Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Pacar Idiotku Seorang MAFIA
EPS. 93. Siapa Fendy??


__ADS_3

Setelah fitting gaun itu selesai, Sierra justru lebih dulu pulang karena tidak mau mengganggu si ulat bulu Justin yang menempel pada Qilin nya itu. Paara desainer juga sudah pulang tak lama setelah pengukuran gaun selesai.


" Jadi.. Kamu tidak jadi bekerja?" tanya Qilin.


" Aku ingin mengantongimu dan membawamu kemanapun aku pergi, sayang." Ujar Justin.


" Astaga.." Qilin terkekeh.


" Tapi aku juga harus pergi.." ujar Qilin.


" Kemana?" Tanya Justin spontan.


" Pulang kerumahku, aku mau menemani Rena untuk memilih gaun juga." Ujar Qilin.


" Gaun untuk apa?" Tanya Justin.


" Rena dan Fendy akan menikah, tapi Rena bilang hanya pemberkatan di Gereja saja, jadi tidak ada acara besar." Ujar Qilin.


" Bagus jika akhirnya mereka menikah." Ujar Justin.


" Kalau begitu ayo, antar aku kesana." Ujar Qilin.


" Hmm.. Baiklah.." Ujar Justin, dan Qilin terkekeh.


Mereka pun akhirnya pergi dari rumah menuju ke rumah lama Qilin. Namun saat di perjalanan, Qilin melihat melihat Fendy yang tampak sedang duduk di sebuah cafe bersama seorang perempuan.


" Justin, tunggu!" Ujar Qilin dan Justin langsung mengerem.


" Ada apa, sayang?" Tanya Justin.


Justin mengikuti arah pandang Qilin dan akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke halaman cafe itu.


" Aku akan turun." Ujar Qilin, tapi Justin menahan tangan Qilin.


" Jangan, kita lihat dulu saja." Ujar Justin.


Terilhat Fendy yang tampak menghapus air mata wanita di hadapannya itu, Qilin pun menjadi naik pitam karenanya. Sahabatnya di rumah sedang hamil anak Fendy, tapi Fendy bersama wanita lain.


" Beraninya dia menghianati Rena." Gumam Qilin.


Terlihat perempuan itu berdiri dan begitu juga Fendy, Fendy memeluk wanita yang tampaknya lebih tua dari Fendy itu dan mengusap usap punggung wanita itu.


Setelah wanita itu pergi menaiki mobil mewah, Qilin pun langsung turun, begitu juga Justin.


" Kak Fendy!" Panggil Qilin, dan Fendy tampak terkejut.


" Qilin??" Ujar Fendy terkejut.


" Begini kau memperlakukan Rena?? Tidakkah kau ingat bahwa Rena sedang mengandung anakmu di rumah?" Ujar Qilin berapi api.


" Qilin, tolong jaga bicaramu." Ujar Fendy dengan nada pelan.


" Lalu kau? Aku melihatnya sendiri kau memeluk wanita tadi." Ujar Qilin.


" Dia ibuku." Ujar Fendy dan Qilin tertegun.


" Ayo pergi dari sini, kita bicara di tempat lain." Ujar Justin, dan Fendy mengangguk.


Akhirnya Qilin, Justin dan Fendy pun masuk kedalam mobil Justin.

__ADS_1


" Dia ibuku, tapi tidak hidup bersamaku selama ini." Ujar Fendy.


" Kenapa?" Tanya Qilin.


" Karena dia di usir ayahku. Ibuku berselingkuh dan akhirnya keluarga kami terpecah belah." Ujar Fendy.


Qilin menjadi merasa bersalah karena sudah berperasangka buruk pada Fendy, bahkan dia sudah membentaknya di muka umum.


" Maaf, kak.. aku sudah memarahimu tadi." Ujar Qilin merasa bersalah.


" Kalian akan menikah, seharusnya kau juga memberitahu Rena siapa dirimu. Apa kau akan terus menyembunyikan identitasmu?" Ujar Justin dan Fendy menatap Justin.


" Membangun hubungan itu harus di dasari dengan kejujuran." Ujar Justin lagi. Fendy tampak menunduk dan berpikir keras.


" Turunlah, pikirkan itu baik baik." Ujar Justin dan Fendy mengangguk.


" Baik, terimakasih tuan Justin." Ujar Fendy, lalu turun dari mobil.


" Apa kamu tahu sesuatu tentang kak Fendy?" Tanya Qilin pada Justin.


" Semua orang yang dekat denganmu harus aku selidiki latar belakangnya, untuk keselamatanmu, sayang." Ujar Justin.


" Dan Fendy merupakan seorang tuan muda dari keluarga berada yang sengaja menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik cafe itu." Ujar Justin.


" Haa???" Ujar Qilin tidak percaya.


" Kamu jangan beri tahu Rena, biar Fendy sendiri yang mengatakannya pada Rena." Ujar Justin, mengusap kepala Qilin.


" Ayo aku antar kamu ke sana." Ujar Justin, dan Qilin mengangguk.


Mobil pun melaju pergi menuju ke rumah lama Qilin, dan tak lama mereka pun sampai.


" Hati hati, hum? Aku akan jemput kamu lagi nanti." Ujar Justin dan Qilin mengangguk.


" Halo calon mama.." Panggil Qilin, dan Rena terkekeh.


" Kamu datang sendiri? Tanya Rena sambil membuka pintu.


" Aku dengan Justin, tapi dia pergi bekerja." Ujar Qilin.


" Sudah siap untuk mencari gaun?" Tanya Qilin, dan Rena mengangguk antusias.


" Hubungi kak fendy, dia harus menemanimu." Ujar Qilin.


" Dia bekerja, kita berdua saja." Ujar Rena.


Rena takut Fendy akan menolak begitu saja ajakannya, bagaiamanpun Rena belum mengatakan pada Fendy dirinya akan mencari gaun.


" Dia harus menjaga kalian, Ren.. Aku tidak berharap sesuatu terjadi padamu tapi di sini dia adalah mempelaimu." Ujar Qilin.


Rena tapak tersenyum canggung, tapi lemudian dia mengeluarkan ponselnya dengan ragu.


' Apa dia mau pergi denganku? Dia pasti sibuk.' Batin Rena.


" Ayo.." Ujar Qilin. Dan akhirnya Rena mengangguk.


Rena pun menekan nomor Fendy dan menghubunginya.


" Halo, Fendy.. B- bisakah kamu pulang sebentar? Tidak aku tidak apa - apa, aku.." Rena berhenti bicara karena panggilang Fendy di akhiri begitu saja.

__ADS_1


" Dia.. sepertinya dia sibuk." Ujar Rena.


" Oh.. padahal seharusnya dia yang pertaman melihatmu nanti." Ujar Qilin.


Dan tiba tiba saja, dari luar terdengar seseorang yang berlari begitu kencangnya dan langsung membuka pintu dengan panik.


Rena pun berjalan keluar untuk melihat, dan rupanya itu Fendy dengan wajah pias dan nafas terengah engah. Fendy yang melihat Rena langsung memeluk Rena.


Rena terkejut sampai tidak bisa berkata kata, Fendy melerai pelukannya dan melihat seluruh tubuh Rena dengan khawatir.


" Kamu tidak apa - apa?" Tanya Fendy, dan Rena hanya mengangguh seperti orang bodoh.


" Sukurlah.. aku pikir terjadi sesuatu padamu." Ujar Fendy.


Qilin yang melihat pemandangan manis itu pun sengaja tidak menunjukan diri dan hanya tersenyum senyum melihat pria yang dulu sempat menjadi egois itu tampaknya kini sudah mencintai Rena.


" Kenapa kamu tadi menghubungiku?" Tanya Fendy.


" I- itu.. Apakah kamu bisa mengantarku memilih gaun untuk pernikahan kita?" Ujar Rena.


Fendy tertegun sejenak, kemudian dia tersenyum.


" Apakah akhirnya kamu mau menikah denganku?" Tanya Fendy dan Rena mengangguk.


Tiba tiba saja Fendy jongkok di depan Rena dan mengusap perut rata Rena sembari berkata..


" Kamu dengar, nak? Akhirnya mamamu mau menikah dengan papa." Ujarnya.


Rena merasa tidak enak karena ada Qilin di belakang sana, tapi Fendy tidak melihatnya. Fendy justru bangun dan langsung mencium kening Rena.


" F- Fendy.." Ujar Rena semakin gugup.


" Ada apa? Kenapa kamu sedari tadi gugup?" Tanys Fendy.


" Ada Qilin di sini." Ujar Rena dan Fendy meranga mendengarnya.


Rena pun berbalik badan dan barulah terlihat Qilin yang yang sedang tersenyum senyum sendiri.


" Manisnya.." Gumam Qilin, dan wajah dua orang itu menjadi merah.


" Ekhem! Qilin." Ujar Fendy mencoba menetralkan rasa malunya.


" Sepertinya kalian berdua saja yang pergi mencari gaun pernikahan, aku tidak perlu ikut." Ujar Qilin.


" Qilin.." Ujar Rena.


" Kalian butuh waktu bersama dan berbicara dalam tentang konsep pernikahan kalian." Ujar Qilin.


" Qilin benar, kita saja yang pergi mencari gaun pernikahan untukmu." Ujar Fendy.


" T- tapi.." Ujar Rena.


" Tidak ada tapi. Kak Fendy, pastikan calon mama ini baik - baik saja, oke? Bersenang senanglah kalian berdua." Ujar Qilin sambil menggiring dua orang itu keluar dari rumah.


" Qilin.." Ujar Rena.


" Jangan khaeatirkan aku." Ujar Qilin.


Akhirnya Fendy menggandeng tangan Rena dan pergi dari sana. Qilin pun tersenyum melihat dua orang temannya yang dulu selalu ada untuknya itu menjadi pasangan.

__ADS_1


" Semoga kak Fendy bisa sungguh sungguh mencintai Rena.." Gumam Qilin.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2