
Ke esokan harinya..
Qilin sudah siap untuk berangkat ke lokasi kedua, yang mana adalah markas Luca. Kemarin dia sudah mengintai dan dia memiliki rencana untuk masuk lewat pintu keluar masuk speed boat, seperti saat dia masuk setelah berhasil kabur dari pulau.
Dia membawa senjatanya dan semua peralatan yang dia butuhkan untuk menyelinap masuk, Qilin pun keluar dan dia terkejut rupanya di depan pintu masuk ada J yang sedang berdiri bagai patung tidak bernyawa.
'' J.. kamu disini?'' Ujar Qilin.
'' Aku datang atas perintah Cio, aku akan membantumu.'' Ujar J singkat.
'' Tapi Cio bilang aku harus menghadapi perangku sendiri.'' Ujar Qilin, bingung.
'' Mungkin dia menjadi baik hati dan mau membantumu.'' Ujar J, namun terus menunduk.
Qilin melihat wajah J yang tampaknya sembab, seolah J baru saja menangis. J juga tidak berbicara dengan suara yang imut seperti saat pertama bertemu, J tampak berbeda.
'' Kamu baik baik saja?'' Tanya Qilin, dan J menatap Qilin.
Cukup lama J menatap Qilin, dan akhirnya dia membuang wajahnya dari Qilin.
'' Ayo, aku antar kamu memberi pelajaran pada semua keluarga b*jingan bermarga Khan itu.'' Ujar J, tanpa menatap Qilin.
Tanpa basa basi lagi, J langsung naik ke atas motor Qilin dan menyalakan mesin. Qiliin pun langsung naik keatas motor nya dan J langsung tancap gas pergi dari sana. J mengemudikan motornya dengan kecepatan dia atas rata rata, Qilin bahkan sampai memeluk pinggang J dengan cukup erat karena dia takut terjatuh.
Setelah beberapa jam mereka menempuh perjalanan, akhirnya mereka tiba di sebuah bangunan yang tidak asing bagi Qilin, bangunan pertama yang dia lihat setelah dia keluar dari pulau terpecil itu.
'' Siapa kalian!'' Ujar para penjaga yang adalah anak buah Luca, sembari menodongkan senjatanya.
J membuka helmnya, dan anak buah Luca mengenali J.. dan Qilin juga ikut membuka helm nya dan anak buah Luca langsung terkejut ketika melihat Qilin.
'' N- nona Mia??'' Ujar anak buah Luca.
' Dia mengenali Mia? Apakah Mia adalah sosok yang pernah hidup?' Batin Qilin.
'' Buka jalan, atau kau akan di penggal tuan.'' Ujar J.
Anak buah Luca langsung mengangguk dan langsung membuka jalan, J dan Qilin pun masuk kedalam dan mendapatkan tatapan terkejut dari semua orang yang melihatnya. J mengunci pintu gerbang utama dari dalam dan tatapan J begitu tajam saat ini.
'' Jika.. jika kamu mengetahui kebenaran, tapi kamu sudah sangat terlambat.. apa yang akan kamu lakukan?'' Tanya J tiba tiba.
'' Maksudmu?'' Tanya Qilin..
__ADS_1
'' Tidak apa apa, siap hadapi perangmu?'' Ujar J.. dan Qilin mengangguk meski sedikit ragu karena ucapan ambigu J.
'' Perangmu di depanmu.'' Ujar J , dan tiba tiba saja J menembaki semua anak buah Luca yang sedang tidak siaga itu, semua yang di sana sudah J habisi.
Qilin pun mulai bersiaga dengan senjatanya, dan mulai berpencar dari J untuk mencari keberadaan ibunya atau Luca.
Dengan keberanian yang kuat dan semangat yang membara Qilin mulai menghabisi satu demi satu anak buah Luca yang muncul di hadapannya.
Dan di dalam sana, Luca yang mendengar suara tembakan langsung bersiaga dan keluar untuk mencari sumber suara tembakan itu.
'' Tuan, kita di serang.'' Ujar anak buah Luca.
'' Siapa yang berani menyerang kita?'' Ujar Luca.
'' Nona Mia..'' Ujar anak buah Luca dan Luca langsung menghentikan langkah kakinya.
'' Kau bilang siapa??'' Tanya Luca.
'' Nona Mia, dia datang dan langsung membabi buta.'' Ujar anak buah Luca.
Luca langsung berlari lebih dulu untuk mencari keberadaan Mia yang adalah Qilin itu. Sementara Qilin sudah mulai kewalahan karena banyaknya anak buah Luca yang datang, dia tampak sedang berkelahi dengan dua anak buah Luca.
Qilin melihat lantai dua dan tanpa ragu dia menaiki tangga karena berharap di sana ada ibunya, tapi rupanya di sana semakin banyak anak buah Luca yang bersenjata lengkap, tapi lagi lagi J datang di saat yang tepat dan lebih dulu menghabisi mereka.
'' Terimakasih J..'' Ujar Qilin, namun J tidak berkata apa apa dan pergi.
Qilin semakin yakin ada yang aneh dengan J, tapi saat ini keadaan nya tidak memungkinkan untuk Qilin bertanya pada J, akhirnya Qilin pun kembali berpencar.
Sementara itu, Cio sedang bersama Dewi di dalam mobil. Niklaus yang mengemudikan mobil itu dan Cio sendiri menyenderkan kepalanya di pundak Dewi.
'' Apakah masih jauh, nak?'' Tanya Dewi.
'' Tidak, ma.. sebebentar lagi juga sampai.'' Ujar Cio memejamkan matanya.
Kembali ke sisi Qilin yang saat ini sedang menghabisi anak buah Luca dan tiba tiba saja seseorang memeluknya dari belakang, Luca.. Qilin yang terkejut pun langsung melakukan perlawanan dan mengarahkan senjatanya kearah Luca.
'' Sayang, ini aku..'' Ujar Luca tiba tiba. Qilin tentu mengeryit bingung mendengarnya.
'' Jangan berani kalian menyakiti Mia!'' Bentak Luca pada anak buahnya. Qilin tahu sekarang, Mia mungkin adalah sosok kekasih Luca.
' Kenapa Cio membuatku terlihat seperti kekasih Luca?' Batin Qilin.
__ADS_1
'' Mia sayang.. ini aku, Luca.. kamu tidak mengingatku?'' Tanya Luca, dan Qilin hanya menatap datar Luca dan justru semakin mengeratkan senjata api di tangannya.
'' Aku tahu kamu masih hidup, Miaku tidak mungkin mati.. aku sangat merindukanmu, sayang.'' Ujar Luca.
'' Aku bukan Mia mu.'' Ujar Qilin.
Luca begitu terpukul ketika mendengar Qilin berkata demikian, bagi Luca.. penolakan Mia adalah goresan luka untuknya.
'' Dimana kau..'' Ujar Qilin menggantung.
' Tidak, labih baik aku gunakan kesempatan ini untuk mencari mama, jika aku mengatakan padanya bahwa aku adalah Qilin, dia pasti akan membunuhku saat ini juga.' Batin Qilin.
'' Aku di sini, selalu di sini menunggu kamu kembali kepadaku.'' Ujar Luca.
'' Aku minta maaf karena pernah membuatmu sedih, katakan padaku.. apa yang kamu inginkan, aku akan lakukan.'' Ujar Luca.
'' Nyawamu.'' Ujar Qilin spontan.
Qilin tahu Luca adalah adiknya, tapi Luca juga pernah hendak menghabisi dirinya dan juga sudah memisahkannya dengan ibunya.
'' MIA!! '' bentak Luca sampai Qilin terkejut karenanya.
'' Kenapa kamu menjadi begini mebangkang? aku tahu aku salah karena aku sudah membunuh kedua orang tuamu di hadapanmu, tapi aku melakukan itu karena aku mencintaimu.'' Ujar Luca.
Qilin yang mendengarnya pun menjadi emosi sungguhan, bagaimana bisa seseorang mengatakan telah membunuh orang tua dari kekasihnya dengan mengatas namakan cinta..
'' Aku mau kamu hanya bergantung padaku, dan melihatku saja. Kamu selalu memperhatikan orang tuamu, dan itu membuatku cemburu.'' Ujar Luca lagi.
'' Gila.'' Ujar Qilin.
'' Ya.. aku tergila gila kepadamu, akan aku lakukan apapun untuk terus membuatmu berada di sisiku, aku sangat mencintaimu, Mia.'' Ujar Luca.
' Sepertinya aku tahu sekarang, ayah tiriku mungkin memiliki sifat yang sama dengan putranya.. mencintai ibuku dengan penuh obsesi. Dan menghalalkan segala cara untuk membuat orang yang di cintainya berada di dalam sangkarnya.' Batin Qilin.
' Mama pasti begitu menderita selama puluhan tahun ini, menahan diri dari obsesi dan psikopatisme suaminya itu.' Batin Qilin menjadi kian emosi.
'' Mia.. kemarilah, jika kamu patuh.. aku tidak akan menyakitimu.'' Ujar Luca.
' Mia.. aku Qilin, saat ini aku sedang meminjam identitasmu. Kamu pasti marah dan ingin menghajar pria b*jingan di hadapanku ini, bukan? aku akan mewakilimu memberi pria ini pelajaran.' Batin Qilin.
TO BE CONTINUED...
__ADS_1