
" Tumben kalian pada kesini? " tanya Athar.
" Ini nih, nganterin bumil sama pak mil lagi pada nyidam. " sahut Seno.
" Nyidam apaan emangnya? " tanya Athar kembali.
" Nyidam gado-gado. Gegara lihat aplikasi Gr** terus lihat tuh ada gado-gado di kota Kudus. " sahut Seno. Sedangkan yang di bicarakan masih asyik bermain dengan Danique dan Kyra, anak dari pasangan Athar dan Ameera.
" Coba lihat kak. Warung makan apa? Aku kan juga asli orang Kudus. " ujar Ameera. " Siapa tahu aku tahu warungnya. Jadi kalian nggak perlu susah-susah nyarinya. "
" Bry...Sini bentar. " panggil Seno ke Bryan yang sedang bermain dengan Kyra. Entah kenapa, Bryan senang sekali bermain dengan Kyra.
Karena di panggil, Bryan datang menghampiri Seno sambil membawa Kyra dalam gendongannya.
" Apaan? " tanya Bryan.
" Kyra...turun nak. Udah gede masak minta gendong. " ujar Ameera.
" Ndak mau. Kyla suka di gendong sama om bule. " jawab Kyra sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher Bryan erat.
Cup. Bryan mengecup pipi gembul Kyra.
" Kita duduk sini dulu, oke. " ajak Bryan ke Kyra.
" Coba Lo cari tuh gado-gado yang Lo sama bini Lo pengen di aplikasi. Kasih liat ke Ameera, siapa tahu dia tahu warungnya. Soalnya dia berasal dari kota Kudus. " ujar Seno.
" Oh, oke. Bentar. Aku ambil ponsel dulu. " jawab Bryan. Ia sedikit berdiri untuk mengambil ponselnya yang ada di saku celananya. Lalu membuka aplikasi Gr**.
" Ini. " Bryan memperlihatkan gambar gado-gado yang dia inginkan ke Ameera.
" Oh, ini. Aku tahu ini. Warung makan gado-gado 43. Emang bener, gado-gado di warung ini enak banget. Aku tahu tempatnya. " sahut Ameera.
" Kamu tahu? Pernah makan di situ? " tanya Athar .
" Pernah lah mas. Ini tuh Deket sama SMP aku dulu. " jawab Ameera.
__ADS_1
" Deket juga dari rumah kamu? "
" Ya nggak juga. Kalau dari rumah aku masih sekitar 18 km. Tapi aku tahu banget warung ini. " jawab Ameera. " Oke, besok kita kesana. Duh, jadi ikut-ikutan pengen makan di warung itu. " ujar Ameera sambil mengelus perutnya yang buncit. Ia sedang mengandung anak keduanya.
" Ngomong-ngomong mbak Ameera, asalnya dari daerah mananya di Kudus itu? Siapa tahu, sama kayak bapak saya. " tanya Armell.
" Saya aslinya anak gunung mbak. Di Kudus kan ada daerah pegunungan tuh. Namanya gunung Muria. Yang ada Sunan Muria itu. " jawab Ameera.
" Oh, jadi mbak Ameera dari desa C ya? Aku tahu kalau itu. Dulu waktu bapak masih hidup, saya sama Pipit kalau pas di ajak bapak pulang kampung, pasti di ajakin ziarah ke makam Sunan Muria. " jawab Armell antusias.
Pipit yang mendengar pembicaraan itu, jadi berminat untuk mendengarkan. Ia lalu menggendong baby Danique dan ikut bergabung duduk di sofa.
" Kalau bapaknya mbak Armell sama Pipit, aslinya dari desa mana? " tanya Ameera.
" Bapak dari desa L mbak. " jawab Pipit.
" Ohhh, saya tahu itu. Sebelum ke desaku, kita lewat tuh desa L. " sahut Ameera. " Mas, besok kita ikut mereka yah. Sekalian jalan-jalan. " pinta Ameera ke Athar, yang langsung di anggukin sama Athar. " Besok mbak Armell sama Pipit mau sekalian ziarah ke makam nggak? " tanya Ameera.
Pipit dan Armell menoleh ke suami masing-masing dan para suami menganggukkan kepalanya.
" Mbak Ameera, usia kandungannya berapa bulan? Kok udah buncit aja. Perasaan dulu waktu ke resepsi pernikahan Pipit, nggak kelihatan kalau mbak Ameera sedang mengandung. " ujar Pipit sambil memperhatikan perut buncitnya Ameera.
" Iya, dulu waktu ke resepsi kamu kandunganku baru satu bulan. Jadi belum kelihatan. Kalau sekarang, sudah masuk delapan bulan. " jawab Ameera sambil mengelus perutnya.
" Ohh, pantesan udah gede. Pipit aja yang baru empat bulan udah buncit kayak gini. " sahut Pipit sambil mengelus dan melihat perutnya. " Kalau buncitnya segitu, pasti berat bawanya ya mbak? "
" Nggak juga. Enteng kok. " jawab Ameera sambil tersenyum.
" Mbak, waktu masa nyidam, pengen apa aja? Kalau Pipit sukanya kok aneh-aneh ya. "
Ameera dan Athar mengernyitkan keningnya. " Aneh-aneh yang bagaimana? Kalau perempuan nyidam kan memang suka yang aneh-aneh. " tanya Ameera.
" Pipit suka marah-marah. Terus suka pengen berantem. Pengen menghajar orang deh pokoknya. " jawab Pipit.
" Ha? " Ameera dan Athar di buat melongo, kemudian saling berpandangan.
__ADS_1
" Dia nih, kadang ngajakin ke terminal kalau pas lagi marah-marah. Katanya pengen menghajar orang. Daripada aku yang babak belur, ya udah, aku ajakin aja ke terminal. Di sana kan banyak tuh preman, copet. " ujar Bryan.
" Terus beneran, istri kamu menghajar preman di terminal tanpa sebab gitu? " tanya Athar.
" Ya ada sebabnya lah mas Athar. Kan yang Pipit hajar tuh copet yang habis nyopet dompet punya ibu-ibu gitu. " sahut Pipit dengan santainya.
" Dan kamu nggak khawatir gitu, Bry? Istri kamu yang lagi hamil berantem? " tanya Athar masih tidak menyangka dengan apa yang ia dengar.
" Nggak ada yang bisa ngalahin istri aku. Dia menghajar habis tuh preman-preman. " jawab Bryan sambil membelai rambut pipit.
Athar dan Ameera menggelengkan kepalanya bersamaan.
" Dan ada lagi yang ekstrim. Karena baby kami pengen makan rujak mangga di atas pohon, dia jadinya manjat pohon mangga yang tinggi banget, terus ambil mangga muda terus makan rujak di atas pohon. " cerita Bryan kembali.
" What? " pekik Athar dan Ameera.
" Iya. Dianya santai banget. Padahal yang di bawah, aku, mama, papa, udah sport jantung. " lanjut Bryan sambil mengacak-acak rambut Pipit gemas.
" Wuahhh....Istri dokter Bryan sesuatu banget nyidamnya. " ucap Ameera.
" Dia juga aneh loh ikutan nyidam. Kemarin sampai usia kehamilanku tiga bulan, Abang morning sickness tiap pagi. Terus nyidam makanan yang aneh-aneh juga. Eh, bukan aneh sih. Sebenarnya makanannya biasa aja. Cuma, dia maunya beli dari tempat yang jauh. Gara-gara ngelihat aplikasi-aplikasi belanja online itu. Atau kalau nggak lihat di Mbah Google. " cerocos Pipit.
" Ih, kamu juga kepengen kan? Nyatanya, kamu ikutan kesini karena pengen makan gado-gado. " protes Bryan.
" Iya. Habisnya kelihatan enak banget sih...He...he...he..." sahut Pipit. " Kalau mbak Ameera nyidamnya apa? " tanya Pipit.
" Kalau aku ngidam...."
" Dia ngidam makanan aja sih. Kayak cilok, es teller... gitu-gitu aja sih. Iya kan sayang? " Athar segera memotong kata-kata istrinya. Entah apa yang ingin dia sembunyikan. Mungkin saja istrinya juga mengalami ngidam yang lumayan memalukan sehingga ia tidak ingin istrinya menceritakannya.
" Oh, i-iya. Paling cuma makanan aja. " sahut Ameera lalu teringat ketika ia mengidam dulu. Ia sangat menginginkan mendandani suaminya seperti seorang foto model. Dan mau tidak mau, Athar pun memasrahkan dirinya untuk di dandani oleh sang istri. Setelah berdandan, ia lalu harus bergaya bak foto model untuk di ambil gambarnya oleh Ameera. Setelah itu, ia harus berakting berjalan di catwalk juga. Dan satu lagi, dirinya harus bernyanyi dan berjoget seperti artis Korea
Lalu, percakapan mereka terus berlanjut sampai malam menjelang. Setelah malam tiba, mereka segera tidur karena esok hari mereka akan berangkat ke kota Kudus pagi-pagi sekali. Bryan, Pipit, Seno, Armell juga baby Dan malam itu menginap di rumah Athar. Karena Athar tidak mengijinkan mereka pergi ke hotel.
***
__ADS_1
bersambung