
Rena sedang mendengarkan dengan seksama apa yang sedang Qilin ceritakan. Qilin menceritakan awal pertemuannya dengan Justin hingga sekarang bertemu lagi setelah berpisah selama satu bulan.
Rena tidak menyangka bahwa Qilinlah orang yang menjadi super hero penyelamat Justin, padahal saat itu tim penyelamat, dan tim tim lain yang mencari keberadaan Justin tidak menemukan Justin.
" Astaga, kenapa aku seperti mendengarkan cerita drama drama televisi, kalian sungguh sesuatu." Ujar Rena.
" Kau tahu, waktu tuan Justin hilang, seluruh kota di pasangi poster wajah tuan Justin, bahkan iklan digital, tv, ponsel, media online lainnya, semua heboh memberitakan tuan Justin yang hilang." Ujar Rena.
" Tapi aku tidak tahu bahwa Justin seterkenal itu, dan aku bahkan tidak pernah melihat iklan Justin." Ujar Qilin.
" Ya Tuhan, aku tidak percaya ada makhluk sepolos dan selugu ini." Ujar Rena gemas.
" Jadi kalian sepasang kekasih?" Tanya Rena, dan Qilin menggeleng.
" Justin tidak pernah mengatakan dia mencintaiku, dulu dia hanya selalu bilang aku miliknya." Gumam Qilin.
" Tapi aku tahu dia mencintai kamu, Qilin. Semua orang juga tahu bahwa tuan Justin tidak pernah dekat dengan satupun wanita, asal kamu tahu itu." Ujar Rena.
" Iya, kah?" Tanya Qilin dan Rena mengangguk.
" Haiyah.. Sepertinya aku akan benar benar mencari kostan untuk ku tinggali." Ujar Rena.
" Jangan! Kamu di sini saja." Ujar Qilin.
" Bagaimana dengan tuan Justin?" Ujar Rena.
Qilin pun diam, dia merasa asing dengan Justin yang sekarang. Justin tidak lagi berbicara dengan lucu seperti saat masih idiot, ada rasa takut tersendiri di hati Qilin.
" Aku takut." Ujar Qilin.
Rena menghela nafas menatap Qilin, Qilin memang berbeda dengan gadis kebanyakan, dia polos, lugu, tidak tahu apapun tentang asmara.
" Qilin, bukankah kamu bilang kamu selalu merasa nyaman saat berada di pelukannya?" Tanya Rena.
" Maka biasakan saja, tuan Justin yang sekarang dengan tuan Justin saat masih amnesia adalah orang yang sama. Mungkin sikapnya berbeda, tapi dia tetap tuan Justin." Ujar Rena.
" Aku tanya padamu, kamu menyukai hati tuan Justin, atau fisik tuan Justin?" Tanya Rena.
" Bukankah kamu yang bilang tadi bahwa Justin tidak yang aku ceritakan berbeda dengan Justin yang kamu kenal?" Ujar Qilin, dan Rena pun menggaruk kepalanya.
" Benar juga.. Tapi intinya mereka adalah orang yang sama. Dia masih menganggapmu yang terpenting, dan masih ingat dengan janjinya bahwa dia akan kembali." Ujar Rena.
Qilin berpikir, kemudian mengangguk anggukan kepalanya.
Sementara itu di tempat lain..
__ADS_1
Justin sedang memimpin rapat, tapi dia saat ini terlihat diam saja sambil menatap file yang berada di tangamnya.
Para bawahannya saat ini sedang ketar ketir, karena Justin yang selalu berwajah datar itu tidak bereaksi apa apa.
' Ya Tuhan, apakah tuan Justin marah sampai tidak bisa berkata apa apa?' Batin para bawahannya.
Dan tanpa semua orang tahu, sebenarnya saat ini Justin sedang memikirkan Qilin. Justin tidak suka berada di dekat wanita lain, tapi Rena adalah teman Qilin dan Qilin memintanya untuk tingval dengan Qilin.
' Apa aku bawa saja Qilin ke rumahku, dia akan tinggal di sana denganku.' Batin Justin.
' Tapi rumah itu adalah perjuangannya, apa dia mau pindah denganku?' Batin Justin lagi.
' Qilin juga sepertinya takut padaku, apakah aku yang seperti ini membuatnya takut? Lain kali saat aku datang ke rumah Qilin, aku akan pakai pakaian yang biasa.' Batin Justin.
' Hhh.. Bagaimana dengan teman Qilin, s*al!' Batin Justin kesal.
" BRAK." Justin melempar file itu ke meja dan membuat semua orang berjingkat kaget.
Justin pun menatap bingung para bawahannya itu, padahal dia tidak melakukan apa apa tapi para bawahannya sudah berkeringat dingin.
" Kalian kenapa?" Tanya Justin datar.
" T- tidak apa apa tuan, bagaimana menurut anda dengan hasil yang sudah di rangkum?" Ujar salah satu bawahan Justin.
" Berikan padaku file nya." Ujar Justin, dan bawahannya itu bingung..
Justin pun melirik pada file yang baru dia banting di meja tadi, gara gara memikirkan Qilin, dia lupa.
" Oh, ini.. sebentar saya periksa." Ujar Justin dan para bawahannya saling bertatap heran.
" BRAK!" Justin kembali membanting file itu, dan semua orang kembali berjingkat kaget.
" Apa apaan ini! saya tidak setuju, susun ulang lagi. Rapat hari ini sampai disini, besok kita lanjutkan." Ujar Justin dan bangun lalu pergi dengan langkah lebarnya.
Justin kembali ke ruangannya, dan langsung menyenderkan dirinya di kursi kebesarannya.
" Come on Justin, kau tidak pernah sebodoh ini dalam berpikir." Gumam Justin.
" Tok! Tok! Tok! " Suara pintu di ketuk.
" Masuk." Ujar Justin, dan masuklah Arthur.
" Dad, kenapa daddy datang kemari?" Tanya Justin.
" Datang ke perusahaan anak daddy pun tidak boleh?" Ujar Arthur.
__ADS_1
" Bukan begitu dad, hanya heran." Ujar Justin, dan Arthur terkekeh.
Begitulah Justin yang sebenarnya, tidak pernah manja, datar tapi penyayang pada keluarganya.
" Daddy membawakan kamu asisten yang baru." Ujar Arthur.
" Tidak perlu, dad. Aku bisa menanganinya." Ujar Justin.
" Daddy rasa tidak, kamu sudah jatuh cinta, maka kinerja kamu tidak akan sama." Ujar Arthur sambil tersenyum.
" Ekhem! daddy menyelidikiku?" Ujar Justin.
" Daddy hanya tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak di inginkan lagi. Tapi ngomong ngomong nak, kenapa kamu tidak memberi tahu daddy dan mommy bahwa sebenarnya kamu ingat dengan Qilin?" Ujar Arthur.
" Jika aku mengatakannya, apakah kalian tidak akan menentang?" Tanya Justin.
" Astaga, jadi kamu pikir kami akan berbuat hal seperti itu padamu?" Ujar Arthur, dan Justin hanya diam.
" Percayalah, mommy mu bahkan mengatakan kepada Qilin, jika kamu bisa ingat dengannya, maka mommy mu juga tidak akan menghalangi kalian." Ujar Arthur.
Justin terkejut mendengarnya, Justin bukannya tidak tahu dengan masalalu ibunya yang sempat hidup menderita sebelum bertemu dengan ayahnya.
Justin pikir akan sulit membawa masuk Qilin ke dalam keluarganya, jadi dia diam saja selama satu bulan setelah di operasi.
" Terimakasih, dad." Ujar Justin.
" Waktu berlalu dengan sangat cepat, rasanya baru kemarin daddy menggendong kalian yang masih bayi dan bermain dengan Hwan, sekarang kamu sudah mau memiliki pasangan. " Ujar Arthur.
" Hwan, sudah lama tidak melihat anak dan cucu Hwan, apa mereka baik baik saja?" Ujar Justin.
" Mereka baik.. " Ujar Arthur.
Ya, anak dan cucu Hwan. Singa jantan yang lucu dan setia pada Sierra dan Arthur dulu, sudah tiada. Hwan sempat menemani Justin dan Dustin bermain saat mereka kecil dulu.
Hwan di kawinkan dengan singa betina yang Arthur beli, namun mereka tidak tinggal dengan Sierra dan Arthur. Arthur membuatkan mereka hutan buatan, untuk mereka berkembang biak.
Dan saat ini, sudah ada sekitar 9 ekor singa jantan, dan 7 ekor singa betina anak dan cucu Hwan.
" Jika memang kamu mencintai Qilin, lindungilah dia, nak. Daddy tidak akan mengatur dengan siapa kamu akan menikah, kalian bebas memilih pasangan kalian, karena bagaimanapun kita sama, sama sama tidak mudah dekat dengan wanita." Ujar Arthur.
" Yang harus kamu lakukan adalah, menjauhkan dia dari masalah, kamu seorang ketua mafia yang sudah pasti memiliki banyak musuh." Ujar Arthur.
" Dan jujurlah pada Qilin, perihal siapa dirimu, sebuah hubungan harus di awali dengan kejujuran, karena hubungan yang di awali dengan kebohongan, tidak akan berhasil. Itu saja pesan daddy padamu." Ujar Arthur lagi.
" Aku pria, aku akan melindungi wanitaku." Ujar Justin, dan Arthur tersenyum.
__ADS_1
TO BE CONTINUED..