Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Pacar Idiotku Seorang MAFIA
EPS. 71. Mencari Informasi .


__ADS_3

Sementara Qilin baru selesai menghabisi semua musuhnya, di sisi lain Swiss saat ini Justin baru keluar dari sarang para anggota Mafia yang tidak banyak di ketahui orang.


Justin berjalan dengan langkah lebar dan stabilnya meninggalkan sebuah tempat yang sangat ramai dengan banyaknya laki - laki mabuk dan wanita wanita berpakaian minim di sana.


" Siapa pria tadi?" Tanya Justin pada anak buahnya.


" Tidak tahu, tuan.. saya belum mendapatkan informasi tentang pria tadi." Ujar anak buah Justin.


Sebelumnya, Justin datang kesana adalah untuk mencari tahu tentang Agra Khan. Agra Khan begitu misterius dan Justin yakin identitasnya tidak sesimpel itu.


Maka dari itu Justin sampai datang sendiri ke tempat Gelap, tempat gelap yang di maksud adalah sarang para mafia yang bercampur dengan kegiatan pr*stitusi dan pengedaran barang terlarang, termasuk jual beli informasi.


Namun Justin kesal, saat dia hampir saja mendapatkan informasi tentang Agra Khan, seorang pria muda datang dan membuat informannya ketakutan dan memilih pergi.


" Dia mampu membuat orang yang akan memberikan informasi kepada kita menjadi ketakutan, pasti mereka saling mengenal. Selidiki dia." Ujar Justin.


" Baik tuan." Ujar anak buah Justin.


" Ayo pergi dari tempat menjijikan ini." Ujar Justin, dan masuk ke dalam sebuah mobil mewah.


Justin menyenderkan tubuhnya dan langsung melepas jaket yang dia pakai lalu memejamkan matanya.


' Dimana kamu sayang..' Batin Justin.


Justin pikir dengan dia menyerang kediaman Agra, dia akan menemukan Qilinnya, tapi nyatanya tidak. Dan malah dia semakin sulit mendapatkan informasi.


Sebutir air mata meleleh dari sudut mata Justin, dia sangat merindukan Qilinnya hingga dia tidak bisa sama sekali tidur nyenyak. Di pikiran Justin selalu berputar putar bayangan Qilin yang menangis ketakutan.


Justin selalu ingat apa yang Qilin takuti, seperti Kilatan petir dan kegelapan. Justin tidak bisa bayangkan jika Qilinnya di sekap atau di tahan di ruangan yang gelap dan dingin.


' Kenapa sulit sekali mencari keberadaanmu, sebenarnya kamu dimana..' batin Justin.


Dan sementara itu, pria yang di maksud menghalangi Justin mendapat informasi saat ini sedang menghajar seorang pria di sudutan ruangan yang temaram, Lucio.


" Ampun! Ampuni aku, aku minta maaf." Ujar pria itu kesakitan.


" Ampun, huh! Orang yang hendak menyebarluaskan informasih tentang dia, tidak akan aku biarkan hidup." Ujar Cio.

__ADS_1


Dan Cio kembali menghajar pria itu, hingga nyaris mati karena banyaknya darah dan luka yang Cio buat.


" Dia adalah ketua TITANES!" Ujar pria tadi, dan Cio menghentikan pukulannya.


" Titanes? Pria tadi adalah Lucifer yang terkenal itu?" Ujar Cio, dan pria tadi mengangguk dengan cepat.


" Benar, dia Lucifer.. ketua Titanes." Ujar pria itu dengan nada ketakutan.


Cio melepaskan cengkeraman tangannya dari leher pria itu, dan menghempaskan tubuh pria itu.


" Kau tahu apa tujuan dia mencari tahu identitas Agra?" Tanya Cio, dan pria itu menggeleng kuat.


" Tidak, saya tidak tahu." Ujar pria itu.


" Aku mengampunimu, karena informasi yang kau berikan, pergi!" Ujar Cio dan pria tadi bangun dengan terburu buru lalu lari dengan tergopoh gopoh meninggalkan Cio.


" Lucifer dari Titanes... untuk apa dia menyelidiki Agra Khan?" Gumam Cio dengan tatapan menerawang jauh.


Ke esokan harinya..


Qilin bangun dari tidurnya dengan panik, setelah dia menghabisi semua anak buah Luca yang berada di pulau itu, Qilin tertidur. Namun tidur Qilin sama sekali tidak nyenyak karena takut akan susulan kedatangan anak buah Luca yang lain.


Dia menunggu hari yang cerah agar dia bisa pergi dari sana, tidak mungkin Qilin akan pergi ke tengah laut dengan kondisi cuaca yang buruk dan kondisi gelap, Qilin takut justru dia akan hilang di tengah laut.


" Yang penting aku keluar dulu dari sini, sisanya.. selama aku bisa menemukan daratan lain, maka aku bisa hidup dengan cara apapun." Gumam Qilin, dan kemudian dia bersiap.


Qilin menggendong tas ransel berisi semua peralatan perlengkapannya, dan naik ke atas speedboat. Dan kini Qilin menemukan masalah baru lagi..


" Bagaimana cara mengoperasikan benda ini?" Gumam Qilin bingung sendiri.


Bagaimanapun Qilin tidak pernah naik speed boat dan tidak tahu menahu tentang perahu dengan kecepatan tinggi itu.


Qilin mencoba mengotak atik Speed boat itu namun tidak terjadi apapun. Hingga tiba tiba Qilin melihat helikopter yang datang, dia pun langsung bersembunyi di dalam Speed boat itu.


Beruntungnya speed boat yang Qilin naiki adalah speedboat dengan ukuran yang lumayan besar yang boasa di gunakan untuk rombongan.


' Itu pasti pria bernama Luca itu.' Batin Qilin.

__ADS_1


Qilin berdiam di tempat dan hanya mengamati dari dalam speedboat itu apa yang akan Luca lakukan.


Dan setelah helikopter itu mendarat, turunlah Luca dan beberapa anak buahnya dari helikopter itu.


" Kemana semua orang? Kenapa sepi." Ujar Luca, yang heran karena melihat pulau itu sepi.


" Kami akan mencarinya, tuan." Ujar anak buah Luca.


Anak buah Luca langsung menyebar ke berbagai sisi pulau itu, namun tentu saja mereka tidak menemukan siapapun, semalam Qilin sudah menghanyutkan jasad jasad anak buah Luca ke laut.


" Carilah.. kalian tidak akan mendapatkan apapun." Gumam Qilin.


Anak buah Luca kembali menghampiri Luca yang saat ini berada di dalam rumah. Luca menekan sebuah pintu rahasia dan terbuka, Luca pun berjalan menuruni ruang bawah itu.


Dengan sekali pandang, Luca tahu bahwa tempat itu sudah di gunakan kembali, dia pun mengepalkan tangannya.


" Rupanya gadis itu menggunakan ruangan ini." Gumam Luca.


Luca pergi ke sisi lain ruang berlatih, dan melihat papan tembak yang terdapat bekas tembakan baru di sana.


" Diam diam membangun kekuatan umtuk melarikan diri, gadis yang cerdas. Tapi siapa yang membuka kan pintu itu? Tidak mungkin ada yang tahu pintu masuk kemari." Gumam Luca lagi.


" Tuan, tidak ada siapapun disini." Ujar anak buah Luca.


" Aku tahu, ayo kita pergi, bawa semua speed boat di sini." Ujar Luca.


Luca pikir, Qilin sudah pergi dengan bantuan orang lain, jadi dia memerintahkan anak buahnya untuk meninggalkan pulau itu. Luca tidak tahu bahwa Qilin berada di dalam salah satu speedboat miliknya yang akan di bawa anak buahnya.


' Gawat ada yang datang.' Batin Qilin takut.


Qilin langsung mengeluarkan senjata api nya dan bersiap, apa bila anak buah Luca menemukan dirinya. Tapi rupanya kekhawatirannya tidak terjadi, anak buah Luca yang tidak teliti itu langsung menyalakan Sperdboat dan melaju pergi.


' Dia tidak menyadari aku di sini, itu bagus.. aku tidak perlu bersusah payah mencari arah untuk keluar dari sini.' Batin Qilin.


Semua orang pun pergi dari pulau itu, tapi Luca.. Dia masih mendendam, dia meminta anak buah ya untuk mencari Qilin, dan memasang wajah Qilin di kalangan dunia hitam. Agar siapapun yang melihat dan menemukan dia, bisa membawa Qilin kembali padanya.


" Aku tidak akan membiarkan kau.. Lari dan hidup dengan tenang. Tidak akan..." Gumam Luca.

__ADS_1


TO BE CONTINUED...


__ADS_2