Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Pacar Idiotku Seorang MAFIA
EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }


__ADS_3

Justin masih tersenyum senyum ketika dia mendengar Qilin berteriak bahwa dirinya adalah kekasih Qilin, entahlah.. ada perasaan bahagia yang membucah begitu saja di hatinya.


' Dia go publik sekali.' Batin Justin.


Tapi meski dia sedang tersenyum senyum juga dia masih saja menatap Niklaus dengan tatapan mengintimidasi, Niklaus sendiri yakin bahwa kekasih Qilin itu bukan orang biasa, terlihat dari auranya yang begitu mendominasi.


Luca belum memberi tahu Niklaus tentang siapa kekasih Qilin, jadi dia tentu tidak tahu baha yang di hadapannya itu adalah pemimpin TITANES, yang di takuti orang dunia bawah.


''Apa kau tinggal di sini?'' Tanya Justin tiba tiba dan membuat Niklaus terkejut.


'' T- tidak, saya tidak tinggal di sini, saya hanya mengantarkan makanan untuk Qilin.'' Ujar Niklaus.


'' Nona.'' Ujar Justin membenarkan panggilan Niklaus pada Qilin.


'' I- iya.. nona.'' Ujar Niklaus.


' Kenapa aku takut padanya, aku seorang pembunuh.. masa takut dengan pria yang tidak tahu siapa ini. Jangan kalah Niklaus, tatap dia dengan tatapan elangmu, dia pasti akan takut.' Batin Niklaus , dan langsung menatap Justin tajam.


Bahkan Justin tidak mengatakan apapun dan hanya mengernyit karena Niklaus menatapnya sangat tajam, tapi Niklaus sudah kembali melempem.


' Aish.. si*l, aura dia terlalu kuat.' Batin Niklaus.


Sementara itu, Justin langsung duduk di sofa menunggu Qilin. Dan tak lama Qilin pun turun dengan rambut hitamnya yang di kuncir kuda. Sejujurnya Qilin sangat cantik dengan gaya rambut barunya, hanya saja pada dasarnya rambut alami Qilin berwarna perak, jadi menurut Justin Qilin lebih baik natural.


'' Sudah siap, sayang?'' Ujar Justin.


'' Sudah.. Niklaus, kamu masih di sini?'' Tanya Qilin.


'' Tuan Luca bilang, aku harus menjemputmu dan mengantarmu ke rumah sakit, jadi aku menunggumu.'' Ujar Niklaus.


'' Oh, baiklah.. ayo kita berangkat.'' Ujar Qilin.


'' Makananmu..'' Ujar Niklaus.


'' Eh.. aku lupa, tadi aku mengonsumsi makanan formula, aku lupa bahwa aku sudah tidak perlu mengonsumsi itu.'' Ujar Qilin dan Justin llangsung menatap Qilin terkejut.


'' Kamu bilang apa tadi, sayang? Kamu mengonsumsi makanan formula?'' Ujar Justin.


'' Mmm.. akan aku ceritakan nanti, kalau begitu ayo kita jalan dulu. Atau kamu mau sarapan dulu?'' Tanya Qilin pada Justin, dan Justin langsung menggeleng.


'' Tidak, sayang.'' Ujar Justin.


Dan akhirnya ketiganya pun pergi dari kediaman, dan Niklaus terpaksa duduk di samping supir yang sedang mengemudi, karena Justin berkata untuk menggunakan mobilnya saja.

__ADS_1


'' Bisa kamu jelaskan kenapa kamu memakan makanan formula, sayang?'' Tanya Justin, dan tatapan Qilin menjadi sedih kerena mengingat beratnya perjuangannya selama bertahan hidup di pulau.


'' Mmm.. aku tidak di beri makan Agra khan jika mama menangis, sedih, melawan, atau tidak berperilaku baik pada Agra Khan. Satu tindakan baik mama, membuka satu faslitas.'' Ujar Qilin.


Seketika Justin kembali teringat dengan apa yang di katakan oleh Dewi saat Dewi baru di selamatkan oleh Justin, hidup Qilin tergantung dengan perilakunya. Justin pun menjadi mengeraskan rahangnya mendengar Qilin berkata demikian.


''  Tapi kemudian Agra datang padaku dan berkata bahwa.. jika mama sudah bersikap baik tanpa harus di ancam, maka Agra akan menghabisiku. '' Ujar Qilin lagi. { ada di eps. 64. }


'' Dan saat itu Lucio datang dan memberiku makanan formula, dia bilang kemungkinan makanan tidak datang lagi, dan benar.. tidak datang lagi makanan. Jadi hampir satu bulan, kebiasaanku mengonsumsi makanan formula saja, sambil melatih diri untuk menjadi kuat.'' Ujar Qilin.


Justin tidak bisa berkata apa apa lagi, dia benar benar merasakan sakit di hantinya.. Qilinnya di perlakukan seperti itu oleh Agra. Justin pun membawa Qilin ke pelukannya dan mengecup kepala Qilin berulang kali.


'' Maaf sayang.. aku terlalu lama menamukanmu, hingga kamu menjadi begitu menderita, aku kekasih yang buruk.'' Ujar Justin.


'' Mana ada begitu.. bagaimanapun aku di culik dan di sekap di pulau terpencil jadi wajar jika kamu lama menemukan aku. Tapi akhirnya kamu menmukan aku juga..'' Ujar Qilin tersenyum.


'' Aku akan habisi pria itu.'' Ujar Justin.


'' Jangan! '' Ujar Qilin langsung menghalangi Justin.


" Kenapa, sayang? Dia sudah membuatmu menderita, dia mengurungmu, tidak memberimu makan dan bahkan dia berencana membunuhmu." Ujar Justin tidak habis pikir.


" Sia adalah ayah Luca dan Lucio.. Luca baru saja sadar atas kesalahannya, jika kamu membunuh ayahnya, aku khawatir dia akan kembali sesat lagi." Ujar Qilin.


" Maka aku singkirkan dia juga." Ujar Justin enteng.


" Aku baru saja menemukan keluargaku, Justin. Aku baru mendapatkannya.. Aku tahu mereka semua sempat kejam padaku, bahkan ingin membunuhku. Tapi tidakkah setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah?" Ujar Qilin.


Justin dan Niklaus yang mendengar itu benar benar tidak habis pikir dengan Qilin yang bisa bisanya dengan mudah memaafkan orang yang hampir mengambil nyawanya.


"Aku ingin memberi mereka kesempatan.." Ujar Qilin lagi.


" Baiklah, aku mendengarkanmu. Tapi jika sampai aku dengar mereka ingin menyakitimu, aku tidak akan memberinya kesempatan lagi." Ujar Justin, dan Qilin tersenyum.


Tak terasa, sampailah mereka di rumah sakit. Justin menggandeng erat tangan Qilin dan Niklaus memimpin jalan, hingga mereka tiba di ruang perawatan Lucio.


" Justin?? Kalian.. " Ujar Dewi yang terkejut melihat Justin.


" Kami sudah bertemu semalam, ma." Ujar Qilin.


" Sukurlah, Justin sangat khawatir padamu, sayang. Dia sampai mati matian mencarimu." Ujar Dewi.


" Bagaimana mama bisa tahu?" Tanya Qilin.

__ADS_1


" Justin lebih dulu menyelamatkan mama, sayang. Dia mencarimu tapi kamu tidak bersama dengan mama, dan berakhir Justin hanya menyelamatkan mama." Ujar Dewi.


" Tapi kenapa mama kemarin di sandera Cio?" Tanya Qilin bingung.


" Mama juga tidak tahu, Cio bilang ingin mempertemukan mama denganmu, jadi mama ikut dia. Tapi justru mama melihat kalian semua sedang berkelahi." Ujar Dewi sedih.


" Justin, kamu tahu sesuatu??" Tanya Qilin, dan Justin mengangguk.


" Nanti aku ceritakan, sayang." Ujar Justin.


" Siapa dia, ma?" Tanya Luca yang baru masuk.


" Justin Xander Edward, kekasih Qilin." Ujar Justin lantang.


" Bagaimana keadaan ayahmu?" Ujar Justin dengan tatapan biasa namun seakan mengintimidasi bagi Luca.


' Bagaimana dia bisa tahu papa sakit? Tidak ada publik yang tahu tentang kondisi papa.' Batin Luca.


" Papa tentu baik baik saja, dia sehat." Ujar Luca menutupi kondisi Agra.


" Oh, ya?? rupanya aku kurang tuntas menghancurkan kediamanmu waktu itu." Ujar Justin dan Luca langsung terkejut sampai menelan ludahnya dengan susah payah.


" E- eh???" Ujar Luca kaku.


' Kalau dia adalah pria yang menghancurkan kediaman utama, bukankah berarti dia juga pria yang mencari Qilin di kalangan dunia gelap? Dia.. ' Batin Luca menggantung.


" Lucifer, jika kalian tahu nama itu, itu adalah aku." Ujar Justin, dan Luca menutup mulutnya.


' Oh my God! Wah.. tidak heran aku merasa terintimidasi, ternyata aku berhadapan langsung dengan pemimpin TITANES. ' Batin Niklaus.


" Ah- haha.. Halo Lucifer." Ujar Luca sedikit ngeri.


" Panggil aku Justin saja." Ujar Justin datar.


" Ah, ya.." Ujar Luca.


' Keren sekali Qilin, tidak tanggung tanggung, dia memacari seorang pemimpin Mafia.' Batin Niklaus, lagi lagi takjub.


" Justin, kamu membuatnya takut." Ujar Qilin dan ekspresi Justin langsung berubah ketika menatap Qilin.


" Maaf, sayang." Ujar Justin penuh kasih sayang pada Qilin.


Semua orang juga bisa melihat, bagaimana Justin sangat menyayangi Qilin dan mencintainya. Tatapannya begitu lembut untuk Qilin.

__ADS_1


' Untung aku tidak jadi membunuh kak Qilin, aku harus menjadi adik yang baik agar tidak mendapat masalah dengan Lucifer.' Batin Luca.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2