Om Dokter Sarang Hae

Om Dokter Sarang Hae
Walt Disney


__ADS_3

Hari H resepsi pernikahan Bryan dan Pipit sudah semakin dekat. Konsep resepsi sudah di pilih. Lumayan ajaib konsep resepsi yang di inginkan oleh istri kecilnya Bryan. Bryan hanya di buat geleng-geleng kepala, tapi dia tetap mengiyakan keinginan sang istri.


Pipit menginginkan konsep pernikahan yang lain dari pada yang lain. Ia memilih konsep Disney land sebagai konsep pernikahannya. Semua tamu undangan harus mengenakan kostum salah satu karakter Disney. Tapi tidak di perbolehkan menyamai karakter yang di pilih oleh sang pengantin.


Flash back on


Bryan sempat memprotes, " Honey, kita ini mau mengadakan pesta pernikahan loh. Bukan pesta ulang tahun. Masak iya pakai konsep itu. "


" Pipit pengen banget bang...." rengek Pipit. " Pasti lucu dan meriah pestanya. Terus jadi viral pastinya. "


" Iya, tapi tidak seperti itu juga. Kita pakai konsep ratu sama raja Perancis aja gimana? " Bryan mencoba bernegosiasi.


Pipit langsung menggeleng, " Abang pilih deh sekarang...Kita pakai konsep Disney, atau pakai konsep Dragon ball? Biar sekalian entar tamunya pakai kostum jin kura-kura. Abang jadi goku, Pipit jadi chichi, terus bang Seno jadi pikolo. Atau pakai konsep Power rangers juga boleh. " kekeh Pipit.


" Honey....." Bryan masih berusaha bernegosiasi.


" Pilih bang .. Pilihannya tiga itu. Abang pilih yang mana? Atau kalau nggak, kita nggak usah resepsi-resepsian. Langsung malam pertama aja. " ucap Pipit frontal memotong kata-kata Bryan.


Keanu adik dari Athar dan istrinya, di buat tertawa terbahak-bahak melihat wajah Bryan.


" Ya udah, aku pilih konsep yang pertama aja. " jawab Bryan mengalah. " Kalian dengar kan, apa yang di mau istriku? Bisa kalian membuatnya dan mengemasnya sebaik mungkin? " tanya Bryan ke Keanu.


" Gampang buat kami. Ya kan sayang? "


" Dokter Bryan tidak perlu khawatir. Kami akan mengemasnya seapik mungkin. Apa kamar pengantin kalian juga mau di dekor dengan tema yang sama? "


" Iya kak. " jawab Pipit antusias.


" Lalu bagaimana dengan undangannya? " kali ini Keanu yang bertanya.


" Undangannya aku yang pilih. Pakai konsep yang elegan. " potong Bryan sebelum Pipit beranjak bicara.


" Abang nggak usah pakai potong segala. Tenang aja. Untuk masalah undangan, Pipit tidak akan ikut campur. " sela Pipit.


Bryan hanya meliriknya sambil membolak-balikkan katalog undangan yang di bawa oleh Reni, istri Keanu.


Flash back off


Setelah menemui Keanu waktu itu, mereka langsung ke butik Lyla, sahabatnya Seno yang juga istri dari komandan Alif. Pipit memilih karakter Cinderella. Dan otomatis, Bryan akan menjadi Prince Charming. Lyla mengerti keinginan sang pengantin. Ia langsung mengukur badan Pipit juga Bryan.


Lyla harus kerja lembur mengerjakan sepasang gaun pengantin yang super aneh itu. Karena Bryan hanya memberinya waktu selama dua minggu.


Sebelum berangkat ke kampung halaman Pipit untuk memperingati empat puluh harinya sang ibu, Bryan telah mengedarkan undangannya. Gaun pengantin juga sudah di fitting. Hanya perlu pembenahan di beberapa bagian saja. Sedangkan baju Prince milik Bryan sudah siap untuk di pakai.


Pipit juga sudah memilihkan kostum untuk tuan dan nyonya Adiguna yang akan berperan sebagai orang tua Bryan, serta Seno dan Armell yang akan berperan sebagai orang tua Pipit. Mereka akan mengenakan kostum Raja dan Ratu.


Tepat satu hari sebelum acara pengajian ibu Pipit, keluarga Adiguna pergi ke kampung halaman Pipit. Seperti dulu, mereka berangkat menggunakan dua mobil.


Pipit membawa beberapa undangan untuk di berikan kepada keluarganya. Pipit sangat mengharapkan keluarga hadir di acara resepsinya. Bryan sudah menyiapkan penginapan untuk mereka. Bahkan tuan Adiguna telah menyiapkan ongkos untuk perjalanan keluarga Pipit ke Jakarta.


🧚


🧚


Kini hari yang di tunggu-tunggu Pipit dan juga Bryan tiba juga. Hari ini adalah pelaksanaan resepsi pernikahan mereka. Mereka berada di ruangan bersama dengan penata rias juga Lyla yang membuat kostum pengantin.

__ADS_1


Bryan di bantu oleh seorang asisten Lyla, sudah selesai mengenakan kostumnya. Ia terlihat gagah dan tampan. Benar-benar mirip seorang pangeran. Rambut yang di belah miring, dan di sisir rapi.


Sedangkan Pipit, mengenakan gaun Cinderella berwarna biru senada dengan pakaian Bryan. Rambut yang di warnai menjadi berwarna kuning keemasan, dan di sanggul dengan di beri pita berwarna biru, sama dengan warna gaunnya. Di make up oleh MUA ternama ibukota, membuat Pipit benar-benar seperti seorang putri.


Bryan yang telah selesai di dandani, menunggu istrinya selesai dandan duduk di sofa sambil menatap intens ke arah Pipit sambil sesekali tersenyum saat Pipit juga melirik ke arahnya.


" Nah, selesai deh. " ucap MUA yang merias dan menata rambut Pipit.


" Berdiri dulu sayang. Kita pakai gaunmu. " pinta Lyla.


Pipit mengangguk dan berdiri dari duduknya. Pipit di bantu oleh Lyla dan seorang asisten Lyla, memakai gaun yang sangat cantik. Tubuh langsing Pipit dan ukuran dada yang lumayan untuk usia sepertinya, membuat Pipit terlihat cukup seksi di mata Bryan. Gaun yang di buat oleh Lyla terlihat sangat cocok di tubuhnya.


" Bagaimana penampilan pengantinmu Bry? " tanya Lyla sambil membuat Pipit menghadap Bryan yang masih duduk di sofa.


Bryan langsung menggabungkan jempol dan jari telunjuknya membentuk huruf O sambil berkata, " Perfecto. "


" Kami sudah selesai. " ucap Lyla.


Setelah semuanya selesai, dan Damar sudah memanggil Bryan supaya segera keluar, Bryan membawa tangan Pipit untuk mengamit lengannya dan dengan gagahnya, ia membawa Pipit memasuki ballroom dengan diikuti oleh tuan dan nyonya Adiguna, juga Seno dan Armell.


Semua tamu undangan tampak terpukau melihat penampilan pasangan pengantin fenomenal itu. Bryan, Pipit, beserta orang tua mereka yaitu tuan dan nyonya Adiguna serta Seno dan Armell, naik ke atas panggung.


Ruangan ballroom yang sangat luas itu di dekor layaknya dunia dongeng Walt Disney. Para tamu undangan juga menggunakan bermacam-macam karakter Walt Disney. Ada yang memakai kostum Mulan, Elsa, Anna, Mickey juga Minnie mouse, dan masih banyak lagi.


Pesta terlihat sangat meriah. Mereka di suguhkan sebuah pesta yang unik yang mungkin belum pernah mereka datangi selama ini.


Dug


" Aahh...."


" Ha ..Tuan Dion..." sahut Leora agak terkejut setelah ia mendongakkan wajahnya habis membersihkan kostum Princess Anna dalam cerita Frozen yang ketumpahan minuman.


" Maaf, nona. Saya tidak sengaja. Mari saya antar ke toilet. Anda bisa membersihkannya di sana. " tawar Dion.


" Iya tuan. " jawab Leora sambil masih mengibas-ngibaskan kostumnya. Lalu ia berjalan dengan diikuti oleh Dion.


Sampai toilet, Dion menunggunya di depan pintu. Tidak mungkin kan, Dion ikut masuk, karena Leora masuk di toilet wanita.


Selang beberapa saat, Leora keluar dari toilet.


" Sudah, nona? ".


" Sudah tuan. " jawab Leora.


Lalu mereka berjalan berdampingan kembali ke dalam ballroom. Sesekali Dion melirik ke arah Leora. Leora nampak cantik dengan kostumnya. Ibu satu anak itu masih sangat menggiurkan bagi Dion.


Entah sejak kapan, hati Dion berdebar kencang saat melihat seorang ibu tunggal satu ini. Suasana hening tercipta.


" E hem. " Dion berdehem. " Tadi saya tidak melihat Arvin. Apa dia tidak ikut? "


" Oh, tidak. Dia agak tidak enak badan. "


" Nona, kesini sendiri? "


" Iya. Soalnya papa sedang keluar negeri. "

__ADS_1


" Oh. ." sahut Dion sambil manggut-manggut.


Kini mereka sudah sampai di dalam ballroom lagi. Suasana masih nampak ramai. Banyak para tamu yang kelihatannya sedang memberikan ucapan selamat ke pengantin yang ada di atas panggung. Leora nampak celingak-celinguk seperti mencari seseorang.


" Mencari seseorang, nona? " tanya Dion.


" Tidak tuan. Hanya saja, rasanya agak aneh, berada di tengah-tengah sebegini banyaknya orang, tidak ada satupun orang yang saya kenal. Kecuali, sang pengantin, serta keluarga Adiguna. " ujar Leora.


" Apa nona keberatan jika saya menemani nona? Yaa...biar nona tidak merasa aneh sendirian. Lagian, sepertinya kita berjodoh malam ini. Lihat, nona. Kostum kita serasi. Anda mengenakan kostum Anna, dan saya mengenakan kostum Cristoff. " ujar Dion sambil memperhatikan penampilannya juga Leora.


Leora ikut memandang penampilannya juga Dion. Ia baru menyadarinya, " Wah, Anda benar sekali tuan. Tidak menyangka ya? Ha . ha. ." sahut Leora di selingi dengan tawa.


" Mari, kita cari tempat duduk yang kosong, lalu menikmati santapan yang sudah di sajikan. " ajak Dion mempersilahkan Leora untuk berjalan lebih dulu. Pengennya sih menggandeng tangan Leora. Tapi itu hanya dalam angan Dion.


Setelah mereka mendapatkan tempat duduk yang kosong, mereka duduk. Memperhatikan ke sekeliling, lalu Dion menawarkan untuk mengambilkan beberapa hidangan untuk mereka. Dan Leora mengangguk.


Dari mejanya, Leora menatap ke atas panggung. Memandang sepasang pengantin yang terlihat begitu bahagia.


' Dokter Bryan terlihat sangat bahagia. Dia terlihat sangat mencintai istrinya. Andaikan aku yang berada di sampingnya. ' batin Leora.


' Huft. Apa sih yang kamu pikirkan Leora? Jangan berkhayal. Lihatlah, dokter Bryan selama ini tidak pernah melihatmu sama sekali. ' jerit hati kecil Leora. Lalu ia mendesah perlahan.


" Melamun, nona? " seru Dion yang ternyata tanpa Leora sadari, sudah berada di kursinya kembali. Beberapa piring makanan telah tersaji di atas meja.


" Ah, tidak tuan. Saya hanya sedang memperhatikan sepasang pengantin itu. " sahut Leora menunjuk sepasang pengantin yang ada di atas panggung dengan matanya, dan diikuti oleh Dion. " Mereka terlihat sangat bahagia. Mereka juga terlihat sangat serasi. "


" Anda benar sekali nona. Dokter Bryan sangat mencintai nona Fitria. Dan nona Fitria, juga sangat mencintai dokter Bryan. Mmmm....nona Leora, apa tidak ingin seperti mereka? " tanya Dion .


" Maksudnya? " tanya Leora setelah menyeruput juice yang ada di depannya.


" Menikah. Seperti dokter Bryan dan nona Fitria. "


Leora tersenyum kecut, " Tidak mudah buat saya untuk menikah tuan. "


" Kenapa nona? " tanya Dion sambil mengernyit.


" Saya ini seorang perempuan yang mempunyai masa lalu buruk tuan. Anda tahu kan, saya mempunyai seorang putra tanpa seorang suami. Pasti orang berpikir saya ini perempuan tidak punya akhlak. Keluarga mana yang mau menjadikan saya sebagai menantunya? Laki-laki mana yang mau menjadikan saya istrinya? Apalagi, jika menikahi saya, maka harus satu paket dengan putra saya. " jawab Leora lirih.


" Nona, tidak semua laki-laki mempunyai pikiran seperti itu. Nona Leora, perempuan terhormat, cantik, baik. Arvin juga seorang anak yang lucu, tampan. Laki-laki mana yang tidak menginginkan seorang anak seperti dia? Saya saja sangat menyukai tuan kecil itu. " sahut Dion.


Modus terus nih sepertinya si Dion. Dasar Casanova tanah abang.


Dion : Ape lu kate thoooorrrr? Gue ini asli Betawi ya. Kalaupun jadi Casanova, gue ini Casanova dari Betawi. Bukan tanah abang. Terus nih ya Thor, tolongin gue napa? Gue juga pengen jadi Casanova yang insap. Modus-modus dikit boleh dong ah...


Othor : 🤦 Serah elu deh ..Se enjoy elu aja. Gue mah manut aje.


k



kayak gini ya guys kostum yang di kenakan Bryan sama Pipit


***


bersambung

__ADS_1


__ADS_2