Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Pacar Idiotku Seorang MAFIA
EPS. 70. Memburu Qilin.


__ADS_3

Qilin pergi ge batu karang dan langsung bersembunyi di sana, beruntung tidak ada seorangpun yang melihatnya.


" Huft! Huft! Huft! Mereka banyak sekali." Gumam Qilin.


Beruntungnya Qilin menemukan sebuah tempat persembunyian saat dirinya menyelami lautan, ya.. Qilin berhasil belajar berenang, meski belum selancar perenang handal, tapi setidaknya Qilin bisa berenang.


" Kemana dia! Aku yakin melihatnya lari ke arah sini." Ujar pria itu.


" Kau yakin kau melihatnya?? " Tanya rekannya.


" Aku yakin sekali." Ujar pria tadi.


" Ayo berpencar, dia hanya gadis lemah." Ujar rekannya.


" Tidak ada gadis lemah yang berhasil membunuh rekan kita." Ujar seorang pria yang baru muncul.


" Apa maksudmu?" Tanya yang lain.


" Beberapa rekan kita mati tertembak, berarti gadis itu bukan gadis sembarangan." Ujar pria yang baru datang.


" Ayo berpencar." Ujar mereka dan akhirnya pergi dari sana.


Setelah berjam jam mereka melakukan pencarian, beberapa anak buah Luca kembali dan memberitahu luca bahwa Qilin tidak berada dimanapun di pulau itu.


" Tuan dia hilang." Ujar anak buah Luca.


" Apa maksudmu hilang, bukankah kalian berhasil menembaknya?" Ujar Luca.


" Tidak, tuan. Justru dia yang berhasil menghabisi beberapa dari kami." Ujar anak buah Luca.


" Tuan, saya menemukan anak anak ( anak buah ) yang tuan utus kemari beberapa hari lalu." Ujar seorang pra yang berlari dari sisi lain pulau itu.


" Dimana mereka." Ujar Luca dengan emosi.


" Mereka menjadi jasad." Ujar pria itu, dan Luca tentu saja terkejut.


Luca yakin ayahnya berkata bahwa gadis bernama Qilin yang adalah kakak Luca itu tidak bisa apapun dan hanya bisa menangis menyedihkan.


" Cari, sampai dapat. Dia tidak akan dengan bodoh berenang ketengah laut untuk mati konyol." Ujar Luca.


Dan akhirnya semua orang kembali berpencar sore itu, mereka mencari dan menyisiri segala sisi pulau itu dengan speed boat mereka, bahkan Luca dan beberapa anak buah yang lainnya terbang dengan helikopter untuk mengelilingi pulau kecil itu.

__ADS_1


Sementara yang di cari cari oleh Luca dan anak buahnya saat ini masih bersembunyi di dalam batu karang, Qilin dengan tubuh kecilnya dengan mudah masuk kedalam lubang kecil di antara batu karang itu dan bersembunyi di sana.


" Kenapa mereka belum pergi juga, jika begini.. aku bisa tertangkap." Gumam Qilin, sambil mengintai anak buah Luca yang belum juga pergi.


Hingga hari petang, akhirnya Luca pergi dari sana dengan helikopter dan meninggalkan hanya anak buah Luca untuk tetap mencari keberadaan Qilin.


'' Sepertinya helikopter sudah tidak ada, yang artinya pria itu mungkin sudah pergi, aku akan mengecek keluar.'' Gumam Qilin.


Dan akhirnya Qilin pun pergi keluar dengan membawa senapan yang ia slempangkan di pundaknya, bia merangkak menaiki batu karang sambil mengintai di sekitaran sana.


Beruntungnya mata Qilin mampu melihat dengan jelas meski pencahayaan di sana temaram karena lampu hanya berada di dalam rumah saja.


Qilin melihat sekitar tujuh orang yang berjaga di luaran sana, beberapa di antaranya menenteng senjata sambil berkeliling, dan beberapa diantanya sedang mencari kayu.


' Kamu bisa, Qilin..' Batin Qilin dan Qilin mulai maju.


Qilin maju dan menyerang satu pria yang sedang berpatroli dengan begitu mudah, lalu menarik jasad pria itu untuk masuk ke semak semak. Qilin sedikit ragu, tapi akhirnya dia melucuti pakaian pria yang dia bunuh tadi.


Sementara itu beberapa anak buah Luca yang lain menyalakan api unggun untuk menghangatkan diri sekaligus membakar makanan mereka.


Karena mereka belum menemukan Qilin, mereka juga tidak di beri makan, jadi mereka makan dengan makanan seadanya dari hasil buruan mereka di sana.


'' Aku rasa gadis itu sudah pergi dari pulau ini tanpa kita semua sadari, tidak mungkin jika dia masih berada di sini tapi kita tidak menemukannya.'' Ujar seorang dari anak buah Luca.


'' Atau jangan jangan dia sungguhan duyung seperti yang di film - film?'' Ujar pria tadi lagi.


'' Duyung - duyung, kepalamu yang duyung. Itu hanya cerita dongeng untuk anak - anak.'' Ujar rekannya sembari menoyor kepala  pria tadi.


" BYUR!!"


Tiba tiba terdengar suara sesuatu yang jatuh kedalam air dengan sangat keras, para anak buah Luca pun langsung bergegas bangun dan menghampiri asal suara itu.


"Itu gadis itu!" Teriak seorang pria dan berlari masuk ke air.


Seseorang tampak terapung apung di laut, dan anak buah Luca mengira itu Qilin,lalu dengan cerobohnya mereka turun ke air tanpa menggunakan speedboat.


" Dor! Dor! Dor!" Mereka menembaki sosok yang sedang terapung apung di laut.


Setelah mereka meraih tubuh orang yang terapung itu dan membaliknya, mereka terkejut karena rupanya itu adalah rekan mereka.


" Si*l, dia benar benar menganggap kita seperti tikus."Ujar anak buah Luca emosi.

__ADS_1


Namun tak lama tiba tiba kaki mereka merasakan sakit akibat luka sayatan di kaki.


" Argh! Apa itu!" Teriak seorang anak buah yang kakinya tergores.


" Apakah buaya, atau Hiu?" Ujar yang lain nya.


Dan tiba tiba seorang dari pria yang ada di dalam air itu tewas dan dari air yang berada di tempat pria itu berdiri keluar darah.


" Hiu! Cepat berenang ke darat. " Ujar yang lainnya.


Tapi terlambat, satu persatu pria itu mati di dalam air dengan dengan darah yang bercampur dengan air. Hingga setelah semua pria yang berada di air tewas, barulah muncul si pelaku yang membunuh mereka, Qilin.


Qilin muncul lalu mengusap wajahnya dan bernafas dengan tersenggal senggal. Rupanya sejak tadi Qilin berada di dalam air menunggu musuhnya mendekat, baru dia eksekusi.


" Huft.. Huft.. huft.." Nafas Qilin tersenggal.


" Baru lima, berarti sisa dua lagi." Gumam Qilin.


Qilin pun menepi, kini dia tinggal memburu dua orang lagi yang masih berada di darat. Qilin mengendap endap dan mendekat kearah rumah.


" Kenapa mereka lama sekali? Apa jangan jangan mereka pergi diam diam dan meninggalkan kita?" Ujar seorang pria yang sedang berpatroli.


" Ayo kita cek." Ujar rekannya.


Qilin bersembunyi di balik semak dan mengarahkan senapannya untuk mencari keberadaan targetnya, dan terlihatlah dua orang yang berjalan keluar dari dalam rumah.


" Dor!" Qilin menembak satu dan salah seorang dari dua pria itu tewas.


Pria yang satunya pun panik, dia langsung siaga dan mengarahkan senjatanya dan pergi dari sana untuk bersembunyi.


' Satu lagi..' Batin Qilin.


Qilin pun keluar dan mencari kemana pria itu pergi, rupanya pria itu berlari ke dekat pantai, dan dengan sigap Qilin menembak pria itu hingga jatuh tersungkur.


" Percuma kau lari, aku sudah menghabisi semua rekanmu." Ujar Qilin pada pria yang masih sekarat kesakitan karena Qilin menembak bahunya.


" K- kau hantu!" Ujar pria itu.


" Anggaplah apapun sesukamu, tapi yang jelas aku bukan orang bodoh yang merelakan begitu saja nyawaku kalian ambil." Ujar Qilin.


" Tuan Luca akan datang lagi! Jangan senang dulu kau gadis si*lan!" Ujar pria itu.

__ADS_1


Qilin berjalan mendekat, dan menembak sekali lagi di jantung pria itu dari jarak sangat dekat.


" Kalian semua.. harus mati, dan pria bernama Luca yang kau sebut, juga demikian." Gumam Qilin dengan tatapan penuh dendam.


__ADS_2