
" Abang ..Pagi bener??? " tanya Pipit saat pagi ini ia melihat suami yang sudah dua hari tidak di lihatnya.
" Honey ....I Miss you so much..." Ucap Bryan sembari berdiri dari duduknya lalu menghampiri Pipit dan memeluknya erat. Bahkan sambil mengecup puncak kepala Pipit berkali-kali.
" Abaaang ihh...lepas .." Pipit berusaha berontak. " Malu ih. Ada mama. " lanjutnya.
Bryan melepas lalu terkekeh.
" Dasar anak jaman now. Pura-pura amnesia kalau ada orang di sini. " gerutu mama Ruth.
" Habisnya kangen ma. Dua hari kan nggak ketemu. " sahut Bryan sambil mengusap belakang lehernya.
" Kamu mau kemana, pagi-pagi udah rapi bener? " tanya Bryan sambil meneliti penampilan Pipit yang memang sudah rapi.
" Kuliah lah. Emang Pipit mau kemana? Nongkrong? "
" Nggak usah kuliah. Kuliahnya di pending dulu. Ada yang lebih penting soalnya. "
" Kuliah kan yang paling penting bang. Pipit bisa ketinggalan pelajaran kalau bolos. " tolak Pipit.
" Masalah ketinggalan hal yang gampang. Kamu lupa, suamimu ini dokter terwahid? Akan aku ajari matkul yang ketinggalan. Sekarang kamu ikut aku aja. " ajak Bryan.
" Kemana? Emang Abang nggak kerja? "
" Entar kerjanya kalau sempat. Urusan kita lebih penting, honey. "
" Urusan apa sih bang? "
" Tuh ma. Yang kayak gini nih yang namanya amnesia. Sudah di kasih tahu malah lupa. "
" Ihh, Abang belum bilang apa-apa tadi. " protes Pipit.
" Emang belum ya? " ujar Bryan sambil mengusap tengkuknya.
" Tuh kan amnesia? Apa karena emang udah tua? Jadi pelupa. "
" Emang dasarnya udah tua. " sahut mama Ruth.
" Ck. Kita akan ke KUA sekarang. Pihak KUA kemarin kasih kabar kalau buku nikah kita udah jadi dan meminta kita datang ke KUA hari ini. " jelas Bryan.
" Beneran bang? " tanya Pipit meyakinkan dengan wajah yang berbinar.
Bryan mengangguk dan tersenyum.
" Ya udah, yuk. " ajak Pipit . " Ma, kami pergi dulu. " pamit Pipit.
__ADS_1
Mama Ruth berdiri dan mengangguk, " Hati-hati di jalan. "
Pipit mencium punggung tangan mama Ruth, dan diikuti Bryan.
" Kalau sudah dapet buku nikah, anak mama jangan langsung di bawa ke apartemen. Jangan asal main sosir. Kasih pesta dulu, kenalin sama teman-teman kamu dulu. Baru boleh kamu bawa pulang. " ujar mama Ruth.
" Siap mama sayang. "
" Tapi jangan pakai lama. "
" Iya ma. Secepatnya Bryan akan melangsungkan resepsi pernikahan kami. Kami pergi dulu. Assalamualaikum. "
" Hati-hati di jalan. " pesan mama Ruth. Beliau tersenyum bahagia melihat kebahagiaan Bryan yang sudah beliau anggap seperti putra sendiri, juga Pipit, yang juga sudah beliau anggap seperti putrinya sendiri.
🧚
🧚
Sampai di KUA, mereka di arahkan oleh petugas, apa yang harus mereka lakukan. Setelah menandatangani buku nikah, Bryan dan Pipit meninggalkan gedung KUA dengan membawa buku nikah.
" Ih, Abang kenapa senyam senyum dari tadi? " ujar Pipit karena sedari keluar dari dalam ruangan tadi Bryan senyam senyum yang menurut Pipit tidak jelas itu.
Bryan tersenyum lalu menarik tubuh Pipit, memeluknya sebentar, lalu mengecup seluruh bagian wajah istrinya tanpa terkecuali.
Pipit mengerang karena geli dan agak risih. " Abang ... Apaan sih... Mmmmpptt..." serunya.
Pipit tersenyum. " Seharusnya Pipit yang berterima kasih ke Abang. Karena Abang, mau mencintai dan menerima Pipit yang hanya gadis kampung ini. " ucap Pipit, lalu menangkup wajah Bryan, dan saling menempelkan bibir mereka.
Tidak mau kehilangan kesempatan, Bryan melu*** lembut bibir Pipit. Mereka saling bertukar saliva. Memang benar kata Bryan, sungguh nikmat. 😄😄
" Tolong pegangin ini. " pinta Bryan memberikan buku nikahnya setelah adegan kissing yang panjang. Lalu ia menata kedua buku nikah itu di tangan Pipit.
" Buat apa sih bang? " tanya Pipit.
Bryan mengeluarkan ponselnya. " Aku mau buat status. Biar semua orang yang menyimpan kontakku tahu jika sekarang aku sudah menikah. " ucapnya berseri-seri. Sungguh wajah Bryan saat ini seperti seorang anak kecil yang di belikan mainan kesukaannya oleh orang tuanya.
" Ih, abang...Norak deh. " protes Pipit.
" Eh, jangan di gerakin tangannya. Entar nggak fokus kameranya. " protes Bryan sambil membidik buku nikah yang ada di tangan Pipit dengan ponselnya.
Jepret. Jepret. jepret
" Yes .. Upload, kasih hastag #nikah juga akhirnya.." ujar Bryan sambil tersenyum simpul. Pipit hanya bisa geleng-geleng kepala. Ternyata hal baru yang Pipit baru tahu dari suaminya. Ternyata mempunyai sisi kekanak-kanakan.
" Udah ini bang? "
__ADS_1
Bryan mengangguk, " Kamu yang simpan. Kalau aku yang simpan, takut hilang malahan. " ucapnya.
Pipit lalu memasukkannya ke dalam tas.
" Kita pulang sekarang. Aku antar kamu. Nanti malam, dandan yang cantik. Aku akan mengajakmu kencan. " ucap Bryan sambil menjalankan mobilnya.
" Abang mau ke rumah sakit? "
" He em. Aku ada jadwal praktek. Habis praktek, aku pulang dulu ke apartemen, ganti baju, dandan biar ganteng. " ujar Bryan sambil menjalankan mobilnya keluar dari area KUA.
🧚
🧚
Sore hari, ada seorang pengantar paket. ART rumah besar mengambilnya dan memberikannya ke Pipit, karena paketan itu di tujukan untuk Pipit.
" Apa ini? " gumam Pipit sambil membawa paketan itu ke dalam kamar.
Sampai di dalam kamar, Pipit segera membuka bungkus paketan itu. Pipit sedikit terkejut dan bingung setelah melihat isi paketan itu.
" Nggak salah nih, gaun sebagus ini buat aku? Buat apa coba? Pipit nggak pernah pergi kondangan juga. " gumam Pipit. Gaun indah, berwarna merah, dengan kain brokat di bagian atas, lengan sampai ke siku. Gaun yang cukup tertutup, tapi tetap kelihatan seksi dan elegan. Di kotak yang satunya lagi, ada sepatu high heels berwarna silver.
" Siapa sih yang ngasih? Terus buat apa coba? " ujar Pipit masih bermonolog sambil membongkar kotak-kotak itu untuk mencari informasi pengirim.
Tring
Ponsel Pipit berbunyi. Sebuah pesan masuk.
📩 Pakai gaun dan sepatunya buat nanti malam. Setelah magrib, aku akan menjemputmu. Jangan lupa, dandan yang cantik. Love you 😘😘
" Abang bule yang ngirim? Buat apa coba? " gumam Pipit.
📩 Emang kita kau kondangan kemana bang?
Satu menit, dua menit, lima menit, pesan itu belum bercentang biru.
" Kok ga di baca sih? Ah ..Abang sibuk kali. Mending mandi. Terus pakai gaun ini. Kapan lagi coba aku pakai gaun kayak gini? " ujar Pipit, lalu ia meletakkan gaun itu di atas ranjang dan ia segera masuk ke dalam kamar mandi.
***
bersambung
Hah ...maaf ya guys ... untuk episode hari ini, othor bikinnya super pendek ...Hari ini othor agak stuck di ide mau nulis apa...
Insyaallah besok othor kasih yang agak panjang...
__ADS_1
Jangan lupa, klik like....like....like....dan like.... komennya juga jangan lupa...
Salam lope-lope sekarung...😘😘😘