Om Dokter Sarang Hae

Om Dokter Sarang Hae
Di kandangin


__ADS_3

...Maafkan othor ya guys.......


...Kemarin cuma update satu episode.. itupun sangat pendek...niatnya mau up 2 episode..eh, nggak tahunya, rencana siang mau nulis lagi malah vertigo ku kambuh...jadi nggak bisa nulis... episode yang hari ini juga othor nulisnya masih dengan gliyengan...jadi mohon di maafkeun apabila part-nya pendek, dan cuma satu episode lagi ..🙏🙏🙏🙏🙏...


__________________________________________________


Perut Pipit kian hari semakin membuncit. Dan badannya juga semakin melar. Selama kehamilannya yang kini menginjak usia empat bulan, berat badan Pipit sudah naik hampir enam kilo. Badannya semakin gemuk, tapi di mata Bryan Pipit justru terlihat makin seksi dengan badan gemuk dan perut buncitnya.


Tiap kali melihat tubuh sang istri, bagian bawah Bryan pasti langsung menegang. Pipit yang hamil, tapi hormon yang meningkat justru Bryan. Hampir tiap hari, bahkan tiap saat setelah melihat istrinya, Bryan selalu on. Dan yang membuat ia semakin merana adalah Pipit yang selalu menolaknya.


Sungguh hormon kehamilan yang aneh. Sang suami selalu menginginkan istrinya, tapi sang istri justru tidak menginginkan suaminya. Bahkan di dekati saja, Pipit enggan. Di tambah lagi, Pipit selalu ingat jika dia pernah di kerjai suaminya. Bilang kalau ngidam ingin bercin**, ternyata hanya bualan belaka.


" Honey..." panggil Bryan sambil merengek.


" Nggak. " sahut Pipit.


" Ayo dong honey...Sudah hampir dua bulan kamu menghukum aku. Aku kan udah minta maaf honey...Tapi yang ini beneran...Anak kamu ini yang pengen di jenguk sama Daddy-nya. " rengek Bryan sambil mengikuti Pipit dari arah belakang.


" Ihhh udah Pipit bilang nggak ya nggak. Abang tukang bohong. Jangan pakai bawa anak kalau mau bohong. "


" Sumpah demi Tuhan, honey. Anak kamu yang pengen di jenguk ini. " ujar Bryan kembali.


Pipit hanya diam, ia duduk di kursi rias, hendak membersihkan mukanya.


" Honey, kamu nggak kasihan sama dia. " ujar Bryan sambil menunjuk bagian bawahnya yang sudah berdiri tegak. " Dia udah on gini. "


" ABANG!!!!!" pekik Pipit. " Kenapa Abang bug** kayak gitu? Ular pinyonnya di kandangin sana. " ujarnya sedikit ngeri melihat senjata suaminya yang sudah on fire. Bryan sengaja membuka semua pakaiannya hingga memperlihatkan tubuhnya yang seksi. Bryan berharap, dengan memperlihatkan tubuhnya, istrinya akan tergoda dan mau di ajak bergelut.


" Kan kamu yang punya kandangnya honey. Dan kamu belum mengijinkannya masuk. Makanya, ayo dong honey...Buka kandangnya, biar dia bisa masuk. Kasihan kan kalau di biarkan seperti ini. " jawab Bryan.


" Tuh, kandangnya abang geletakin di lantai. Cepetan di pakai sana. " seru Pipit sambil menunjuk dalaman Bryan yang tergeletak bebas di lantai.


" Kandangnya kan bukan yang itu honey. Dia itu hanya penutup sementara. Ayo dong...kita bukakan kandangnya bersama-sama. Aku bantuin. "


" Tapi Pipit lagi nggak pengen bang. Males. " jawab Pipit kekeh.

__ADS_1


" Gini aja deh hon...Ijinkan aku menyentuhmu. Jika kamu tetap tidak bisa bergai***, maka aku akan berhenti, dan tidak akan melanjutkan lagi. Tapi jika ternyata aku bisa membuatmu terang****, maka kita akan melakukannya. " ujar Bryan.


" Nggak ah. " jawab Pipit sambil membuang tisu ke tempat sampah yang ada di dekatnya.


" Yakin???" tanya Bryan sambil tangannya yang sudah mulai merayap di tubuh Pipit. Ia mulai menjamah area dada Pipit. Memi*** dan mere*** dada dan pucuk tehnya. Tak lama, tanpa sadar Pipit mende*** sambil memejamkan matanya menikmati sentuhan suaminya.


Bryan tersenyum tipis melihat istrinya yang mulai terang**** dengan sentuhan-sentuhannya. Bryan senang akhirnya dia bisa menaklukkan istrinya yang semakin keras kepala akhir-akhir ini.


Bryan lalu menggendong tubuh Pipit dan di bawa ke atas ranjang. Tidak ada penolakan dari Pipit. Pipit menyukai sentuhan suaminya. Entah anaknya berkhianat atau bagaimana. Pipit yang semula kekeh tidak mau di ajak berci*** dengan suaminya karena benar-benar tidak menginginkannya, kini malah menurut, menerima semua perlakuan suaminya.


Bryan menyerangnya bertubi-tubi tanpa memberikan jeda. Tapi ia tetap melakukannya dengan selembut mungkin. Beberapa kali Pipit menggeliat dan menggelinjang serta berteriak, tetapi Bryan masih saja suka dengan permainan tangannya.


" Bang, cepetan di masukin ular pitonnya..Tadi bilangnya mau ngajakin ngandangin bareng-bareng. Ini kandangnya udah siap... Kenapa nggak di masukin-masukin?????" seru Pipit dengan nada sedikit kesal.


" Yes, honey. I am sorry..." ucap Bryan sambil mencium bibir Pipit dan **********. Sedangkan tangannya, membantu ular pitonnya untuk masuk ke dalam kandang.


Bryan lalu menghentak-hentakkan pinggulnya naik turun dengan lembut. Memberikan sensasi kenikmatan untuk Pipit. Ia juga menjaga keseimbangan tubuhnya supaya tidak menggencet tubuh istrinya.


🧚


🧚


Tadi, Bryan sempat membuka aplikasi Gr** di ponselnya. Membuka menu makanan di seluruh Indonesia yang ada di Gr**. Dan ia menemukan sebuah warung makan yang menjual gado-gado yang terlihat sangat enak.


" Lihat nih..." Bryan menunjukkannya ke Seno. Tapi ponselnya segera di rebut oleh sang istri yang berada di sampingnya.


" Wah, abang bener. Enak banget nih kayaknya. Cleguk..." ujar Pipit yang langsung menelan salivanya. Biasanya ia tidak pernah tergiur makanan yang sama dengan suaminya. Tapi setelah melihat menu gado-gado yang ada di kota K, Pipit ikut-ikutan menginginkan makanan itu.


" Bang, warung ini ada di kota asal bapak Pipit dulu loh. Bapak dulu kan asli dari kota Kudus. " lanjut Pipit.


" Makanan apaan sih? " tanya Seno lalu mengambil ponsel yang ada di tangan Pipit.


" Oh ini. Gue pernah nih jajan di sini. Emang enak banget masakannya. Rasanya pas banget di lidah. Bumbu gado-gadonya bikin nagih. Ada nasi rames juga. Rasanya juga enak banget. " ucap Seno setelah ia melihat nama warung makan itu.


" Bang, kita beli yuk. " ajak Pipit.

__ADS_1


" Boleh juga. " jawab Bryan.


" Eh, Lo pikir tempatnya Deket? Ini di kota Kudus loh. Jauh. Perjalanan 10 jam baru sampai di kota itu. Kalau naik pesawat harus turun di Semarang. Terus pakai mobil perjalanan masih dua jam lebih. " terang Seno.


" Nggak masalah kan ya bang. Yuk, kita berangkat sekarang. Mumpung baru jam sebelas siang. "


" Eh, kalian ini sudah gila ya. Kalian sampai sana, warungnya pasti udah tutup. Jam tiga warung itu udah tutup. "


" Nggak masalah. Kita bisa menginap di kota itu. Besok pagi baru ke warungnya. " ujar Bryan.


" Kalian ini. " protes Seno.


" Lo tahu rasanya orang nyidam. Kalau nggak di turuti, ponakan Lo bisa ileran. Sekarang, gue mau telepon Rezky. Gue mau suruh dia beliin tiket pesawat ke Semarang. Ntar sekalian mampir di tempat Athar. " sahut Bryan lalu mengambil kembali ponselnya yang di bawa Seno.


Rezky sekarang di minta Seno mengurus perusahaan milik Bryan. Jadi secara tidak langsung, Rezky sekarang juga menjadi tangan kanan Bryan. Sedangkan Seno, memiliki Dion di sampingnya. Bryan juga kini memiliki seorang sopir sekaligus bodyguard untuk istrinya. Sopir itu juga ia ambil dari Adiguna group atas rekomendasi Seno. Seno memberikan orang terbaiknya setelah Damar.


Bryan segera menghubungi Rezky dan memintanya membelikan tiket ke Semarang untuknya dan istrinya.


Selang beberapa saat, Rezky menghubunginya kembali dan mengabarkan jika ia telah mendapatkan tiket ke Semarang yang akan berangkat satu setengah jam lagi dari sekarang.


" Gue, pulang dulu. Mau siap-siap. Lo mau nitip apa? Entar gue beliin. Atau bini Lo mungkin ingin sesuatu? "


Seno nampak berpikir. " Tunggu sebentar. Bapak asli orang Kudus? " tanya Seno ke Pipit.


Pipit mengangguk.


Setelah mendapatkan jawaban, Seno langsung menelepon Rezky. Ia juga meminta untuk di belikan tiket yang sama dengan Bryan untuknya juga untuk istrinya.


" Lo mau ikut juga? "


" Pipit bilang, bapak berasal dari kota itu. Aku juga ingin mengajak istriku ke kota kelahiran bapaknya. Sekalian ke desa tempat tinggal bapak dulu. Di sana pasti masih ada saudara yang tinggal di sana. " ucap Seno.


" Masih, bang. Di sana masih ada keluarga pakde sama beberapa saudara lagi. Ih asyikkk..." sahut Pipit.


" Oke. Gue mau kasih tahu Armell dulu dan bantu bersiap. " ujar Seno.

__ADS_1


***


bersambung


__ADS_2