
Fendy sampai di rumah sakit dan dia terburu buru hendak membawa Rena ke tempat dimana dia akan melakukan pernikahan. Tapi saat dia masuk ke ruang rawat Rena..
" Rena.. " Ujar Fendy, dengan suara bahagia.
Tapi wajah bahagianya seketika pudar dan berganti menjadi panik ketika melihat perawat yang menjaga Rena justru terkapar di lantai.
" Rena.. " Teriak Fendy dengan gelisah.
Tuba tiba ponsel Fendy berdering dan itu nomor ponsel papanya yang sudah puluhan tahun tidak pernah lagi dia hubungi, bahkan di sana tidak tertulis nama ayahnya atau panggilan ayah seperti anak pada ayahnya.
' Bajin*an' Itu nama yang tertulis di kontak itu.
Fendy pun mengangkat panggilan itu dengan ragu.
" Kau mencari kekasihmu?" Ujar suara ayah Fendy dari seberang telepon.
'" Dimana Rena, jika sampai sesuatu terjadi padanya, aku bersumpah aku akan menghancurkanmu dengan tanganku sendiri. " Ujar Fendy dengan berkaca kaca.
" Maka datanglah ke alamat yang akan aku kirimkan, ingat... datang sendiri dan jangan coba coba kau bawa orang lain, atau ibumu dan kekasihmu.."
" Oke! Aku datang sendiri." Ujar Fendy memotong ucapan ayahnya.
" Jangan pakai lama, mereka tidak bisa menunggu lebih lama." Ujar Ayah Fendy. Dan mengakhiri panggilan itu.
Fendy membaca pecan yang di kirim ayahnya dan dia langsung berlari keluar begitu saja untuk datang ke tempat yang di maksud oleh ayahnya itu.
Dengan kecepatan di atas rata - rata Fendy mengemudikan mobilnya dan membelah jalanan kota yang sedang padat padatnya, dan rupanya alamat itu membawa Fendy keluar dari dslam kota menuju luar kota.
" Kenapa dia tahu tentang Rena.." Gumamnya.
Fendy sangat emosi saat ini, apalagi saat ini Rena sedang hamil. Dia sangat khawatir dengan Rena dan calon anaknya itu. Tapi kemudian dia ingat dengan kartu tanda pengenalnya yanga terdaftar di rumah sakit.
' Pasti orang rumah sakit yang memberitahunya, sial!' Batin Fendy.
Tidak bisa memanggil polisi, juga bantuan, Fendy yang kadung khawatir itu langsung pergi begitu saja ke tempat itu.
Dan setelah kurang lebih satu jam setengah Fendy mengemudikan mobilnya, sampailah dia di sebuah tempat yang asing baginya. Dia langsung turun dan langsung masuk begitu saja ke dalam sana.
' Gereja..' Batin Fendy saat melihat bangunan di sekitarnya.
Ya, sebuah bangunan Gereja tua yang sudah penuh dengan banyak orang . Dan saat Fendy sedang bingung, datang dua orang dan langsung menyeret Fendy kedalam sebuah ruangan.
" BRAK!" Pintu itu di tutup.
__ADS_1
" Bren*sek buka pintunya!" Teriak Fendy.
" Percuma tidak ada yang akan mendengarmu, mereka hanya akan mendengarkan aku." Ujar sebuah suara, Ayah Fendy.
" Kenapa kau menculikku kemari? Dimana Rena?!" Ujar Fendy.
" Entah.. Aku memintamu kemari, adalah untuk menikah." Ujar ayah Fendy.
" Oh, sungguh?? Jadi kalau begitu kekasihmu bisa aku mainkan?" Ujar ayah Fendy dan Fendy langsung naik pitam.
" Jangan pernah, kau mencoba mengganggu Rena sedikitpun.. atau aku akan benar - benar melupakan fakta bahwa kau adalah ayahku." Ujar Fendy dengan tatapan yang tajam pada ayahnya.
Terukir sedikit senyum tipis di wajah ayah Fendy, tapi kemudian dia berjalan menuju kearah pintu keluar.
" Tidak ada waktu, bersiaplah dan gunakan jas ini, pengantinmu menunggu di depan." Ujar ayah Fendy.
" Dimana Rena!" Teriak Fendy hendak menyerang ayahnya tapi di hadang oleh dua anak buah ayah Fendy.
" Persiapkan dia, pengantinnya sudah menunggu terlalu lama, kasihan." Ujar ayah Fendy.
" Lepas, Lepas! Andy Wiliam aku tidak akan memaafkanmu!!" Teriak Fendy sembari meronta ronta.
Di depan pintu ruangan itu, ayah Fendy hanya bisa tersenyum lalu berjalan pergi memasuki ruangan yang sudah penuh dengan tamu.
" Tuan muda, lebih baik anda patuh, anda tahu sendiri bagaimana tuan besar." Ujar asisten ayah Fendy.
" Anda tidak memiliki pilihan." Ujar asisten ayah Fendy.
Dengan paksa, Fendi di pakaikan stelan pakaian pengantin. Fendy hendak memberontak pun dia percuma, yang mebcekal tangannya memiliki tubuh lebih besar darinya.
" Bawa tuan muda keluar." Ujar asisten ayah Fendy, dan anak buahnya mengangguk.
Fendy di bawa keluar dan dengan memberontak dia mencoba lepas dari cengkeraman tangan anak buahnya.
" Fendy.." Ujar suara yang sangat Fendy kenali.
Suara Rena, Fendy melihat kesana dan kemari untuk mencari keberadaan Rena diantara banyaknya tamu, tapi dia tidak melihatnya.
" Rena, kamu dimana." Teriak Fendy.
" Di depanmu.." Ujar Rena.
Tatapan Fendy tertuju lurus kedepan, dan di sana berdiri mempelai wanita yang sangat cantik. Pengantin itu tersenyum kearah Fendy, tapi Fendy justru berkaca kaca.
__ADS_1
" Rena.." Gumamnya.
Ya, Rena.. dia sudah cantik dengan gaun pengantin putih yang menjuntai panjang dan wajahnya bahkan sudah di rias dengan begitu cantik dan anggun. Fendy hendak lari, tapi tangan nya masih di cekal oleh dua bawahan ayahnya.
" Jangan buru - buru, nak.. Dia akan tetap berdiri di sini, sebagai mempelaimu." Ujar suara ayah Fendy.
" Kendalikan dirimu, dan berjalanlah kemari." Ujar ayah Fendy.
Terlihat Rwna yang menganggukan kepalanya sembari tersenyum, Fendy pun menghela nafasnya dan mencoba mengendalikan dirimu.
" Pernikahan di mulai.." Teriak seseorang.
Iring iringan lagu romantis mulai terdengar sepanjang Fendy berjalan menuju ke altar pernikahan, entahlah.. Dia merasa bagai mimpi, tapi hari ini juga bukan april mop.
Fendy menghapus air matanya ketika dia semakin dekat dengan Rena, Rena pun sama dia berkaca kaca tapi dia mampu mengendalikan dirinya.
" Kamu baik baik saja?" Tanya Fendy, ketika sudah berdiri di hadapan Rena, dan Rena mengangguk.
" Kamu cantik sekali.." Ujar Fendy, dan kembali menghapus air matanya.
Pendeta pun mendekati mereka berdua untuk mulai mengucapkan janji suci pernikahan antara Fendy dan Rena. Fendy mengucapkan janji sucinya dengan lantang, tanpa berkedip dan tatapannya hanya tertuju pada Rena seorang.
Dan ketika keduanya sudah saling mengucap janji suci pernikahan, akhirnya Rena dan Fendy pun berciuman setelah Fendy menyematkan cincin di jari manis Rena.
" Aku mencintaimu." Ujar Fendy.
" Aku juga mencintaimu." Ujar Rena.
Sementara itu, ayah Fendy saat ini tampak menghampiri mantan istrinya, yakni ibu Fendy.
" Katakan padanya aku sangat meminta maaf atas semua yang pernah aku lakukan dulu, aku sangat menyesalinya." Ujar Ayah Fendy.
" Kenapa tidak kau katakan sendiri padanya, dia putramu." Ujar ibu Fendy.
" Aku terlalu malu untuk hanya sekedar mendekat padanya, kesalahanku sudah terlalu banyak. Hanya ini yang bisa aku lakukan, walau ini tidak menebus kesalahanku padanya sama sekali." Ujar ayah Fendy.
" Entah mengapa aku merindukan masa masa dulu, ketika dia memanggilku papa dengan penuh kasih sayang, bukan pria bren*sek" Ujar ayah Fendy.
" Katakan padanya aku minta maaf, dan aku menyayanginya." Ujar ayah Fendy dan pergi dari sana.
Apa penyesalan terbesar seorang ayah?? Adalah melakukan hal yang membuat dirinya di benci oleh anak anak nya sendiri, karena memperbaiki keadaan tidaklah semudah membalik telapak tangan.
Yang sudah terjadi, hanya bisa tertinggal menjadi luka dan tidak akan pernah bisa terobati walau mulut sudah berkata memaafkan. Bekas dan sisa lukanya.. masih terasa perih ketika di ingat.
__ADS_1
Dan berakhir hanya dengan.. penyesalan. Penyesalan yang tak berujung..
TO BE CONTINUED..