
Karena hari sudah malam, Bryan berpamitan pulang setelah yang punya rumah selesai dengan aktivitasnya. Selama itu juga, Pipit tidak kembali masuk ke dalam rumah. Bryan mencarinya dengan celingak-celinguk.
" Gue balik dulu, udah malam. " pamit Bryan ke Armell dan Seno.
" Thank you uncle B, udah jagain Dan. " ucap Armell sambil mengayunkan tangan baby Dan.
" Good boy banget ya. Pengertian aja kalau emak sama bapaknya lagi sibuk ngadon adik buat dia. Jadi dianya anteng, sama sekali nggak rewel. " seru Bryan sambil mencolek pipi gembul baby Dan.
" Siapa yang mau bikinin adik buat baby Dan? Dianya aja masih sekecil ini. " protes Armell.
" Emang elu udah ikut program KB? " tanya Bryan.
" Gue ikut cara lo yang biasa celap-celup kalau bini gue bilang. Gue kantongin kecebong gue biar nggak menetas dulu. " sahut Seno.
" Hati-hati bocor. " goda Bryan.
Armell langsung melotot ke arah sang suami. Karena tadi suaminya di suruh keluarin kecebong di luar, menolak karena dia sudah mengantongi si Martinez biar nggak sembarangan nyembur.
" Nggak bakalan bocor, baby. Aku belinya udah yang kualitas super. Kayak yang di pakai si Sariwangi. Kantongnya alot, anti bocor. " bela Seno.
" Beda o'on, kantong teh sama kantong sosis. " protes Bryan. " Kalau pakai kantong teh, yang ada punya bini lo lecet kalau lo maju mundurin. " sepertinya Bryan belum paham siapakah itu si Sariwangi.
" Ck. Lo tuh nggak ngerti, mending diem. "
" Gue kan cuma kasih tahu aja. Kasihan sama bini Lo. "
" Emang selama ini, perempuan-perempuan yang lo tidur** pada teriak kesakitan, terus berdarah-darah? "
" Ya nggak lah. Mereka teriak keenakan, minta lebih. "
" Nah kan sama, bini gue juga gitu. Dia keenakan. " sahut Seno, sedangkan si Armell telah berlalu dari sana dengan baby Dan yang sepertinya sudah mengantuk.
" Serah lo deh. Gue balik dulu. " pamit Bryan. " Eh, ngomong-ngomong, makmum gue dimana? "
" Lah, bukannya tadi sama Lo jagain Danique. "
" Gara-gara lo berdua, dia kabur, takut gue khilaf, terus ngajakin dia enak-enakan kayak kalian. "
" Paling ngadem di luar kalau nggak di taman belakang. " sahut Seno.
" Ya udah, kalau dia di depan palingan entar ketemu. Kalau entar gue nggak ketemu sama dia, tolong lo bilangin, besok gue jemput jam delapan. Jam 12 ada operasi gue. "
__ADS_1
" Siipp. "
Bryan berlalu dari sana dan keluar rumah. Di depan pintu keluar, Bryan celingak-celinguk mencari Pipit.
" Dimana itu anak? " gumam Bryan. Ia berjalan ke sisi sebelah rumah. Di sana ia mendengar suara orang sedang bercanda dan ngobrol.
Bryan berjalan mendekat, dan ternyata istri kecilnya sedang ngobrol asyik sama Damar. Mereka terlihat sedang bercanda dan terlihat begitu dekat.
" Apa yang sedang mereka bicarakan? Sepertinya mereka begitu dekat. " gumam Bryan. Karena otaknya yang jenius, dan banyak mengenal perempuan, Bryan curiga ada sesuatu di antara Pipit dan Damar.
" Apa laki-laki yang di maksud Pipit saat itu adalah Damar? " Bryan mengusap wajahnya kasar. Kalau benar seperti dugaannya, saingannya cukup berat. Ia tahu Damar tidak pernah punya hubungan dengan perempuan manapun. Tentu saja hal ini membuatnya kalah telak.
" Bagaimana mungkin gue kalah sebelum berperang? " gerutunya. " Nggak. Mungkin saja karena mereka sering bertemu, jadi si Pipit menganggap Damar seperti kakaknya. " tepis Bryan.
Bryan berjalan mendekati Damar dan Pipit, " E Hem. " ia berdehem.
Damar yang melihat Bryan menghampiri mereka, langsung berdiri dari duduknya dan menyapa Bryan dengan menundukkan kepalanya sebentar, " Selamat malam, tuan. "
Bryan tersenyum tipis, " Selamat malam. " sahutnya. " Maaf, saya mau bicara sebentar dengan Pipit. "
" Oh, silahkan tuan. Kalau begitu, saya permisi dulu. " pamit damar. Ia segera meninggalkan Bryan dan Pipit. Tapi samar-samar ia bisa mendengar percakapan Bryan dan Pipit karena ia masih berada di balik dinding di pojokan rumah. Bukannya dia ingin tahu urusan orang lain, tapi ia hanya ingin mencari informasi.
" Emang salah, kalau Pipit ngobrol sama bang Damar? Bang Damar baik orangnya, enak di ajak ngobrol, di ajak curhat. " jawab Pipit agak ketus.
" Bukannya salah kamu ngobrol sama dia. Tapi ini udah malam, aku nungguin kamu di dalam, kamu nggak masuk-masuk. Nggak baik kan, udah malam gini masih ngobrol sama laki-laki di luar rumah. " Bryan menasehati.
" Abang juga sering kan bawa perempuan keluar rumah bahkan semalaman. " sahut Pipit.
Bryan mengusap wajahnya kasar dan menarik nafas dalam-dalam. Kalah dia jika Pipit sudah menjawab seperti ini. Ia tidak akan bisa menasehati karena memang apa yang di katakan Pipit itu benar.
" Pipit cuma ngobrol loh ini. NGOBROL. Nggak lebih. " tambah Pipit.
" Iya, aku tahu, maaf kalau aku salah bicara. Aku hanya ingin yang terbaik buat kamu. "
" Ck. Abang ngapain cari Pipit? " Pipit yang merasa jengah, tidak mau melanjutkan perdebatannya.
" Aku cuma mau ngasih tau, besok aku jemput jam 8. Kamu siap-siap, karena siang aku ada jadwal operasi. " Bryan berkata dengan hati-hati. Entah semenjak kapan, ia selalu berubah lembek jika di dekat istri kecilnya. Apa ini yang di namakan virus bucin seperti yang Seno bilang?
" Kalau Abang sibuk, Pipit bisa pergi sendiri. Abang kan udah beliin Pipit mobil. "
" Tapi kamu belum punya SIM. Apalagi ini Jakarta, kamu emang tahu dimana universitas I itu? "
__ADS_1
" Buat apa Mbah Google bikin map? Tinggal cari di sana. "
" Hon...eh, Pit, kamu belum punya SIM. "
" Abang kan besok sibuk, mau ada operasi kan? Daripada Abang buru-buru di jalan, malah bisa berabe. Ya udah masalah Pipit mah gampang, Pipit bisa minta tolong bang Damar buat nganterin kalau mbak Mell nggak kemana-mana. "
" No. I Will take you. Nggak akan lama, karena aku punya kenalan di kampus itu. Dia tidak akan membiarkan kita antri. "
" Ya udah, terserah Abang aja lah. " ucap Pipit mengalah akhirnya.
" Ya udah, aku pulang dulu. Kamu, masuklah ke dalam. Sudah malam, nggak baik udara malam buat gadis seperti kamu. Jangan suka ngobrol terlalu larut. Abang kamu juga nyariin kamu tadi. " pesan Bryan.
Pipit mengulurkan tangannya dan menyalami Bryan. Tak lupa ia mencium punggung tangan suaminya itu. Karena itu adalah ajaran dari sang ibu. Bagaimanapun juga, meskipun tidak saling mencintai, tapi posisi Pipit tetaplah seorang istri, yang harus menghormati suami. Dan mencium punggung tangan suami, adalah salah satu bentuk hormat istri ke suami.
Bryan sudah terbiasa dengan kebiasaan Pipit ini. Ia merasa sangat bahagia dan begitu di hargai saat istrinya mencium punggung tangannya setiap mereka akan berpisah. Bryan tersenyum, lalu mengusap kepala Pipit sebelum akhirnya ia berlalu dari sana.
Setelah Bryan pergi, Pipit segera masuk ke dalam rumah. Benar saja yang Bryan bilang, hari sudah malam. Pipit melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam.
Damar, yang sedari tadi mengawasi tingkah Bryan dan Pipit, serta sedikit-sedikit mendengar percakapan mereka, menjadi semakin curiga, ada sesuatu antara Bryan dan Pipit. Tapi apa itu, dia belum bisa menemukannya. Dia akan berusaha mencari tahu lagi.
Lalu, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya. Damar mengambil ponselnya dari dalam saku celananya, dan membuka pesan itu.
📩 Maaf ya bang, Pipit lupa belum pamit ke Abang. Udah malam, Pipit masuk kedalam dulu.
Damar tersenyum tipis membaca pesan itu.
📩 Iya, nggak apa-apa. Kamu tidurlah, mimpi yang indah.
📩 Iya, Pipit mau mimpiin Abang. Jadi kan indah tuh mimpinya Pipit. Abang juga nanti jangan lupa mimpiin Pipit kalau tidur.😊😊
Damar tersenyum sendiri membaca gombalan receh dari gadis yang ia sukai. Lalu sebuah pesan kembali masuk ke ponsel Damar. Ia segera membuka kembali ponselnya. Gombalan apa lagi yang akan di tuliskan si gadis tercintanya itu. Pikir Damar.
Sambil masih dengan senyuman yang tersungging di kedua sudut bibirnya, Damar membuka pesan itu. Tapi setelah tahu siapa si pengirim pesan, senyuman yang sedari tadi terbit di kedua sudut bibirnya, langsung tenggelam seperti senja. Raut wajah yang tadi berseri kini juga berubah. Tanpa membalas pesan itu, ia langsung menghapusnya, dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku.
***
bersambung
...Bikin kepo nggak sih, sikap Damar itu? Siapa ya kira-kira yang mengirim pesan kepadanya? Siapa guysss??? Othor belum tahu juga ini. Karena othor belum menentukannya ðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜Š...
...Segera di like....di vote...di komen....biar othor bisa segera menentukan alur cerita hidup Damar....😄😄...
__ADS_1