
Bryan meletakkan kembali bantal sofa di belakang punggungnya. " Siapa juga yang mau lempar bantal ke elo? " gerutunya ke Armell. " Lo mau ketemu gue ada masalah apa? Mau bicara apaan? " tanya Bryan dengan mode serius.
" Eitsss.....Yang sopan lah sama kakak ipar...Ya nggak yang? " ujar Armell ke suaminya sambil mencari pembenaran di sana.
Seno mengangguk sambil tersenyum licik ke arah Bryan.
" Iya, maaf kakak ipar...Lo mau bicara apa manggil gue kesini? " tanya Bryan dengan suara lembut yang di buat-buat, tapi masih terlihat kesal.
" Ck! Masih nggak sopan. Bicara sama kakak ipar pakai Lo gue. Emang gue sahabat Lo? " tanggap Armell.
Bryan memutar bola matanya jengah. " Pasangan yang serasi. " ujarnya.
" Iya dong. Kalau nggak serasi, mana mungkin kita bisa awet sampai sekarang dan udah menetaskan kecebong jadi seorang bayi yang tampan. Iya nggak beb? " sahut Seno sambil menatap sang istri penuh dengan cinta.
" Iya, dong. " jawab Armell sambil mengecup bibir suaminya dan ********** sebentar. Membuat Bryan semakin kesal.
" Pasangan nggak tahu sopan santun. " gerutu Bryan.
" Isshhh...Kita mah udah halal. Mau ciuman dimana aja mah bebas. Situ tuh yang suka nggak tahu sopan. Ciuman di tempat umum dengan yang nggak halal. " ejek Armell, membuat Bryan mendelikkan matanya.
' Pasti bocah ababil itu yang cerita. ' batin Bryan sambil mengusap wajahnya kasar.
Seno mendengarkan dengan senyuman tipis dan sesekali melirik ke arah Bryan dan mengejeknya.
" Cepetan, kalian mau bicara apa? Aku harus segera kembali ke rumah sakit. " ujar Bryan mengalihkan pembicaraan.
" Ehem..." Armell berdehem menetralkan emosinya, dan kembali duduk dengan posisi yang benar.
" Saya mau membicarakan perihal pernikahan dokter Bryan sama adik saya. " Armell memulai pembicaraan. Bryan menyimak dengan baik ucapan Armell.
" Banyak hal yang harus saya luruskan di sini. Yang pertama, pernikahan antara dokter Bryan dan Pipit terjadi karena keterpaksaan. Bukankah begitu? "
" Tidak. " sahut Bryan tegas.
" Maksud dokter? Bukankah kalian menikah karena di grebek warga dan kalian di paksa untuk menikah? " tanya Armell sambil mengernyitkan dahinya.
Bryan menggeleng, " Mungkin kami memang di grebek warga. Tapi pernikahan itu, bukan suatu keterpaksaan buatku. Aku benar-benar serius dengan pernikahan itu. Bahkan aku memberikan mahar untuk adikmu tidak main-main. "
" Ya, saya tahu itu. Dan saya terkejut mendengarnya. Suatu mahar yang amazing jika di ukur untuk pernikahan keterpaksaan kalian. "
__ADS_1
" Karena buatku pernikahan itu bukan main-main. Aku mengucapkan ijab dan kabul atas adik kamu, dengan sepenuh hati. Bagiku, pernikahan hanya akan terjadi satu kali seumur hidup. Dan aku menikahi adik kamu. Jadi aku ingin menunjukkan kepada semua orang, terutama adik kamu, jika aku serius menjalani hubungan ini, dengan memberikan mahar yang amazing. Jika aku tidak serius, buat apa aku mengeluarkan uang yang bahkan hampir separo dari isi rekeningku. Aku memang tidak sekaya suamimu. Tapi aku akan berusaha memenuhi semua kebutuhan adik kamu. " ucap Bryan panjang lebar.
" Sayang..." Armell berpindah menatap suaminya. " Apa besar kecilnya suatu mahar bisa kita gunakan untuk menilai seberapa serius seorang laki-laki menikahi perempuan? " tanyanya.
Seno malah hanya mengendikkan bahunya.
" Sayang, jika apa yang di bilang dokter Bryan itu benar, berarti dulu waktu kamu menikahiku, kamu tidak begitu serius denganku. Berarti kamu tidak yakin dengan pernikahan kita. " ujar Armell dengan cemberut.
Ucapan Armell ini membuat Seno terperanjat dan gelagapan tentu saja. Tapi tidak bagi Bryan. Dia malah terkekeh melihat respon sahabatnya yang sedang mati kutu.
" Baby...I am sorry for that. Aku serius saat mengucap ijab kabul terhadapmu. Bahkan aku langsung mendaftarkan pernikahan kita di negara juga. Maaf jika aku tidak memberikan mahar yang amazing. Tapi saat itu, aku hanya seorang polisi. Jika aku memberimu mahar yang terlewat amazing, maka kamu pasti bertanya-tanya darimana aku mendapatkan uang sebanyak itu. " akhirnya Seno mendapatkan kata-kata yang tepat supaya istrinya tidak kecewa.
Armell manggut-manggut, lalu ia memeluk suaminya erat. " Maaf. " ucapnya.
Seno membalas pelukan sang istri sambil mengelus punggungnya dan berkata, " It's oke. "
" Drama lagi ....Ck! " sahut Bryan.
Mendengar Bryan yang kesal, Armell dan Seno saling melepas pelukan mereka.
" Jadi, apa dokter Bryan serius dengan Pipit? " tanya Armell memastikan.
" Banget. Karena aku hanya akan menikah sekali seumur hidup. "
" Kok nggak ikhlas? "
" Iya...Pak dokter kan kayak teh celup. "
" Teh celup lagi .. Maksudnya teh celup apaan sih? "
" Iiihhhh...Pak dokter kan suka tuh nyelupin sosisnya ke wanita-wanita yang bukan muhrim. Jadi kayak teh celup. " ujar Armell.
" Pfftt..." Seno menahan tawanya melihat wajah Bryan yang memerah.
Bryan menarik nafas dalam-dalam, lalu berkata, " Masa laluku memang buruk. Aku suka melakukan one night stand dengan perempuan. Aku akui itu. Tapi aku akan berubah. Aku janji itu. " Bryan menjeda omongannya.
" Bukan hanya karena aku hanya akan menikah sekali seumur hidup aku menikahi adik kamu. Tapi aku melakukannya juga karena sepertinya aku mencintai adikmu. "
" Apa? " Armell dan Seno terkejut bersamaan.
__ADS_1
" Kau, jangan menertawakanku. " tunjuk Bryan ke Seno. "
" Aku tahu, ini terasa konyol. Seorang Bryan jatuh cinta kepada seorang gadis ABG. Tapi itulah kenyataannya. Aku benar-benar sudah di buat jatuh cinta sejatuh-jatuhnya ke adikmu. Jika kau bertanya kenapa, jawabannya aku juga tidak tahu. Yang pasti, aku menyadari jika aku jatuh cinta kepadanya itu saat dia memergokiku tengah di rayu oleh seorang dokter koas. "
" Ha...ha...ha..." kini bukan hanya Seno yang menertawakannya, tapi Armell juga.
" Ck "
" Benarkah lo bisa jatuh cinta? lo yakin? " tanya Seno di sela tawanya.
" Gue serius. Nggak pernah gue seserius ini. " sahut Bryan sambil menimpuk Seno dengan bantal sofa. " Aku berharap kamu sebagai kakaknya menerimaku sebagai suami dari adikmu. Terimalah aku sebagai adik iparmu kakak. "
" Tidak segampang itu, pak dokter. Saya masih ragu dengan dirimu. Benarkah seorang Casanova bisa insyaf? "
" Percayalah. Aku bisa berubah. Entah kau percaya apa tidak, tapi setelah aku menyadari perasaanku terhadap adik kamu, aku sama sekali tidak bermain perempuan lagi. Aku sudah tidak tertarik lagi dengan perempuan lain selain adik kamu. " ucap Bryan serius.
" Baby, sepertinya dia serius. Kamu berilah dia kesempatan untuk menunjukkan kalau dia berubah. " pinta Seno .
" Tapi bisa saja dia membodohiku. Bilangnya berubah, sudah tidak tertarik dengan perempuan lain. Tapi ternyata dia masih sembunyi-sembunyi celap celup. Kan aku tidak bersamanya selama 24 jam mas. " sahut Armell.
" Kamu lupa, kita punya banyak orang yang bisa kita suruh untuk memata-matai dia. "
Armell manggut-manggut, " Baik. Saya akan mencoba percaya dengan dokter Bryan. Tapi sekali saja anda berbuat salah, jangan harap saya akan membiarkan adik saya berada di dekat anda. " ancam Armell.
" Siap, kakak ipar. " jawab Bryan dengan senyuman khasnya. " Sekarang, aku tinggal memikirkan bagaimana mendapatkan hati istri kecilku. "
" Tak akan semudah itu, pak dokter. Hati adikku sudah terlanjur berada di tempat lain. Dan adikku sudah terlanjur illfeel dengan kelakuan pak dokter. "
" Aku tahu jika dia menyukai laki-laki lain. Tapi aku akan tetap berusaha mendekatinya. Paling tidak sekarang aku sudah berada satu langkah di depan laki-laki itu. Karena aku sudah menikahi Pipit. Aku harap, kalian mau membantuku. "
" Mmm.... Sayang, bukankah bantuan kita harga mahal? " tanya Armell ke Seno.
" Tentu saja, baby. Sangat mahal. "
" Ck. Dasar kakak ipar matre. "
" Bukan matre. Tapi berpikir realistis. Kita hidup di dunia yang semuanya ada harganya. "
" kalian tega sama aku? Tabunganku tinggal separuh. Dan jika kalian meminta sesuatu lagi, maka aku akan jatuh miskin. Kamu mau, aku tidak menafkahi adikmu karena hartaku habis? " ujar Bryan kesal.
__ADS_1
***
bersambung