Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Pacar Idiotku Seorang MAFIA
EPS. 98. Rena dan Fendy.


__ADS_3

Setelah cerita Fendy, kini Rena sedang makan dan Fendy yang membuatkannya secara langsung.


Meski rumah itu jarang di tinggali Fendy karena Fendy tinggal dengan Rena di rumah Qilin dan jarang pulang ke rumah itu, Fendy mempekerjakan seorang pelayan yang akan datang dua kali dalam seminggu untuk membersihkan rumahnya.


Bahan di kulkas pun selalu di ganti jika yang sudah tidak layak di gunakan, jadi jangan khwatir dengan kesegarannya, semuanya terjaga.


" Mm.. Fendy, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" Tanya Rena tiba tiba di sela sela makannya.


" Tanyalah, kamu bebas bertanya apapun padaku." Ujar Fendy.


" Kamu.. apa kamu bisa menjalani pernikahan denganku tanpa dasar apapun?" Ujar Rena, dan Fendy menghentikan kunyakannya.


" Tentu saja aku memiliki dasar, bukankah ada anakku di dalam perutmu?" Ujar Fendy, dan Rena tersenyum.


Tapi entah mengapa senyumnya justru seperti senyum luka, matanya bahkan tanpa sadar berkaca kaca.


" Maaf, aku ingin ke toilet.. dimana toiletnya?" Ujar Rena.


" Kamu tidak apa apa?"Tanya Fendy.


" Aku hanya sedikit mual." Ujar Rena berbohong.


" Di balik dinding itu, ada toilet di sana." Ujar Fendy, dan Rena berlari kesana.


Fendy menatap Rena yang berlari begitu saja, dia yakin ada yang tidak beres dengan Rena.


' Apa aku salah bicara?' Batin Fendy.


Ya, benar.. ada yang tidak beres dengan Rena, Rena sedang menangis di kamar mandi sembari membekap mulutnya sendiri agar tidak bersuara.


' Jadi hanya karena ada anak ini.. lalu bagaimana jika tidak ada anak ini?' Batin Rena sambil menangis.


Rena duduk di lantai dan memegangi perutnya, dia merasakan sakit di hatinya.


' Apa yang kamu harapkan Rena, sejak awal dia juga hanya menganggapmu teman. Dia hanya mencintai Qilin seorang, dan dia menikahimu hanya karena ada anak ini saja.' Batin Rena lagi.


' Tidak seharusmya kamu berharap padanya..' Batin Rena lagi.


" Rena, kamu baik - baik saja??" Teriak Fendy dari luar, tapi tangis Rena semakin tidak terkendali.


Rena menangis tersedu sedu di dalam kamar mandi.


' Tapi kenapa dia selalu bila g merindukanku, menyayangiku, dan memanjakanku.. apakah itu juga hanya karena ada anak ini?' Batin Rena lagi.


" Rena.." Panggil Fendy dengan khawatir.

__ADS_1


Fendy benar benar khawatir, dia mengetuk pintu pun tidak ada sahutan apapun dari rena dan hanya terdengar suara tangisan di dalam kamar mandi yang membuat Fendy semakin khawatir.


Tapi Fendy tidak tahu apa penyebab Rena jadi tiba tiba menangis, dia pun mengingat ingat apa yang dia ucapkan pada Rena sebelumnya, hingga dia menepuk kepalanya sendiri ketika mengingat perkataan nya sendiri.


' Apa yang kamu lakukan Fendy, Rena pasti menangis karena jawabanmu tadi, dasar bodoh.' Batin Fendy merutuki dirinya sendiri.


" Ren.. buka pintunya." Ujar Fendy tapi Rwna tidak juga membukanya.


Sementara di dlaam kamar mandi, saat Rena hendak bangun dan membasuh wajahnya, dia merasakan keram yang sangat luar biasa.


" Perutku sakit." Gumam Rena.


Rena menyentuh perutnya dan Rena juga merasakan cairan hangat mengalir diantara pahanya. Rwna menyentuhnya dsn dia terkejut karena rupanya itu adalah darah.


" D- darah.." Gumam Rena dengan suara gemetar.


" Fendy!!" Teriak Rena, dan Fendy yang mendengarnya pun menjadi panik.


Fendy mengetuk pintu tapi Rwna yang panik dan kesakitan justru tersungkur di lantai.


" Ren, buka pintunya.." Ujar Fendy dengan nada khawatir.


" Fendy, perutku sakit!" Teriak Rena sambil mena gis histeris.


Fendy yang panik pun erlati dan mencari kunci ganda, dan untungnya ketemu. Fendy membuka pintu dengan panik dan terkejut karena Rena sedang meringkuk memegangi perutnya dengan darah yang mengalir dari sela sela kakinya.


" Fendy, sakit." Ujar Rena sambil menangis.


" Sabar ya, sabar.. kita kerumah sakit sekarang." Ujar Fendy dan menuruni lift rumahnya.


Fendy memasukan Rwna kedalam mobil, lalu dia memasangkan sabuk pengaman sebelum akhirnya dia melajukan mobilnya pergi dari kediamannya.


" Sakit.. hiks.. hiks.." Tangis Rena pecah.


" Sabar sayang, aku mohon jangan terjadi apapun padamu." Ujar Fendy tanpa sadar memanggil Rena sayang.


Fendy mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan beruntungnya rumahnya tidak jauh dari rumah sakit.


" Suster tolong!" Teriak Fendy dan beberapa perawat datang.


Fendy menggendong Rena dan merebahkan Rena di brankar rumah sakit dan kemudian Rena di bawa masuk ke unit UGD.


" Dok, tolong.. istri saya sedang hamil, dia pendarahan." Ujar Fendy pada dokter nya.


" Baik, silahkan anda tunggu di luar." Ujar dokter.

__ADS_1


Fendy sampai menyebut Rena sebagai istrinya saking paniknya dia. Cukup lama Rena di tangani dokternya hingga Fendy berjalan mondar mandir di depan ruangan itu.


' Fen, jika sampai terjadi sesuatu pada Rena dan anakmu, kau adalah laki laki paling bren*sek sedunia, Fen.' Batin Fendy pada dirinya sendiri.


Tak lama dokter pun keluar, dan fendy langsung menghampiri dokter tersebut.


" Bagaimana dok?" Tanya Fendy.


" Dokter kandungan sedang memeriksanya, mohon untuk tetap tenang tuan, karena istri anda butuh dukungan anda." Ujar Dokter itu dan Fendy menganggukan kepalanya.


' Dukungan.. apa terjadi sesuatu pada Rena?' Batin Fendy semakin merasa gelisah.


Fendy di datangi petugas untuk melakukan pembayaran lebih dulu, dia pun pergi untuk mengurus prosedur pembayaran Rena. Tapi karena dia tidak membawa KTP Rena, jadilah dia menggunakan KTP nya untuk mendaftar.


" Maaf tuan muda, saya tidak mengenali anda." Ujar petugas itu.


Rupanya KTP Fendy sudah terdaftar di sana dan identitasnya yang tercantum di sana adalah anggota VVIP yakni anggota keluarga pemilik rumah sakit itu.


" Tidak apa apa, kamu melakukan tugasmu dengan baik." Ujar Fendy.


Fendy pun pergi dengan tergesa gesa dan langsung kembali menunggu di depan pintu ruang UGD. Dan setelah beberapa saat, dokter kandungan pun keluar dari ruangan dan Fendy langsung menghampirinya.


" Bagaimana, dok?" Tanya Fendy.


" Istri anda tidak apa apa, itu hanya kontraksi karena terlalu banyak pikiran. Saya sarankan agar anda lebih sering memperhatikan hal sekecil apapun dari istri anda." Ujar dokter.


" Lalu apakah mereka baik baik saja?" Tanya Fendy.


" Janin nya sehat, hanya anda harus lebih banyak memverikan perhatian pada istri anda. Istri anda sedang tidak sadarkan diri, kami akan bawa dia ke ruang rawat karena saat ini sedang di infus." Ujar Dokter kandungan dan Fendy mengangguk.


' Sukurlah kamu tidak apa apa, Ren.. jika sampai terjadi sesuatu kepadamu.. Apa bedanya aku dengan ayahku.' Batin Fendy.


Terlihat Rena yang sedang tidak sadarkan diri itu di dorong menggunakan brankar rumah sakit dan Fendy pun mengikutinya dari belakang. Rena di bawa masuk ke ruangan VVIP dimana ruangan itu di khususkan untuk pemilik rumah sakit.


" Tuan, jika anda butuh bantuan kami silahkan tekan saja tombolny, kami akan datang." Ujar salag seorang dari perawat.


" Baik, terimakasih." Ujar Fendy dan kedua perawat itu pun pergi dari ruangan itu.


Fendy berjalan menghampiri Rena yang masih belum sadarkan diri lalu duduk di sofa yang terdapat di sisi brankar itu. Perlahan Fendy menyentuh dan menggenggam tangan Rena dan mengusapnya.


" Maafkan aku, Rena.. kamu pasti banyak berpikir tentang hubungan kita." Gumam Fendy.


Fendy kemudian mengusap perut Rena yang memang masih belum begitu terlihat karena usia kandungannya baru tiga bulanan. Hanya saja tubuh Rena sudah mengalami sedikit perubahan.


" Maafkan papa, sayang.. papa yang bodoh ini tidak bisa menjaga suasana hati mamamu sampai kamu harus terkena imbasnya. Sehat sehat di sana, ya.. papa janji papa tidak nakal lagi." Ucapnya pada perut Rena lalu mengecup perut Rena.

__ADS_1


" Aku berjanji, akan menjadi suami, ayah yang baik untukmu dan anak kita, Rena.. aku berjanji." Ujar Fendy.


TO BE CONTINUED...


__ADS_2