
Qilin dan Justin sampai di rumah Justin, adegan di bioskop tadi benar benar masih mencemari pikiran Justin, tapi Qilin terlihat baik baik saja.
Sepanjang perjalanan pulang, Justin juga mengajak Qilin mengobrol hal lain, agar Qilin tidak memikirkan adegan di bioskop tadi.
" Sayang, mandilah di kamarku, akau akan mandi di kamar lain." Ujar Justin.
" Oke." Ujar Qilin sambil tersenyum lalu masuk ke dalam kamar mandi begitu saja.
Di dalam kamar mandi Qilin memegangi jantungnya, dia berdebar tidak karuan.
' Astaga, kenapa jantungku tidak berhenti berdebar.' Batin Qilin.
Qilin tidak tahu hal hal dewasa, dia dia benar benar baru pertama kalinya melihat hal seperti di bioskop tadi. Tidak mau kacau dengan pikirannya, Qilin pun mandi.
Justin pun demikian, dia sedang mengguyur dirinya dengan air dingin saat ini. Adegan di bioskop, dan bibir Qilin, masih begitu terngiang ngiang di kepalanya.
' Apa yang kau lakukan Justin.." Batin Justin.
Bagaimanapun Justin pria dewasa yang normal, dia memiliki hasrat layaknya pria pada wanitanya. Tapi Justin tidak mau merusak Qilin, bahkan dia menyesal telah membawa Qilin menonton film itu.
Cukup lama Justin mengguyur dirinya dengan air dingin, untuk meredam sesuatu yang meronta ronta di bawah sana.
' Bersabarlah, aku tidak mau menyakiti atau merusak Qilinku.' Batin Justin.
Di kamar Justin, Qilin sudah selesai mandi, dan dia menggunakan kembali kaos Justin yang ia pakai tadi pagi karena dia tidak memiliki pakaian di sana.
Qilin pun duduk di sofa kamar Justin, dan tak lama Justin masuk dengan sudah menggunakan pakaian santainya.
' Ya Tuhan..' Batin Justin ketika melihat Qilin yang begitu menggemaskan dan menggoda di matanya.
" Justin, apa kamu punya baju tidur?" Tanya Qilin.
Justin menghampiri Qilin, lalu mengecup kening Qilin.
" Kemari, aku tunjukan dimana bajumu." Ujar Justin.
" Bajuku?? Aku kan tidak punya baju di sini." Ujar Qilin bingung.
" Mulai sekarang ada." Ujar Justin.
Mereka berjalan menuju kedalam walk in closet Justin, dan Justin membuka lemarinya. Di sisi kanan adalah pakaian milik Justin, dan di sisi kiri adalah pakaian milik Qilin yang naru saja di masukkan oleh pelayan rumah Justin.
" Ini semua pakaianmu, sayang." Ujar Justin.
Qilin gentu meranga melihatnya, pakaiannya di rumahnya sendiri bahkan tidak sebanyak itu, tapi di lemari Justin penuh dengan pakaiannya.
" Astaga Justin, apakah kamu memborong seisi toko baju?" Ujar Qilin dan Justin tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
" Tidak, sayang.. gantilah, aku tunggu di luar." Ujar Justin, dan pergi.
Justin menunggu di luar walk in closetnya sambil menyiapkan mesin pengering rambut untuk Qilin. Tak lama Qilin pun keluar dengan baju tidur yang terlihat pas dan nyaman di tubuhnya.
Entah anak buah Justin ini memiliki sisi lain atau bagaimana, mereka laki laki tapi tahu baju tidur yang lucu untuk anak gadis. Qilin menggunakan baju tidur dengan motif motif panda.
' Astaga, dia menggemaskan sekali dengan baju tidur.' Batin Justin.
Karena selama ini qilin tidak pernah menggunakan baju tidur, dia hanya menggunakan pakaian rumah saja. Justin merentangkan kedua tangannya, lalu Qilin pun tersenyum dan berjalan kearah Justin.
Justin memeluk kekasih kecilnya itu, kecil tubuhnya, bukan usianya, usia Qilin 23 tahun.
" Duduklah, aku akan mengeringkan rambutmu." Ujar Justin, dan Qilin mengangguk.
Justin menyalakan mesin pengering rambut dan mulai mengeringkan rambut perak Qilin yang harum itu. Justin memperlakukan Qilin seperti Ratu, memanjakannya dan melindunginya.
Qilin yang terlalu bahagia itu sampai berkaca kaca dan meneteskan air matanya, tidak pernah dalam hidupnya dia di perlakukan seperti itu. Meski ayah angkatnya dulu sangat menyayanginya juga, tapi tentu lebih menyayangi putri kandungnya sendiri.
Justin melihat Qilin mengusap air matanya, Justin pun mematikan mesin pengering rambut dan memutar tubuh Qilin dengan perlahan.
" Sayang, kamu menangis??" Tanya Justin dengan wajah panik.
Qilin tersenyum, lalu menggeleng. Tapi Justin melihat mata Qilin yang basah, tanda Qilin sungguh menangis.
" Apakah aku menyakitimu? " Tanya Justin dan Qilin kembali menggeleng.
" Terimakasih.." Ujar Qilin, dan menangis tanpa suara.
Justin yang tidak tahu apa yang Qilin rasakan itu hanya bisa membalas pelukan Qilin dengan lebih erat lagi, bahkan Justin mengecup kepala Qilin berkali kali.
" Jika aku menyakitimu, katakan padaku sayang." Ujar Justin, dan lagi lagi Qilin menggeleng.
Qilin tidak bisa mengungkapkan betapa dia merasa sangat bersukur karena Tuhan mempertemukannya dengan pria seperti Justin.. yang menyayanginya tanpa sarat dan memperlalukannya dengan begitu baik.
Akhirnya Justin hanya memeluk Qilin, menunggu hingga Qilin merasa lebih baik dan mau bicara dengannya. Dan Ya, setelah Qilin merasa lebih baik, Qilin pun melerai pelukannya dari Justin.
Justin menghapus air mata Qilin dengan hati yang ikut merasa pedih, Justin tidak mau melihat Qilin menangis, dia menggelengkan kepalanya sambil menghapus air mata Qilin.
" Jangan menangis, kamu tahu.. hatiku ikut sakit melihat kamu menangis." Ujar Justin.
" Aku hanya terlalu bahagia.." Ujar Qilin dan tersenyum manis pada Justin.
" Kamu bagaikan cahaya yang Tuhan kirimkan padaku di tengah gelapnya hidupku. Kamu datang dan membuatku memiliki harapan, teman, keluarga, merasakan apa itu dilindungi, dicintai, di sayangi, dan yang lainnya." Ujar Qilin.
" Aku tidak pernah merasakan sebahagia ini dalam hidupku, terimakasih Justin.. Aku tahu terimakasihku tidak akan mampu membalas semuanya yang kamu beri, tapi aku sungguh merasa berterimakasih." Ujar Qilin.
Justin tersenyum, lalu dia mengecup kening Qilin berkali kali hingga Qilin terkekeh dengan kelakuan Justin.
__ADS_1
" Justin sayang Qilin, dan itu tidak akan pernah berubah." Ujar Justin dengan suara manja seperti saat Justin masih hilang ingatan.
" Aku lebih beruntung karena bisa bertemu denganmu, sayang. Kamu adalah peri yang Tuhan kiromkan untukku. Sekarang, kita buat kenangan kenangan indah saja, agar kenangan burukmu hilang." Ujar Justin.
" Tidak akan bisa.." Ujar Qilin.
" Apanya?? " Tanya Justin.
" Kenangan buruk, kenangan baik, semua itu adalah bagian dari kehidupan kita, yang menguatkan kita, membentuk kita menjadi diri kita yang sekarang. Akupun tidak akan menjadi aku yang sekarang, jika tanpa kenangan kenangan yang aku miliki." Ujar Qilin.
" Betapa bijaknya Qilinku." Ujar Justin lalu mamaluk Qilin.
" Kita selesaikan mengeringkan rambutmu, ya? Kamu harus tidur, ini sudah malam." Ujar Justin dan Qilin mengangguk.
Juatin pun kembali menyalakan mesin pengering rambut dan mulai kembali mengeringkan rambut Qilin. Kali ini Qilin terkekeh kekeh karena Justin sesekali mengusilinya.
Dan setelah selesai, Justin langsung menggendong Qilin dan merebahkannya di ranjang. Qilin tentu terkejut karena dia di rebahkan di atas ranjang Justin.
" Kenapa aku di sini?" Tanya Qilin.
" Lalu kamu mau di mana?" Tanya Justin.
" Apakah tidak ada kamar lain? Aku tidur di kamar lain saja." Ujar Qilin.
Justin tersenyum mendengarnya, Justin tahu apa yang Qilin takutkan, tapi dia pun tidak akan melakukan apapun pada kekasihnya itu.
Justin membuka selimut dan merebahkan dirinya di sisi Qilin lalu mendekap Qilin kedalam dekapannya.
" Tidurlah, aku tidak akan melakukan apapun padamu, sayang." Ujar Justin.
" Tapi.."
" Kita bahkan sering tidur bersama di rumahmu." Ujar Justin dan itu membuat Qilin merona.
" Kamu.." Ujar Qilin sambil memukul Justin pelan.
Justin pun terkekeh dan mengeratkan pelukannya pada Qilin. Akhirnya Qilin pun terlelap di dalam pelukan nyaman Justin, pelukan yang selalu membuatnya merasa aman dan terlindungi.
Setelah Qilin lelap dalam tidurnya, Justin bangun dengan pelan pelan, lalu mengecup Kening Qilin sebelum akhirnya dia bangun dari ranjang.
Justin masuk kedalam ruang kerjanya lalu duduk dan mengetik sederet angka di layar ponselnya dan menghubungi nomor itu.
" Halo, cari latar belakang Qilin, sejak dia kecil. Jika bisa temukan keluarga kandungnya." Ujar Justin ketika panggilan itu terhubung.
" Dan ya, segeralah kembali.. aku membutuhkan seorang asisten." Ujar Justin dan mengakhiri panggilannya.
" Aku berjanji, akan mengukir banyak kenangan indah denganmu, sayang." Gumam Justin sambil menatap Qilin dari kaca.
__ADS_1
TO BE CONTINUED..