Om Dokter Sarang Hae

Om Dokter Sarang Hae
Akhir


__ADS_3

...Hai....Hai ....semua......


...para readersku tercinta... Episode hari ini adalah episode terakhir ya....Maaf jika tamatnya dadakan...Bukan tanpa alasan sih sebenarnya... Alasannya adalah karena Bryan dan Pipit sudah bahagia bersama anak mereka...Jadi kalau othor terusin nih cerita, pasti othor pengen kasih pelakor atau pebinor... Pasti kelean semua jadi males kan kalau ada pelakor atau pebinor nya....Jadi daripada otor munculin pelakor atau pebinor, mending othor end'kan saja ceritanya...Besok di lanjut dengan cerita anak-anak mereka ajah.....Okeh????...


____________________________________________


Sepuluh tahun kemudian


" Bundaaaaaa......." panggil seorang gadis berumur sepuluh tahun.


" Bundaaaaaaaaaaaa......" panggilnya lagi dengan suara jauh lebih keras.


" Ya ampun kakak.....Kenapa mesti pakai toa sih manggil bunda? " ujar Pipit ke anak pertamanya yang sudah berusia sepuluh tahun.


" Ihhhh...Bunda...Siapa juga yang pakai toa? Orang Paris panggil bunda cuma pakai mulut kok. " elak Paris.


" Iya, bunda tahu. Tapi suara kakak kayak pakai toa. Bunda juga udah sering ingetin kakak, kalau pulang dari mana aja tuh salam dulu. Bukan teriak-teriak kayak gitu." ucap Pipit jengah. Selalu aja putri pertamanya itu menjawab perkataannya.


" I am sorry bund...Lupa..He..he...he..." sahut Paris.


" Ck. " Pipit berdecak.


" Bund, laparrrrrrr....Perut Paris udah dangdutan ini. " ujar Paris sambil mendudukkan tubuhnya di kursi makan dan mengelus perutnya.


" Keroncongan kali kak. " sahut Pipit sambil menyajikan makan siang untuk putrinya.


" Kalau keroncongan udah biasa. Kurang nendang. Nah, kalau dangdutan kan asyik tuh. Pakai goyang. Nendang pakai banget. Alias lapar pakai banget. " ucap Paris.


" Cuci tangan dulu sana. Pulang sekolah bukannya ganti baju terus cuci tangan dulu baru ke meja makan. Ini malah ..."


" Cuci tangan? Oke boss..." jawab Paris, lalu ia berdiri dan segera mencuci tangan di wastafel.


" Ganti baju. " titah sang bunda.


" Entar deh bunddd....Paris udah laper banget iniiiiii...." rengek Paris.


" Ck. Kebiasaan. Tapi turunin dulu tuh kaki dari kursi. Duduk yang bagus. Kamu tuh anak cewek. Kok nggak ada feminim-feminimnya. " oceh sang bunda.


" Feminim? Ogah deh bund. " jawab Paris sambil mengambil nasi di taruh di atas piringnya.


Paris Adorabella Ernest, anak pertama dari pasangan Bryan dan Pipit, kini sudah berada di kelas empat sekolah dasar. Seorang anak perempuan yang tidak ada manis-manisnya dan tidak feminim-feminimnya menurut sang bunda.

__ADS_1


Yah, Paris tumbuh menjadi seorang gadis tomboy. Entah kenapa ia bisa menjadi seperti itu. Mungkin karena bundanya dulu yang selalu mengidam hal-hal ekstrim saat hamil. Ia tidak pernah suka memakai rok. Untuk seragam sekolah, karena di wajibkan memakai rok, maka Paris tetap melapisinya dengan celana panjang.


" Kak, kalau pakai seragam mbok ya yang bener. Emang kakak nggak di marahi gitu sama guru pakai dalaman celana panjang gitu, sedangkan roknya pendek. "


" Guru mana sih bund yang berani marahin Paris. Siswi tercantik dan terpintar di kelas. " jawab Paris dengan bangganya. Ia memasukkan satu sendok makan penuh ke dalam mulutnya.


Yah, Paris memang tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Netra mata yang berwarna biru kecoklatan, hidung mancung, rambut coklat keemasan, bibir tipis, dan alis yang tebal. Jangan lupakan kulit putihnya yang bersih. Bahkan ia sering protes ke sang bunda kenapa kok kulitnya putih seperti itu. Dia menginginkan kulitnya berwarna sawo matang. Tak jarang, di saat matahari tengah terik-teriknya, ia sengaja berjemur di depan rumah.


" Bund, Upin sama Ipin kok nggak ada kelihatan, pada kemana? " tanya Paris sambil mengunyah makanan.


" Kakak, kalau makan, jangan pakai ngomong. Nggak sopan itu namanya. Nanti Daddy marah loh. "


" Oh iya, Daddy juga kok tumben nggak pulang makan siang? "


" Daddy ada operasi mendadak. "


" Bunda nggak ada operasi juga kok jam segini udah pulang? "


" Bunda mana pernah ada operasi kak. Bunda kan dokter umum. Bukan spesialis kayak Daddy. Dan biasanya kan jam segini bunda emang udah di rumah. "


Paris manggut-manggut. " Upin Ipin kemana bund? "


Setelah Paris berusia enam tahun dan dirinya telah menyelesaikan kuliahnya, Pipit kembali mengandung sesuai janjinya ke sang suami. Dan anak kedua Bryan juga Pipit kembar, laki-laki semua. Dan Bryan memberinya nama Zahran Xavier Ernest dan yang keluar belakangan ia kasih nama Zayyan Xavion Ernest.


Dan semua anak-anak Bryan juga Pipit memanggil Armell dengan panggilan mommy seperti kedua buah hati armell dan Seno. Dan memanggil Seno dengan panggilan Daddy El.


Setelah menyelesaikan makan siangnya, dan juga sudah mengganti bajunya, Paris pergi menyusul sang adik kembar yang sedang bermain di rumah mommy nya. Ia mengganti bajunya dengan celana pendek dan kaos oblong, dan jangan lupakan topi yang selalu ia kenakan.


" Assalamualaikum...." sapa Paris saat ia sudah masuk ke dalam rumah Seno dengan suara khasnya.


" Waalaikum salam. " jawab sang mommy. " Eh, ada Paris. Sini nak. " panggil Armell.


Paris mencium punggung tangan Armell. " Widdiihhh....lagi pada makan nih. " ucap Paris.


" Duduk Ris. Mommy ambilkan piring buat kamu. " ucap Armell yang sedari tadi sibuk mengambilkan makan siang untuk kedua putranya, Arvin juga Danique, dan putrinya. Juga duo Z.


Paris duduk di salah satu kursi kosong. " Paris tadi udah makan di rumah mom. Loh, bang Ar nggak pulang ke rumah lagi? " tanya Paris.


" Iya. " jawab Arvin seadanya. Karena dia memang laki-laki yang irit bicara. Arvin sekarang sudah berusia 14 tahun. Dia sudah duduk di kelas 1 sekolah menengah pertama. Sedangkan Danique duduk di kelas 6 sekolah dasar. Dan putri Armell yang bernama Ratu Malvinia Adiguna duduk di kelas 3 sekolah dasar.


Arvin tumbuh menjadi seorang laki-laki pendiam dan kaku. Danique tumbuh menjadi anak yang humoris. Dan Ratu, menjadi gadis yang lemah lembut. Tapi juga sedikit usil seperti kakaknya.

__ADS_1


" Duo Z mau mamam? Kakak suapin, oke? Biar nggak belepotan. " tawar Paris. Meskipun ia tumbuh menjadi gadis yang tomboy, tapi ia begitu perhatian dan sangat menyayangi adik kembarnya.


" Nggak. "


" Iya. "


Duo Z menjawab bersamaan dengan jawaban yang berbeda. Si Zahran menjawab nggak, dan si Zayyan menjawab iya. Si kecil Zayyan memang cenderung manja. sedangkan si Zahran cenderung mandiri.


" Ya udah, Aran makan sendiri, tapi tidak boleh belepotan. Dan Iyan di suapin kakak. " ujar Paris. Dan duo Z mengangguk bersamaan.


" Bang Ar.... Queen juga mau di suapin kayak Iyan..." rengek ratu ke Arvin. Iya, Ratu atau biasa di panggil queen memang sangat manja sama Arvin. Dan itu salah satu penyebab Arvin lebih suka tinggal di rumah Seno daripada di rumahnya sendiri.


" Ck. Udah gede juga masih kolokan. " remeh Danique.


" Biarin. Yang penting queen nggak minta di suapin sama abang. Wleeeekkk...." sahut Ratu sambil menjulurkan lidahnya.


" Udah, nggak usah berantem. Queen, sini duduk deket bang Ar. Bang Ar suapin. " ujar Arvin. Ratu segera berpindah duduk ke dekat Arvin.


" Adek...Bang Arvin juga mau makan loh. Kalau adek minta di suapin abang, nanti Abangnya nggak bisa makan dong. " ujar Armell.


" It's oke, mom. Arvin akan makan setelah selesai menyuapi queen. " jawab Arvin. Arvin memang selalu tidak bisa menolak keinginan Ratu kecilnya.


***


End


...Beneran end ya guys.......


...Cerita di atas itu adalah prolog untuk cerita anak-anak Seno, Armell, Bryan, Pipit, Leora.....


...juga anak-anak Damar.....


...Tapi untuk lapak mereka, othor belum tahu mau rilis kapan... Othor mau rehat dulu bentar lah ya......


...Ngelurusin jari-jari biar nggak makin keriting karena kebanyakan ngetik di Hp😊😊...


...Tapi kalian jangan kuatir... Othor akan kasih pengumuman di lapak " Om Dokter Sarang Hae " dan " My Handsome Police " untuk lapak anak-anak mereka...Jadi, jangan di unfav dulu ya......


...Sampai jumpa lagi di lapak selanjutnya ya kak.......


...Salam lope-lope sekarung beras buat kelean semuanyahhhh....😘😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2