
Sore harinya, setelah Pipit bangun dari tidurnya dan selesai membersihkan diri, Bryan mengajaknya jalan-jalan malam di Perancis. Sepanjang sore hingga malam, ia mengajak sang istri untuk bersenang-senang.
Setelah lelah berjalan-jalan, mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran untuk makan malam. Perut mereka terasa sangat lapar karena siang tadi Pipit memilih untuk tidur daripada makan.
" Besok kita kemana lagi bang? " tanya Pipit dengan penuh semangat di sela-sela makannya.
" Besok pagi, aku akan mengenalkanmu ke orang-orang yang sangat berarti dalam hidupku. Aku akan mengajakmu ke rumah mereka. " jawab Bryan.
" Siapa bang? " tanya Pipit.
" Adalah...Besok kamu juga akan tahu. " sahut Bryan.
Pipit mengangguk, lalu melanjutkan acara makan malamnya.
" Kita pulang ke Indonesia, kapan bang? "
" Nanti kalau kamu udah puas di sini, kita pulang. Tapi jangan lama-lama juga. Karena aku ingin segera mendaftarkan pernikahan kita di KUA. "
" Nggak sabaran amat bang. " sahut Pipit lalu memasukkan sesendok nasi ke mulutnya.
" Ya jelas nggak sabar lah. Penasaran merasakan yang masih tersegel. Dan merasakan sesuatu yang halal dan melakukannya atas dasar cinta. Bukan sekedar naf**. Pasti akan lebih nikmat. "
" Kenapa mesti nunggu lama kalau udah nggak sabar? Abang sih, niat banget pakai DP. Kasih tenggang waktu lagi. Padahal langsung di bayar cash sekarang juga bisa. Mumpung lagi di luar negeri. Keren kan tuh, kita ngadon, first night pas di luar negeri kayak gini. " sahut Pipit tanpa malu.
Uhuk ...uhuk ..uhuk....Bryan tersedak minuman yang sedang di minumnya.
" Pelan-pelan atuh bang. " ucap Pipit sambil memberikan selembar tisu untuk mengelap bibir Bryan yang basah karena minumannya tadi muncrat.
Bryan menerima tisu itu lalu mengelap bibirnya. " Habis kamu kalau ngomong nggak di rem. Kaget aku loh. Ternyata kamu berani banget ngomongnya. Jangan-jangan, sama Damar dan mantan-mantan kamu juga kayak gitu. "
" Ih, nggak lah bang. Nggak pernah aku tuh. Paling kenceng juga bilang rindu doang. Bilang cinta juga jarang. Nggak tahu kalau di depan abang pengennya ngomong yang mesum aja. " sahut Pipit dengan entengnya.
" Emang berapa banyak mantan kamu? " tanya Bryan.
" Mmm....berapa ya? " Pipit nampak menghitung dengan jari-jarinya. " Cuma delapan kayaknya. Waktu SMP satu kali. Yang lainnya waktu SMA. "
" Delapan? Banyak juga. " sahut Bryan.
__ADS_1
" Masih banyakan Abang. Pake banget. "
" Ck. Nggak usah di bahas lagi kalau itu. "
Pipit kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Suasana hening sejenak. Hanya dentingan sendok yang terdengar.
" Kalau mantan kamu yang aku lihat waktu nganterin kamu sekolah itu, yang ke berapa? " tanya Bryan kembali.
" Masih ingat aja bang. Dia mantan ke delapan, alias yang terakhir. Jangan-jangan, waktu itu Abang udah jatuh cinta sama Pipit, terus cemburu lihat Pipit jalan sama cowok ya. Makanya waktu itu Abang kesel. "
" Iya. Aku cemburu. Dan itu untuk pertama kalinya dalam hidupnya aku merasa cemburu. Kalau nggak ingat kalau lagi di depan sekolah, udah aku hajar tuh cowok. Masih kecil juga udah berani aja pakai mesra-mesraan. Kamu juga bonceng pakai pegangan juga. "
" Dihhh, wajar dong bang. Di boncengin cowoknya terus pegangan. Apalagi tuh cowok bang, cowok paling kece di sekolah Pipit. Bangga dong Pipit jadinya. Di sukai sama primadona yang di gilai hampir semua ciwi-ciwi di sekolah. Bahkan anak SMA sebelah juga. "
" Bangga dong kamunya? "
" Ya iyalah. Hanya seorang Pipit aja yang bisa menaklukkan seorang primadona sekolah. " ucap Pipit berbangga hati. Tidak tahu saja laki-laki di hadapannya itu sedang sangat kesal karena merasa cemburu.
" Ngapain aja kamu sama dia saat pacaran? " tanya Bryan lagi
" Mmm.... ngapain ya??? paling cuma berangkat sekolah kadang di jemput, pulang di antar, terus makan bareng di kantin sekolah, terus jalan-jalan kencan malam minggu, ya paling cuma gitu-gitu aja sih. Standar anak sekolah kalau pacaran. "
" Ya iyalah. "
" Dia udah pernah pegang badan kamu bagian mana aja selain tangan kamu? " tanya Bryan dengan nada suara yang semakin kesal. Bryan sudah seperti seorang ABG yang baru mengenal cinta dan pacaran saja. Tapi ya harus di maklumi juga sih. Bryan memang seorang Casanova yang sering berganti pasangan. Tapi untuk jatuh cinta pada seorang perempuan, kali ini adalah yang pertama baginya. Tentu saja, merasakan cemburu juga ini yang pertama. Hanya kepada Pipit seorang dia merasa benar-benar menjadi seseorang.
" Pegang apa ya? Kaki mungkin.. Waktu kaki Pipit keseleo pas olahraga, dia yang mijitin. Terus pundak, waktu jalan bareng. Terussss.....mmmm....kepala. Karena dia paling suka mengusap kepala Pipit. Terus pernah sekali dia pegang pipi Pipit. "
" Sebanyak itu yang pernah dia pegang? " ujar Bryan sambil melotot.
" Sebanyak itu gimana bang? Cuma tangan, kaki, kepala, pundak, sama pipi doang. Wajar kan kalau pacaran pegang-pegang tangan, kayak gitu? "
" Berani banget dia pegang-pegang kamu? " ujar Bryan dengan wajah yang memerah.
Pipit menahan tawanya, " Pfft...Abang cemburu? Iya bang? Ha...ha. .ha..."
" Kenapa ketawa? Apanya yang lucu? " ujar Bryan kesal.
__ADS_1
" Habis Abang lucu. Ihh, udah tua juga masih cemburuan. Wajar kali bang, pegangan tangan kalau lagi pacaran. Kan yang penting, Pipit masih bisa menjaga bibir sama anggota tubuh Pipit yang di dalam-dalam sini, buat suami Pipit. Yaitu Abang. " ujar Pipit sambil menunjuk anggota tubuh yang ia maksud.
" Bukannya Abang juga paling ahli kalau soal pacaran? Abang malah sudah nggak cuma sekedar pegangan tangan aja kalau lagi jalan sama cewek. "
" Kok jadi bahas aku sih. " protes Bryan.
" Habisnya abang gitu ke Pipit. Marah nggak jelas gitu. "
" Namanya juga cemburu. Baru kali ini juga gue ngerasain cemburu sama cewek. " gerutu Bryan sambil bergumam. Tapi gerutuan Bryan itu masih bisa di dengar oleh pipit.
" Duh, so sweetnya suami Pipit ini. Jadi makin sayang. Jadi pengen nyipok bibirnya. Jadi pengen cepet-cepet balik ke hotel. " goda Pipit sambil mengelus pipi Bryan lembut. Memang ahli nih si Pipit kalau di suruh merayu. Bryan yang tadi sedang kesal, bisa di buat tersenyum dalam waktu singkat karena rayuan gombalnya.
" Jadi makin curiga. Jangan-jangan kamu juga sering goda cowok-cowok kamu sama kemesumanmu itu. "
" Swear deh bang. Nggak pernah. Cuma sama Abang Pipit berani. " sahut Pipit sambil mengangkat kedua jarinya menunjukkan huruf V.
" Kok gitu? "
" Iya, resikonya gede kalau sama cowok lain. Kalau cowok itu jadi khilaf, jadinya Pipit berdosa. Tapi kalau sama Abang, kalau misalnya Abang jadi khilaf terus kebablasan, jadi pahala buat Pipit. " ujar Pipit santai.
" Dasar kamu ya. Anak kecil omongannya kesana mulu. " ucap Bryan sembari mengacak rambut Pipit.
" Kecil-kecil gini tapi Abang suka kan? Abang sayang kan? Abang cinta kan? " goda Pipit kembali.
Bryan menggeleng-gelengkan kepalanya. " Udah selesai kan makannya? "
" Hem. Udah. " jawab pipit sambil mengangguk.
" Ya udah, kita balik ke hotel sekarang. "
" Okeh, suamiku sayang. Pipit juga punya kejutan buat Abang nanti di hotel. " ujar Pipit sambil mengikuti suaminya yang sudah berdiri.
***
bersambung
Apa ya kak... kira-kira kejutan buat Bryan dari Pipit...🤔🤔🤔
__ADS_1
Di simak terus aja lah... sekalian ajakin teman-teman kakak semua buat baca novel othor ini...Biar viewernya banyakan...☺️☺️🤭..
Salam lope-lope sekarung dari othor buat kelean para reader tercinta...