Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Pacar Idiotku Seorang MAFIA
EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.


__ADS_3

Berbeda dengan Qilin yang sudah lepas landas, Dustin dan timnya langsung berganti mobil setelah mereka sampai di tempat tujuan mereka, dan kembali pergi dari sana.


Mobil yang mereka pakai kini adalah mobil - mobil sport, Dustin bahkan mengemudikan sendiri mobilnya, dengan Ben yang duduk di sampingnya sembari mengendalikan sistem - sistem yang terpasang di sana.


"Sudah kau siapkan pasukan Lucia?" Tanya Dustin.


"Sudah tuan, semua sudah terseting." Ujar Ben, dan Dustin mengangguk. Dustin langsung menancap gas dengan kecepatan tinggi.


"Beri tahu semua tim untuk memencar, lalu berjaga di tempat yang sudah di tentukan sebelemumnya." Ujar Dustin, dan Ben mengangguk, lalu langsung menjalankan apa yang Dustin perintahkan.


Tujuan Dustin adalah, agar apa bila Clins sungguh akan datang ke sana, Clins tidak akan mencurigai mobil yang bergerombol, jadi Dustin menginstruksikan untuk mobil mereka agar berpencar.


Dan ya, mereka sungguh simpang Jalan, Dustin melihat mobil Clins dengan Clins sendiri yang mengemudikannya dan anak buahnya mengikuti dari belakang menuju ke tempat yang Dustin siapkan.


"Itu mereka." Ujar Ben. Dustin menghentikan mobilnya lalu dia mengambil tablet dari tangan Ben dan memonitori Clins dari sana.


"Mereka masuk perangkap." Ujar Dustin. Tapi dustin kemudian mengernyitkan keningnya ketika melihat mobil Clins tidak masuk kedalam.


"Kenapa dia tidak masuk? Apakah dia menyadari sesuatu?" Gumam Dustin ketika melihat mobil Clins hanya berhenti di luar gerbang.


"Tuan, cepat tutup pintunya, sebelum pasukan Clins ikut kembali keluar." Ujar Ben. Dustin akhirnya mau tidak mau menutup gerbang tempat itu dari tabletnya.


"Katakan pada yang lain, untuk bersiap. Arahkan penembak jitu pada Clins, dan habisi dia." Ujar Dustin, dan Ben mengangguk.


Di dalam tempat itu, anak buah Clins yang masuk kedalam saat ini sedang mencari - cari keberadaan Dustin dan yang lainnya. Mereka bersenjata lengkap dan saat ini sedang mengendap - endap.


"Kemana mereka? Apa di sini ada ruang rahasia?" Tanya satu anak buah Clins, ke rekannya.


"Wah, lihat.." Ujar yang lain ketika melihat persenjataan lengkap milik TITANES.


"Memang adalah TITANES, kelompok yang besar dan di takuti seluruh orang di kota. Aku sungguh tidak menyangka, bahwa pemimpin TITANES yang kita takuti adalah Justin Edward." Ujar yang lainnya.


"Cepat cari mereka, jangan mengobrol, Clins pasti sedang mengawasi kita dari monitor." Ujar yang lain, dan semua orang mengangguk.


Mereka tidak memanggil Clins dengan tuan, tapi dengan nama Clins langsung. Clins yang meminta itu, karena sebenarnya anak buahnya itu juga bukan anak buah miliknya pribadi, melainkan hasil rampasan.


"Ayo masuk, sepertinya ini ruangan khusus." Ujar anak buah Clins ketika melihat sebuah ruangan.

__ADS_1


Ada sekitar 7 orang yang anak buah Clins, dan mereka semua masuk kedalam. Setelah mereka masuk, pintu besi di sana langsung menutup begitu saja.


"Sial! Kita terjebak!" Ujar anak buah Clins dan langsung panik.


"BRAK!! BRAK!! BRAK!!" Mereka mencoba menggedor dan mendobrak pintu besi itu, tapi nihil.


Tiba - tiba, pintu lain dari sisi lain ruangan itu terbuka. Dan mereka semua menatap diam pintu yang terbuka itu.


"Apa itu pintu rahasianya?" Tanya seorang dari anak buah Clins.


Tiba - tiba, senjata yang mereka pegang tertarik ke udara dan menempel di langit - langit ruangan itu, semua benda yang terbuat dari logam, besi dan yang mengandung senyawa magnet, terbang ke atas.


"Apa - apaan ini! Hei!! Tolong!!" Teriak seorang pria yang terseret dan berakhir menempel di langit - langit ruangan, karena di tubuhnya membawa paling banyak benda.


Ketika mereka semua sedang panik, satu ekor Harimau besar masuk kedalam ruangan itu, dan mereka semua langsung pias.


"H- harimau!!" Ujar anak buah Clins yang ketakutan.


Dan rupanya tidak hanya satu, muncul lagi dua ekor dan satu ekor di paling akhir, total ada empat ekor Harimau besar yang sedang kelaparan saat ini.


Lalu tiba - tiba terdengar suara Dustin yang memenuhi ruangan itu.


Mereka semua diam dengan pias, mereka tentu tahu konsekuensi itu, siapapun yang mengetahiu siapa itu Lucifer, akan hilang selamanya dari muka bumi.


"Mereka yang mengetahui identitas Lucifer, akan berakhir tanpa jasad." Ucap Dustin lagi.


"Jangan bergerak, diam saja. Harimau tidak akan menyerang jika kalian tidak bergerak." Ujar salah seorang dari anak buah Clins.


"Bodoh, kau pikir Harimau - harimauku tidak pintar. Lucia warior's habisi mereka." Ujar Dustin.


Seakan mengerti, Harimau - harimau itu langsung melompat dan menerkam satu persatu dari anak buah Clins, teriakan kesakitan, darah, kebrutalan, terjadi di ruangan itu.


Satu orang yang berada di langit langit jatuh ketika tidak ada magnet yang menariknya, dan dia jatuh tepat di genangan darah 6 rekannya yang sudah habis tanpa sisa.


"Tidak, jangan!!" Ujarnya pada harimau yang mulai mendekat.


"AAAARRRGGGGHHH!!!!" Teriaknya ketika akhirnya empat harimau itu menyerang di saat bersamaan.

__ADS_1


Sementara itu, Clins sendiri saat ini sedang berdiri dari dalam mobilnya dengan atap mobil yang terbuka. Ia melihat dari tabletnya, titik - titik merah berjumlah tujuh yang adalah anak buahnya itu sudah menjadi hitam, yang artinya sudah mati.


"Menarik, aku pikir dia hanya akan kucing - kucingan denganku. Uhhh... Apakah akhirnya taring Lucifer dari TITANES sudah kembali?" Ujarnya sembari tersenyum smirk.


Clins kemudian menatap kesana dan kemari, dia menatap sekelilingnya lalu tatapannya berhenti pada cctv yang mengarah kepadanya.


"Apakah kau Justin Edward? ataukah Dustin Edward?? Hmmm.. tapi mustahil jika kau adalah Justin, Justin pasti sekarang sedang meregang nyawa, benar?" Ujar Clins pada cctv.


Dustin yang melihat itu menjadi kian emosi, ia menatap layar tablet yang menunjukan wajah Clins itu dengan sangat tajam.


"Ya - ya - ya - aku kalah kali ini, dan kamu menang. Tujuh anak buahku tewas di dalam, dan sekarang aku sendirian." Ujar Clins sembari tubuh dan kepalanya bergerak kesana kemari.


"Tapi jangan lupa, aku mengendalikan semua yang berada di sekelilingmu, Dustin Edward." Ujar Clins, langsung menyebut nama Dustin.


"Tuan, jangan sampai terpancing, dia hanya ingin mengetahui posisi kita saat ini." Ujar Ben, dan Dustin mengangguk.


"Aku ingun sekali membunuhnya." Ujar Dustin.


"Tuan, dia tidak sendirian, dia selalu saja memiliki kejutan. Bisa jadi jika kita muncul, ada anak buahnya yang lain yang juga sembunyi." Ujar Ben.


Terlihat Clins mengotak - atik tabletnya dan dia meledakan mobil - mobil yang di gunakan oleh Dustin sebelumnya.


"Kau Lihat??? Aku mengendalikan semuanya." Ujar Clins pada cctv, yang tentu saja di lihat oleh Dustin.


Api membumbung tinggi dari mobil - mobil yang meledak itu. Ben sampai menelan ludahnya sendiri.


"Dia psikopat yang gila." Gumam Dustin. Beruntngnya Qilin dan yang lainnya sudah tidak berada di tanah air, Jika mereka masih ada, Dustin akan lebih kesulitan menghadapi Clins.


Tiba - tiba Clins merentangakan kedua tangannya dan mengangkatnya secara bersamaan ke atas, benar saja.. dua buah helikopter dengan persenjataan lengkap, terbang mendekat kearahnya.


"SHOOT!!!" Ujar Clins dan helikoper itu menghujani hutan itu dengan peluru.


"Berlindung!!" Ujar Ben pada Dustin dan semua timnya lewat ear piece.


Tapi Dustin tidak melakukannya, dia mengambil senjata dari belakang mobilnya, dan membidik satu helikoper anak buah Clins.


"Mati kau!!" Gumam Dustin, dan satu helikopter meledak. Clins tersenyum ketika ia melihat satu helikopter anak buahnya meledak.

__ADS_1


"Oh Dustin... You here.." Ujarnya sembari seperti seekor predator yang mencari mangsanya. Rupanya Clins sengaja memancing keberadaan Dustin.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2