tangan kanan Pipit, dan di bawanya untuk ia kecup.


Pipit menatap Bryan lalu tersenyum manis. Hatinya begitu berbunga-bunga. Mempunyai seorang suami yang tampan, mapan, dan begitu mengistimewakan dirinya. Seperti angan-angannya selama ini.


Sampai di sebuah mall terbesar di ibukota yang berada di sebuah hotel ternama, Bryan mengajak Pipit untuk turun. Di mall itu, ada sebuah restoran romantis yang sangat terkenal.


" Kita makan malam dulu. Isi perut, isi tenaga, biar nanti tidak pingsan. " ucap Bryan sambil menggandeng.


" Wuihhhh ... Hotelnya gede banget. Ada mallnya. Ada restorannya juga. " ucap Pipit terkesima.


" Ini adalah hotel terbesar di ibukota. Dan kebetulan, pemiliknya adalah kenalanku. Jadi, dia memberikan hak istimewa untukku. Memberikan tempat yang paling romantis, untuk makan malam kita malam ini. " jawab Bryan sambil menggandeng tangan Pipit dan di bawa masuk ke dalam sebuah restoran yang sangat mewah.


Seorang pelayan langsung menghampiri Pipit dan Bryan kala melihat kedatangan mereka.


" Selamat malam, tuan Bryan dan nona. Silahkan, saya antar ke ruangan anda. " ucap pelayan itu penuh sopan santun.


Bryan mengangguk, lalu mengikuti pelayan itu. Saat pelayan itu hendak membuka pintu, Bryan melihat sosok putra pemilik dari hotel itu.


" Maaf, apa Athar ada di sini? " tanya Bryan ke pelayan itu.


" Oh iya, tuan. Kebetulan tuan muda sedang ada di sini dengan istri juga putrinya. "


" Kalau begitu, sebentar nona. Kami mau menyapanya dulu. " ujar Bryan.


" Silahkan tuan. "


Bryan menggandeng Pipit dan mengajaknya untuk bertemu dengan temannya.


" Mau bertemu siapa bang? " tanya Pipit.


" Temanku. Putra dari yang punya hotel ini. " jawab Bryan. Lalu mereka berjalan menghampiri tuan muda Atharouf Elvano Permana ( ceritanya ada di novel othor yang berjudul Mencintaimu Setulus Hatiku ) putra dari seorang pengusaha Boby Permana ( Ada di novel Maafkan Aku, Cinta ).


Yang di panggil seketika menoleh. " Bryan ...," sapa Athar sambil tersenyum lebar. " Apa kabar? Lama kita tidak bertemu. " lanjutnya sambil menjabat tangan Bryan .


" Aku baik. Kamu gimana? "


" Alhamdulillah, aku juga baik. "


" Kita memang lumayan lama tidak bertemu. Kamu tuh yang menghilang. "


" Ya ..kamu tahu sendiri lah, istriku lebih suka tinggal di kota Semarang daripada di sini. " sahut Athar.


" Mana istri dan putrimu? " tanya Bryan.


" Oh, itu .. Biasalah si kecil pengennya jalan-jalan. Susah diemnya. " jawab Athar. " Sayang...." panggil Athar ke istrinya. Istrinya terlihat menoleh. " Kesini sebentar. "


Sang istri lalu menggandeng putrinya dan di bawa menghampiri sang ayah.


" Loh, dokter Bryan. " sapa Ameera saat melihat Bryan.


" Halo, Ameera. Halo, princess. "


" Halo uncle. " sapa kyra, putri dari Athar dan Ameera.


" Ngomong-ngomong, Keanu bilang, malam ini kamu ada acara penting di sini. " ucap Athar.

__ADS_1


" Yup. "


" Jadi beneran, kamu udah merid? Insyaf juga ? "


" Ya ... bukankah orang juga harus menjadi baik? Kenalkan dulu, ini istriku. " sahut Bryan sambil melingkarkan tangannya di pinggang Pipit.


Athar dan Ameera bergantian menyalami Pipit.


" Ternyata suka yang masih imut? " bisik Athar di telinga Bryan.


" Bukankah yang imut lebih menggairahkan? " bisik Bryan menjawab pertanyaan Athar.


" Kau benar sekali. " sahut Athar lalu mereka berdua sama-sama tertawa. Mungkin mereka berdua sama, suka yang imut-imut. Istri Athar juga tergolong imut meski tidak semuda pipit.


" Apa yang kalian bisikkan hingga kalian tertawa seperti itu? " tanya Ameera.


" Urusan laki-laki sayang. " jawab Athar sambil mengamit pinggang Ameera.


" Kalau perlu, besok resepsi kalian disini saja. Aku kasih diskon buat sewa gedungnya. Sekalian aku kasih gratis kamar presiden suit untuk malam pertama kalian. " ucap Athar ke Bryan dan Pipit.


" Aku harap, kalian bisa hadir di acara resepsi kami besok. "


" Insyaallah. Yang penting secepatnya. Sebelum kami kembali ke kota S. "


" Ck. Luangkan waktu kalian sebentar. Masak waktu resepsi si Seno kalian tidak datang, di resepsiku kalian juga tidak datang. " protes Bryan. " Kalian tahu kan, aku hanya menikah sekali ini saja. Awas kalau sampai kalian tidak datang. "


" Ha ..ha ..ha .." Athar dan Ameera tertawa bersamaan. " Iya ..iya ..kami akan datang. " ucap Athar.


" Bagaimana kabar nyonya Vera? Beliau sehat kan? "


" Alhamdulillah, nenek sehat. Asalkan beliau tidak datang ke tempat praktekmu, berarti beliau sehat. " sahut Athar.


" Syukurlah kalau begitu. "


" Berkatmu, nenek masih bersama kami. Terima kasih banyak. "


" Ck. Aku hanya perantara. Tetap yang Di Atas yang menentukan. Kamu ini sudah kayak om Bobby sama Tante Novia. Setiap ketemu, pasti selalu mengatakan hal yang sama. " seru Bryan.


Athar tersenyum menanggapi omongan Bryan.


" Baiklah, sepertinya aku pergi dulu. Kasihan istriku jika lama-lama kita ngobrol, dia bisa kelaparan. " lanjut Bryan.


" Oke. Selamat makan malam romantis. Dan semoga acaramu malam ini sukses. " ucap Athar sambil menjabat tangan Bryan. " Oh iya, sampaikan salamku untuk Seno. Sampaikan maafku juga karena aku tidak datang di acara resepsinya. "


Bryan mengangguk, " Mainlah ke rumahnya. Dia sudah punya anak sekarang. "


" Insyaallah aku akan mampir. " sahut Athar sambil menepuk bahu Bryan.


" Ameera, kami pamit dulu. " pamit Bryan.


" Iya dokter. "


" Sampai ketemu lagi, nona Ameera. " sapa Pipit sambil menjabat tangan Ameera.


" Sampai ketemu juga nona. Senang berkenalan denganmu. "

__ADS_1


***


bersambung


__ADS_2