
Setelah pesanan makanan sampai, Bryan membawakan makanan itu ke Pipit yang masih berada di atas tempat tidur sedari tadi. Sengaja Bryan melarangnya turun. Bryan menyuruhnya tetap di atas tempat tidur saja. Karena Bryan tahu, istrinya pasti akan protes dan ribut saat tahu bagian bawahnya sakit.
" Huh...kenyangnya....." ujar Pipit sambil mengamit selimut di kedua ketiaknya karena ia menutupi tubuhnya yang masih polos. Suaminya itu tidak membiarkannya memakai bajunya.
" Minum dulu. " Bryan menyodorkan segelas jeruk lemon hangat.
" Makasih. " jawab Pipit sambil menerima minuman itu.
Pipit meminum minumannya, dan Bryan mengambil piring kosong yang berada di atas pangkuan Pipit. Setelah minumannya habis, Pipit memberikan gelas kosongnya ke Bryan.
" Bang, Pipit pengen mandi. " ujar Pipit. Ia menyibak selimutnya, tapi Bryan segera mencekal tangannya.
" Nanti aja mandinya. " sahut Bryan membuat Pipit mengerutkan keningnya.
' Bahaya kalau sampai dia bangun. Bisa-bisa dia tidak memberiku jatah lagi hari ini. Aku kan masih ingin. Masih penasaran sama rasanya yang begitu menggigit. ' batin Bryan sambil sebuah seringai muncul dari sudut bibirnya.
" Gerah bang...Pengen mandi... berendam kayaknya enak. Bekas semburan bisa ularnya abang juga masih lengket-lengket gitu rasanya. " rengek Pipit.
" Nanti aja mandinya. Kalau mandi sekarang, nanti juga gerah lagi. " ucap Bryan dengan seringainya.
" Tapi kan Pipit habis makan...Masak habis makan cuma duduk aja di atas kasur kayak gini. Habis makan kan harus banyak gerak, biar nggak nimbun lemak.
" Habis ini di tanggung kamu nggak bakalan diam aja. Jangan khawatir bakalan ada lemak yang menimbun. Karena kita akan berolahraga." ujar Bryan.
Ia mulai mendekati Pipit, membuka selimut yang menutupi tubuh Pipit. Mendorong tubuh Pipit hingga ia jatuh telentang.
" Abang mau ngapain? " tanya Pipit sambil menutup dadanya dengan kedua tangannya.
" Berolahraga membakar lemak dan kalori sehabis sarapan, honey. " sahut Bryan sambil menyerang Pipit dengan ciuman bertubi-tubi.
Pipit mendorong tubuh Bryan dan berusaha melepas ciuman suaminya. " Abang...huh ..huh..." Pipit kehabisan nafas. " Olahraga macam apa ini kok malah bikin orang ngap-ngapan. " protes Pipit.
" Itu baru permulaan, honey. Nanti kamu juga akan tahu olahraganya kayak apa. " ujar Bryan, lalu tanpa aba-aba, ia kembali menyerang istrinya tanpa ampun. Mencium bibir istrinya penuh menuntut balasan. Pipit yang sudah tidak bisa menolak, akhirnya mengikuti permainan sang suami. Saling berpagutan, bertukar saliva, membelit lidah.
Tangan Bryan yang sudah tidak bisa di kondisikan, meraba, membelai seluruh bagian tubuh Pipit hingga membuat Pipit kembali melayang di udara. Mengulangi lagi apa yang mereka lakukan pagi tadi.
Cuma bedanya kali ini, Bryan tidak membiarkan istrinya mengalami pelepasan sendiri. Ia memasukkan peliharaannya setelah peliharaannya berubah wujud menjadi ular piton ke dalam goa milik istrinya. Di awal masuk, saat hentakan pertama, Pipit sedikit meringis masih merasakan sedikit nyeri.
" Kok masih sakit aja bang? Katanya sakitnya hanya saat pertama. " tanya Pipit menghentikan aktivitas Bryan.
__ADS_1
" Tapi tidak sesakit yang tadi sayang. Dan aku berani bilang, habis ini, tidak akan sakit lagi. " jawab Bryan lalu ia kembali menghujani istrinya dengan ciuman di bibirnya.
Bryan mulai menghentak-hentakkan pinggulnya naik turun. Ular piton milik Bryan benar-benar ganas dan buas. Apalagi ular piton itu sudah berbulan-bulan berpuasa.
Pipit yang tadi meringis kesakitan, seperti yang di katakan Bryan, ia kini menikmatinya. Rasa sakit itu sudah hilang tak berbekas. Rasa yang ada sekarang hanyalah kenikmatan yang tiada Tara.
Kegiatan mereka kali ini tidak hanya satu kali seperti yang di katakan Bryan. Setelah selesai dengan satu putaran yang membuat mereka berdua berteriak bersama saat kenikmatan yang terakhir tercipta, Bryan memberinya waktu sebentar untuk beristirahat sebelum akhirnya Bryan kembali menyerangnya.
Mereka kembali bergulat untuk putaran yang selanjutnya. Bergulat dengan berbagai macam gaya. Jika saat pertama dan kedua tadi Bryan memilih untuk bermain aman supaya istrinya merasa nyaman dan menikmati keindahan yang pertama kalinya, kini Bryan mengajak dan mengajari istrinya yang masih belia itu bergulat dalam berbagai macam gaya.
Saat waktu menunjukkan pukul 1 siang, putaran ketiga selesai. Pipit sudah nampak kelelahan.
" Capek sayang? " tanya Bryan sembari mengecup kening Pipit lembut dan tersenyum melihat istrinya terkapar.
Pipit mengangguk pelan. Rasanya tubuhnya remuk redam. Ia memejamkan matanya.
" Padahal aku masih ingin satu putaran lagi. " goda Bryan sambil berbisik.
Seketika Pipit membuka matanya dan melotot ke arah suaminya. Terbuat dari apa peliharaan suaminya itu. Dia saja sudah sangat kelelahan. Bahkan tubuhnya terasa tak bertulang. Tapi suaminya masih saja terlihat segar dan bersemangat.
Mendapati pelototan mata istrinya, Bryan terkekeh pelan.
" Sumpah bang. Pipit capek banget. Emangnya abang nggak capek? Dari tadi Abang gerak terus. Nggak encok? Pipit aja yang hanya diam dan menggeliat aja rasanya benar-benar lemes. " tanya Pipit dengan polosnya.
Pipit menelan salivanya dengan susah payah. " Pipit nyerah bang. Sumpah. Pipit udah nggak sanggup kalau Abang bikin menggeliat dan mende*** lagi. " ujarnya lirih sambil menarik selimutnya hingga dagunya.
Bryan tertawa renyah melihat kelakuan istrinya. " Ya udah, tidur dulu aja bentar. Nanti aku bangunin kalau udah jam tiga. Kita olahraga sore. " goda Bryan sambil mengusap rambut Pipit yang memang sudah berantakan.
" ABAAANG...." pekik Pipit sambil memelototkan matanya.
" Ha...ha...ha..." Bryan tertawa terbahak-bahak. Ia meloncat turun dari atas kasur dengan tubuh polosnya.
" Ihh, abang.... Nggak punya malu. " pekik Pipit saat melihat Bryan masih telanjang bulat. Ia memejamkan matanya.
" Hei, kenapa aku harus malu? Kan sama istri sendiri. "
" Ya tetep aja abang harusnya malu. Itu peliharaannya goyang-goyang ke kiri ke kanan. Geli Pipit lihatnya. " Seru Pipit. " Bentuknya jadi kecil terus pendek gitu mirip mentimun. Ha...ha ..ha .."
" Ck. Entar kalau dia membesar dan memanjang, kamu juga yang repot. " jawab Bryan. " Dia kalau lagi marah, bukan lagi reinkarnasi jadi ular piton. Tapi anaconda. Lebih besar. Dan yang pasti lebih ganas dan buas. Bisa langsung bikin perut kamu melendung. "
__ADS_1
Mendengar ucapan Bryan, Pipit jadi berpikir. " Bang, mungkin nggak sih, kita melakukannya baru tadi pagi terus Pipit hamidun? "
" Ya mungkin aja. Kalau kamu lagi masa subur, bisa langsung jadi kecebongnya. Apalagi bibitku ini bibit unggul. Kualitas super. " jawab Bryan.
" Di kata beras? Kualitas super? Pipit serius bang nanya nya. "
" Aku juga serius jawabnya. " jawab Bryan sambil mengenakan pakaiannya. " Aku udah pernah cek sp****. Dan hasilnya, benihku istimewa. Jadi kalau kamu sekarang lagi masa subur, kamu bisa langsung hamil. "
" Kok gitu bang? Masak iya Pipit hamil? " ujar Pipit dengan wajah sendunya.
" Emang kenapa kalau hamil? Kan punya suami. "
" Tapi Pipit belum pengen hamil dulu. Pipit masih pengen romantis-romantisan sama Abang. Menikmati waktu berdua. "
" Kalau kamu belum ingin hamil, berarti kamu harus selalu ingat masa suburmu. Atau kalau pas kita lagi pengen tapi kamu dalam masa subur, aku bisa memakai pengaman. "
" Nggak. Big no. Pipit nggak mau abang pakai balon kayak gitu. Pipit jadi berasa kayak perempuan-perempuan yang Abang ajakin one night stand. " jawab Pipit tegas.
" Ya udah, aku manut aja mau kamu gimana. " sahut Bryan pada akhirnya karena ia tidak ingin beradu argument dengan istrinya.
Padahal di dalam hati, ia akan berusaha bagaimana supaya istrinya itu bisa cepat hamil. Di usianya yang segini, ia seharusnya sudah mempunyai seorang anak seperti Seno, atau Athar sahabatnya.
" Kamu istirahat aja dulu, aku mau berendam dan mandi. " ujar Bryan sambil membenarkan selimut Pipit.
" Kita kapan pulangnya bang? " tanya Pipit.
" Kamu mau pulang kapan? Athar bilang, kita bisa tinggal di sini semau kita. "
" Mmm...nggak usah lama-lama deh bang. Nggak enak sama sahabat Abang yang mirip Cha Eun Wo itu. " sahut Pipit.
" Cha Eun? Siapa itu? " tanya Bryan.
" Ah, udah ah. Pipit bilangin juga abang nggak bakalan ngerti. Tokoh Walt Disney aja abang nggak tahu kok. " jawab Pipit sambil merebahkan tubuhnya miring.
" Jangan meledek ya. Aku tahu kok karakter Walt Disney. Tom and Jerry, Mickey dan Minnie mouse. "
" Tahu nya cuma itu doang. Udah ah, kalau Abang ngajakin ngomong terus, kapan Pipit istirahatnya? "
***
__ADS_1
****bersambung****
Maaf ya guys....hari ini sepertinya othor cuma bisa update satu episode aja... soalnya kemarin othor cuma sempat nulis satu ... idenya udah othor curahin buat unboxing nya Pipit sama Bryan biar nggak di tolak sama pihak NT....🙏🙏🙏🙏