
Esoknya, Justin dan semua anak buahnya sudah siap dan hendak masuk kedalam hutan. Sebelum benar - benar kehilangan sinyal, Justin menyempatkan diri menghubungi Qilin.
" Jadi kamu tidur dengan mommy?" tanya Justin di sela - sela panggilannya.
" Ya, aku yang memintanya, hehe." Ujar Qilin terkekeh.
Tiba tiba Justin terkekeh juga, dan di sana ada beberapa anak buah Justin yang saat ini sedang tercengang dengan sikap Justin yang berbanding terbalik dengan sikap yang sehari - hari di perlihatkan Justin pada anak buahnya.
Justin saat ini berbicara dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang, tatapannya di ponsel juga bukan tatapan yabg seperti biasanya. Dan kini, mereka bisa mendengar Justin terkekeh.
" Aku jadi cemburu, mommy bisa menghabiskan waktu denganmu, tapi aku tidak bisa menghabiskan waktu denganmu." Ujar Justin dengan nada sedikit manja.
Anak buah Justin sampai meranga mendengarnya, balok es di diri Justin sepertinya sudah melelh dan berubah menjadi sungai air.
" Ish, nanti juga aku dan mommy hanya sebentar, sisanya kan aku habiskan denganmu." Ujar Qilin, dan Justin tersenyum dengan lembut.
" Hum, apakah kamu sudah meminum vitaminmu, sayang?" Tanya Justin dalam panggilan video itu.
" Sudah, mommy sedang membuatkan aku camilan. Aku yakin dalam dua minggu aku akan menjadi bulat, karena mommy membuatkan aku banyak makanan enak. " Sahut Qilin, dan Justin terbahak mendengarnya.
Anak buah Justin yang berada dalam satu mobil dengan Justin terkejut, karena seumur umur baru kali ini mereka bisa melihat balok es dari kutub utara itu terbahak.
Tapi akhirnya Justin harus mengakhiri panggilannya karena dia sudah sampai di hutan.
" Sayang, aku harus segera masuk ke hutan, jaga diri baik-baik oke, kita akan bertemu lagi dalam dua minggu." Ujar Justin pada Qilin yang berada di ponselnya.
" Ya, sayang.. hati- hati di sana." Sahut Qilin.
Justin tersenyum, lalu tiba tiba melontarkan sebuah kecupan.
" Muah, aku mencintaimu." Ujar Justin.
Anak buah Justin langsung saling tatap mendengarnya, mereka sangat terkejut. Setelah panggilan di akhiri, Justin tersenyum senyum sendiri, sedangkan anak buahnya hanya bisa diam.
" Ayo." Ujar Ian, memecah keheningan.
Ian yang sudah terbiasa melihat perubahan Justin dari balok es menjadi yupi tentu saja sudah tidak kaget, dan dia merasa lucu melihat beberapa anam buah Justin yang terkejut dengan perubahan ketua mereka.
Dan akhirnya mereka semua turun, banyak mobil dan motor milik anak buah Justin yang berhenti di sana. Hutan itu adalah hutan pribadi milik Justin, ia membelinya memang untuk melatih anak buahnya.
Hutan itu di biarkan liar agar tidak memudahkan anak buahnya, sebagian mungkin di buat seperti tebing pendakian berupa dinding beton setinggi 15 meter, untuk melatih anak buah Justin. mereka akan berjuang di alam liar itu selama dua minggu.
" Ayo." Ujar Justin dan akhirnya mereka memasuki hutan yang gelap itu.
Sementara itu, di rumah. Qilin mencoba makanan yang Sierra buatkan untuknya, Sierra benar benar memperlakukan Qilin seperti putrinya sendiri, dia bahkan menyuapi Qilin secara langsung dengan tangannya.
" Bagaimana, enak?" Tanya Sierra dan Qilin mengangguk antusias.
" Enak sekali, mom." Ujar Qilin.
__ADS_1
" Sebentar lagi Natal, semoga kue ini bisa menyatukan keluarga kita di Natal tahun ini." Ujar Sierra.
" Amin.." Sahut Qilin, Qilin jadi semakin tidak sabar menunggu datangnya hari Natal, dia ingin segera memberitahu semua orang bahwa dirinya saat ini sedang hamil.
" Sayangnya mama kamu justru belum bisa datang, padahal ini hari yang pas untuk girls day." Ujar Sierra terkekeh.
" Karena tidak ada laki - laki dan daddy juga sedang di perusahaan, kita akan melakukan hal keren." Ujar Sierra lagi.
" Hal keren?? " Tanya Qilin bingung.
" Hum, mommy akan perkenalkan kamu dengan simpanan mommy." Ujar Sierra, dan Qilin langsung membuka mulutnya lebar lebar.
" Mommy, astaga.." Ujar Qilin, dan Sierra terkekeh melihat ekspresi Qilin.
" Jangan bilang daddy bahwa mommy akan membawa simpanan mommy kemari, oke?" Ujar Sierra. Qilin langsung menggelengkan kepalanya dan menjadi pias.
" Mom.." Ujar Qilin, dan Sierra semakin terbahak.
" Ayo." Ujar Sierra.
" Tidak, mom.. Mommy jangan melakukan hal itu. Daddy sangat mencintai mommy, kenapa mommy bisa sampai melakukan hal itu." Ujar Qilin.
" Kamu bicara apa? Tentu saja mommy tahu daddy sangat mencintai mommy." Ujar Sierra.
" Jadi kenapa mommy berselingkuh dari daddy?" Ujar Qilin.
Sierra benar benar tidak kuat menahan tawa, wajah Qilin sangat lucu saat ini.
" Tapi mommy bilang mau menemui simpanan mommy, simpanan bukannya selingkuhan?" Ujar Qilin, dan Sierra terkekeh mendengarnya.
" Kamu salah mengertikan, bukan simpanan selingkuhan, sayang. Tapi simpanan peliharaan." Ujar Sierra.
" Hah??" Qilin semakin terlihat bingung.
" Maka dari itu ayo mommy kenalkan kamu padanya, sebelumnya mommy tanya dulu, kamu takut binatang buas tidak?" Tanya Sierra.
" Binatang buas? Jenis apa dulu?" Tanya Qilin balik.
" Predator." Sahut Sierra.
" Umm.. Aku tidak pernah bertemu predator buas, paling anjing galak di hutan." Ujar Qilin.
" Kalau begitu kamu berdiri di belakang mommy saja nanti." Ujar Sierra, dan Qilin mengangguk.
Sierra dan Qilin pun akhirnya keluar dari rumah dan menuju ke halaman belakang Arthur. Di sana Qilin terkejut karena mendengar suara geraman binatang buas.
" Mommy, suara apa itu?" Tanya Qilin, dan spontan memegang perutnya.
" Suara kucing." Sahut Sierra, sembari berjalan menghandeng tangan Qilin.
__ADS_1
" Nyonya." Sapa anak buah Arthur.
" Terimakasih." Ujar Sierra.
Qilin terkejut ketika melihat seekor singa besar sedang berjalan mondar mandir di dalam kandang. Singa itu tampak sesekali mengaum entah marah entah apa.
" Baek." Panggil Sierra, dan singa itu langsung menatap Sierra sembari memberontak dari kandang.
" Mommy, itu singa." Unar Qilin panik.
" Tidak apa - apa sayang, dia baik." Ujar Sierra menenangkan Qilin.
Sierra berjalan menghampiri singa besar yang di panggil Baek itu, dan Sierra langsung mengusap - usap gemas bulu lebat singa jantan itu.
" Uhh.. Mommy kangen kamu." Ujar Sierra. Singa itu menggesek gesekan kepalanya di tangan Sierra, dan Qilin hanya bisa meranga melihatnya.
" Mommy tidak takut?" Tanya Qilin.
" Tidak, sayang. Ini adalah anak singa peliharaan mommy dan daddy dulu. Ayahnya bernama Hwan, dan dia Baek." Ujar Sierra memperkenalkan Baek pada Qilin.
" Apa dia jinak? " Tanya Qilin.
" Ya, dia jinak.. kamu ingin memegangnya?" Tanya Sierra, dan Qilin mengangguk antusias.
" Kemari, ulurkan saja tanganmu supaya dia bisa mencium baumu lebih dulu." Ujar Sierra.
Sierra memegang tangan Qilin, dan menyodorkannya pada Baek, dan Baek pun mengendus - endus tangan Qilin. Dan di luar dugaan, Baek langsung menjilat tangan Qilin seolah mereka sudah kenal sebelumnya.
" Wah, aneh.. tumben sekali dia langsung menerima pertemanan dari orang baru?" Ujar Sierra bingung.
" Mungkin karena di tubuh nyonya muda ada bau tuan Justin, nyonya." Ujar pawang.
" Oh.. benar juga, mungkin dia mencium bau Justin dari tubuh Qilin. "Ujar Sierra.
Qilin tersenyum senang dan lalu mengusap usap bulu Baek dengan gemas. "Bulunya lembut sekali." Ujar Qilin.
" Ini yang mommy maksud sebagai simpanan, karena Daddy tidak memperbolehkan mommy bermain lagi dengan mereka, jadi mommy diam diam bermain dengan mereka. " Ujar Sierra.
" Oohh.. Astaga, aku pikir mommy sungguhan memiliki pria simpanan." Ujar Qilin, dan Sierra tertawa mendengarnya.
" Cinta daddy untuk mommy terlalu besar hingga tidak ada tempat sedikitpun untuk pria lain di hati mommy." Ujar Sierra, dan qilin tersenyum mendengarnya.
Qilin juga berharap kelak dia dan Justin bisa selalu bersama dan saling mencintai hingga sama - sama menua dan mati.
Tanpa mereka sadari, dari jauh ada seseorang yang sedang mengamati mereka menggunakan teropong, dia seorang pria yang sedang mengunyah permen karet.
" Istrinya ada di rumah bersama ibunya, dan hanya ada kurang dari dua puluh anak buah LUCIFER yang terlihat saat ini." Ujarnya menggunakan ponsel.
TO BE CONTINUED..
__ADS_1