Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Pacar Idiotku Seorang MAFIA
EPS. 51. Pembunuhan..


__ADS_3

Qilin sudah tidur setelah Justin mengusap usap perutnya, rupanya sungguh kesakitan Qilin berkurang setalah Justin mengusap perutnya. Tapi kini justru Justin sendiri yang tersiksa, Justin pun bangun dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Justin yang sudah mandi itu kini harus mandi lagi guna menenangkan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya.


' Bisa bisanya kamu terpancing dengan Qilin yang sedang sakit, kamu penjahat Justin.' Batin Justin


Sekitar setengah jam dia mengguyur badannya dengan air dingin, dan akhirnya dia keluar dari kamar mandi. Justin tersenyum karena Qilin masih setia dalam tidurnya. Justin pun masuk kedalam ruang kerjanya untuk mengurus pekerjaan nya.


Keesokan harinya..


Qilin terbangun dan tidak mendapati Justin di sebelahnya, dai pun duduk dan melihat kesekitarnya. Dan Justin pun muncul dari pintu luar, dengan membawa segelas susu hangat dan bubur untuk Qilin.


'' Sudah bangun, sayang?'' Tanya Justin, dan Qilin mengangguk.


Tiba tiba saja, Qilin merasakan sakit perut yang luar biasa mendadak datang. Bukan sakit perut yang seperti kemarin, tapi karena dia ingin membuang hajat.


' Aduh, sakit sekali perutku.' Batin Qilin.


Qilin langsung bangun dan berlari menuju ke kamar mandi, Justin sampai bingung karena Qilin berlari dengan begitu cepat.


'' Sayang, kamu tidak apa apa?'' Tanya Justin dari luar pintu.


'' Tidak apa apa, aku hanya sakit perut.'' Teriak Qilin dari dalam.


Justin duduk dan menunggu Qilin selesai, tak lama Qilin pun keluar dari kamar mandi. Belum sempat Justin bertanya, Qilin sudah berlari masuk kembali kedalam kamar mandi, bahkan terdengar suara Qilin buang angin dengan cukup keras.


Di dalam kamar mandi, Qilin memegangi perutnya yang terasa sangat sakit itu, dia bahkan merutuki dirinya sendiri sambil dia membuang hajatnya.


' Akibat kamu terlalu rakus, Qilin..' Batin Qilin.


Tak lama Qilin selesai, dan keluar dari kamar mandi. Terlihat Justin yang duduk sambil memangku laptopnya, mungkin dia sedang bekerja.


'' Sayang, kamu tidak apa apa?'' Tanya Justin, dan menyingkirkan laptopnya.


'' Tidak apa apa..'' Sahut Qilin.


Qilin duduk di sebelah Justin dan meneguk segelas air putih yang berada di sana hingga tandas tak tersisa. Baru saja Justin mengaduk bubur untuk Qilin, Qilin kembali bangun dan berlari kedalam kamar mandi. Justin pun mulai khawatir dengan kondisi Qilin.


'' Sayang, kamu yakin kamu tidak apa apa, apa kamu mau ke rumah sakit?'' Tanya Justin dari luar kamar mandi.


'' Aku tidak apa apa, hanya diare biasa.'' Sahut Qilin.


Tak lama Qilin pun kembali keluar, dan terlihat wajah Qilin pucat. Justin langsung menggendong Qilin dan duduk di sofa dengan posisi Qilin masih berada di pangkuannya.


" Makan bubur, lalu minum obat diare, hum?" Ujar Justin dan Qilin mengangguk.


Qilin memakan beberapa sendok bubur, lalu kemudian menelan obat diare yang Justin ambilkan.

__ADS_1


" Hufft... Perutku sepeelrti di remas remas." Ujar Qilin.


" Apa kita ke rumah sakit saja?" Tanya Justin.


" Tidak mau, aku tidak suka rumah sakit." Ujar Qilin.


" Ya sudah istirahat di rumah saja, kalau begitu." Ujar Justin.


Justin pun membiarkan Qilin berbaring di sofa, dan Justin mengusap perutnya.


Sementara itu di tempat lain..


Di sebuah kamar hotel mewah yang berantakan, sorang wanita terlihat begitu kacau dengan rambut yang juga berantakan bangun dari tidurnya.


Tangan kanannya memegang moncong botol minuman keras yang pecah dan terlihat bekas darah di ujung ujung pecahan botol itu, Desi.


Desi merasakan kepalanya pusing dan berputar putar, dia duduk dan masih belum menyadari apa yang di pegangnya itu.


" Eegh.. Kepalaku sakit sekali." Gumam Desi.


Wanita paruh baya itu hendak berdiri hingga ia menyadari sesuatu di tangannya. Ia pun langsung melotot dan segar setelah melihat pecahan botol di tangannya yang penuh darah.


Desi langsung melihat ke sekitarnya, dan terdapat putrinya, Gigi yang telungkup di ranjang tanpa busana, dengan luka memar di wajahnya.


Terlihat juga suaminya yang bersimbah darah di dekat meja yang ada di kamar itu.


Desi menjatuhkan pecahan botol di tangannya, dan menutup mulutnya sendiri melihat suaminya bersimbah darah.


Kemudian berputarlah sekilas demi selilas kejadian semalam saat dia memergoki dengan mata kepalanya sendiri, suaminya melakukan hubungan terlarang dengan putrinya.


Flashback on..


Setelah pulang dari restoran dimana dia telah membuat masalah dengan Qilin, Desi langsung mencari keberadaan suaminya dan putrinya itu di hotel. Entah mengapa dia bisa dengan mudah mengakses dengan mudah hotel yang di pesan suaminya itu.


Sesampainya di depan kamar hotel, Desi sempat ragu untuk membuka puntu kamar hotel itu. Ia tidak percaya dengan foto yang ia lihat dari Ian, tapi juga menjadi begitu penasaran dengan keaslian kabar itu.


Desi pun membuka pintu kamar itu dengan akses milik karyawan hotel. Dan betapa terkejutnya dia ketika membuka pintu kamar hotel itu. Dia melihat suaminya sedang berpacu dan berbagi keringat dengan putrinya, Gigi.


Saking asiknya, suaminya bahkan tidak melihat atau mendengar suara pintu kamarnya terbuka. Mereka sedang melakukan itu dengan posisi dogy. Desi menutup mulutnya dan langsung merasa jijik serta marah dengan keduanya.


" APA YANG KALIAN LAKUKAN!!" Teriak Desi begitu keras.


Hingga suaminya dan Gigi terkejut dan langsung bangun dengan panik.


" Mama." Ujar Gigi.


" Jangan panggil aku mama!! Aku tidak memiliki putri laknat sepertimu. Dimana otakmu, huh?!! Dia papa tirimu."Teriak Desi.

__ADS_1


" Desi.."


" Diam kau!!! Apa otakmu di makan anjing hingga sampai hati kau melakukan itu dengan putri tirimu?!!" Teriak Desi.


" Desi, aku menyukai putrimu.." Ujar suaminya.


Desi meranga terkejut sampai tidak bisa berkata apa apa, suaminya mengatakan mencintai putrinya sendiri.


" Kau gila? KAU GILA, HUH?!!! " Teriak Desi.


" Anggaplah begitu, qku alan menceraikanmu dan akan menikahi putrimu." Ujar suami Desi.


Kemarahan Desi langsung memuncak mendengar itu, pandangannya gelap. Desi berjalan menuju meja dan mengambil sebuah botol anggur yang sebelumnya di minum oleh Gigi dan suaminya.


" Sejak kapan kau berselingkuh dengan putriku, huh?! Kau merusak putriku." Ujar Desi marah.


" Merusak? Sebelum dengan aku pun dia sudah rusak, dia pernah mengandung, bukan? Yang aku lakukan adalah cinta, aku mencintai putrimu." Ujar suami Desi.


Desi menjambak rambutnya sendiri, dia tidak pernah tahu bahwa suaminya bisa begitu gila, juga putrinya.


" Gigi! Jawab mama, sejak kapan kalian melakukan hal gila ini?" Ujar Desi pada Gigi.


Gigi tidak menyahut, dan hanya membuang muka. Melihat itu, Desi naik pitam dan langsung mendatangi Gigi dan menghajar wajah Gigi dengan botol anggur itu. Tidak hanya sekali, tapi berkali kali.


Gigi melakukan perlawanan pun percuma, Desi bagai kesetanan. Suami Desi yang mencoba melerai pun masih juga tidak bisa melindungi Gigi, Gigi menangis kesakitan hingga botol kaca itu pecah, dan barulah Desi berhenti.


" DESI, KAU GILA!!" Teriak Suami desi.


" KAU YANG GILA!! DIA PUTRIKU, BISA BISANYA KAU MELAKUKAN INI SEMUA DENGANNYA!!" Teriak Desi.


Dan seolah mendapat bisikan Iblis, Desi langsung menatap tajam suaminya itu dan berjalan menghampirinya. Suami Desi mundur karena merasa ngeri dengan tatapan Desi.


Hingga dia tersandung dan kepalanya terkantup meja. Desi langsung menusuk perut suaminya dengan pecahan botol yang ada di tangannya, dan karena suami Desi sempat menendang Desi, Desi pun jatuh dan pingsan.


Flashback off..


" Ya Tuhan, aku telah membunuh dia." Gumam Desi.


Gigi juga terlihat tidak sadarkan diri, namun masih bernafas, Desi pun langsung berpikir keras bagaimana caranya agar dia tidak terlibat dengan hukum.


Desi mengambil kembali botol yang dia pegang sebelumnya, dan menyelipkannya di tangan Gigi, membuat seolah Gigilah pelakunya. Kemudian ia pun keluar dengan buru buru.


Namun baru saja dia keluar dari pintu kamar hotel itu, dua orang pria berbadan besar sudah menunggunya di sana. Desi pias dan hendak kembali masuk, namun kamar itu sudah tidak bisa di buka lagi.


" Siapa kalian!" Ujar Desi, sambil berjalan mundur waspada.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2