Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Pacar Idiotku Seorang MAFIA
EPS 127, PENYUSUPAN


__ADS_3

Qilin dan Baek sudah menjadi teman setelah beberapa hari bermain bersama. Baek tidak lagi berada di kandang, dan kini justru selalu mengikuti kemana Qilin pergi.


Sierra sampai kebingungan melihat singa nya justru lebih dekat dengan Qilin. Atau mungkin singa itu tahu bahwa saat ini di tubuh Qilin ada buah hati Justin? Entahlah..


" Baek, kemari." Panggil Sierra, tapi Baek tetap saja berjalan menghampiri Qilin.


" Waah.. anak nakal ini, mommy sudah menerima menjadi tameng di marahi daddy, kamu malah lebih menyayangi kakakmu." Ujar Sierra memarahi Baek.


Baek hanya mendengus, lalu tidur di bawah kaki Qilin yang saat ini sedang duduk di sofa.


" Hahaha.." Tawa Qilin pecah. Sejak ada Baek, rumah itu menjadi lebih berwarna. Sudah dua Hari Baek di sana, dan Qilin semakin dekat dengannya.


" Memang nakal." Ujar Sierra lagi.


" Sayang, ayo kita tidur, ini sudah larut." Ujar Sierra.


Qilin dan Sierra pun bangun, Baek juga ikut bangun dan mengikuti Qilin dan Sierra masuk kedalam kamar. Mereka tidak tidur di kamar Qilin dan Justin, tapi menempati kamar lain.


" Apa daddy datang, mom?" Tanya Qilin.


" Ya, daddy akan menginap di sini, tapi mungkin datangnya saat larut malam, dia masih dalam perjalanan dari luar kota." Ujar Sierra.


Qilin menarik selimut dan mulai naik keatas ranjang, begitu juga dengan Sierra.


" Apa biasanya mommy ikut daddy saat daddy pergi ke luar kota, mom?" Tanya Qilin.


" Ya, daddy selalu membawa mommy kemanapun. Tapi karena sekarang mommy tidak sendirian, jadi dia pergi sendiri." Ujar Sierra.


" Daddy jadi sendirian gara - gara mommy aku sita." Ujar Qilin dan Sierra terkekeh.


Mereka tertawa bersama, tapi tiba tiba tawa mereka terhenti ketika tiba tiba Baek menggeram. "GGGGRRRR..." Geramnya seperti melihat musuh.


" Baek, ada apa?" Tanya Sierra.


Sierra langsung turun dan menghampiri Baek yang saat ini berjalan mondar mandir di sekitar jendela sembari menggeram.


' Apa dia melihat sesuatu? Semoga tidak terulang kejadian yang sama seperti saat aku hamil anak - anakku dulu.' Batin Sierra.


" GGRRR GOAR!!" Baek menggeram dengan sangat menggelegar. Sierra semakin yakin, ada yang tidak beres sekarang.


Sierra menatap luar jendela, memang tidak ada apa - apa. Tapi Baek juga tidak akan menggeram dan mengeluarkan amarahnya jika tidak ada sesuatu yang mengusiknya.


" Baek, ada apa?" Tanya Qilin. Sierra langsung menggenggam tangan Qilin dengan erat dan wajahnya saat ini menjadi sangat serius.


" Sayang, jawab dengan jujur pertanyaan mommy, apakah kamu saat ini benar belum hamil??" Tanya Sierra tiba tiba.

__ADS_1


" Ada apa mom?" Tanya Qilin justru bingung.


" Jawab mommy dengan jujur sayang, kita dalam situasi genting sekarang." Ujar Sierra, dan Qilin mengangguk karena dia menjadi panik.


" Kamu sedang hamil?" Tanya Sierra.


" Iya, mom.." Sahut Qilin. Sierra senang tapi juga sedih. Karena jika sampai benar akan terjadi seauatu, Qilin sudah pasti tidak akan bisa bergerak bebas.


" Jangan khawatir, mommy masih lebih dari mampu melindungi kamu." Ujar Sierra.


" Ayo ikut mommy." Ujar Sierra dan menggandeng tangan Qilin pergi.


" Baek.." Panggil Qilin.


" Biarkan dia di sana, sayang. Dia sedang melindungi area itu." Ujar Sierra.


' Kemana orang orang yang menjaga, kenapa mereka tidak terlihat.' Batin Qilin.


Sierra mencoba menghubungi Arthur, tapi tidak menyambung.


' Apakah saluran internetnya di matikan, mereka licik dan sudah pasti merencanakan ini dengan matang.' Batin Sierra.


Sierra dan Qilin hampir sampai di sebuah pintu, tapi tiba tiba ada orang yang muncul. Qilin langsung menarik tangan Sierra dan bersembunyi di balik tembok.


" Mommy, rumah ini di masuki musuh." Bisik Qilin, dan Sierra mengangguk.


' Sepertinya mereka bukan orang terlatih, apa ini? Apakah ini hanya perampokan biasa?' Batin Sierra.


' Tapi keamanan di luar sangat ketat, tidak mungkin kalau mereka ini hanya perampok biasa.' Batin Sierra lagi.


Sierra tidak menyadari bahwa Qilin diam - diam mundur menjauh dari Sierra. Qilin mengeluarkan belati yang selalu di bawanya di dalam saku kemudian dia mulai menargetkan satu.


' Nak, tolong bantu mama, oke? Kita harus berjuang bersama, mama mohon jangan sampai terjadi sesuatu padamu.' Batin Qilin dan mengusap perutnya.


Sierra menoleh kebelakang dan dia terkejut karena tidak mendapati Qilin.


' Astaga, kemana Qilin.' Batin Sierra, dia menjadi panik sekarang.


Tiba tiba dua orang yang mengendap endap itu tergeletak tidak bernyawa dengan luka tusukan dan di dada mereka.


" Mom, ayo." Ujar Qilin, dan Sierra langsung menghampiri Qilin.


" Kamu tidak apa - apa, sayang?" Tanya Sierra sembari berlari.


" Aku tidak apa - apa, mom. Kita mau kemana?" Tanya Qilin.

__ADS_1


" Kamar kamu, sayang." Ujar Sierra, dan Qilin mengangguk.


Mereka pun masuk kedalam kamar, dan qilin langsung menekan pintu ruang kerja Justin yang seperti ruang rahasia.


" Setidaknya di sini aman, mommy akan mencoba menghubungi daddy atau paman Malvin." Ujar Sierra dan Qilin mengangguk.


' Justin, aku takut..' Batin Qilin menyebut nama Justin sembari memegang perutnya. Sierra yang melihat itu jadi merasa kasihan dengan Qilin, dia jadi teringat dengan kejadian yang menimpa dirinya dulu.


" Jangan khawatir, sayang. Ruangan ini pasti aman." Ujar Sierra mencoba menenangkan Qilin.


Memang iya, karena ruangan itu hanya Justin dan keluarganya yang tahu, dan sekarang Qilin menjadi salah satu orang yang mengetahui ruangan kerja Justin itu.


Sementara di luar ruangan, beberapa pria masuk dengan menyeret jasad beberapa anak buah Justin yang sudah tewas. Dan pemimpin dari para pria itu berjalan dengan jaket berwarna hitamnya dengan sepatu boot yang juga hitam mengkilap.


'' Oh Lucifer.. aku datang mengunjungi rumahmu.'' Ujarnya sembari menatap sekeliling rumah Justin dan senyum anehnya.


'' Aaaa... aku lupa, dia saat ini sedang tidak berada di rumah. Lucifer.. kau menghabisi semua orangku dan mengambil semua milikku, jadi aku akan mengambilnya kembali.'' Ujar pria itu lagi.


Adalah Clins, pemimpin the wolf yang melarikan diri dan menunggu saat yang tepat untuk membalaskan dendamnya pada Justin.


'' Tidak apa - apa, aku akan bermain main dengan istrimu yang cantik itu.. nyonya Qilin Xander Edward. '' Ujarnya lagi.


'' Cari dia!'' Ujar Clins pada anak buahnya, dan anak buahnya pun langsung berpencar. Sementara Clins, dia berjalan masuk ke sisi lain rumah itu dan mendapati dua orang yang tewas dan tergeletak di lantai.


''Hm? apa apaan mereka ini, lebih dulu datang menakuti mangsaku.'' Ujar Clins lalu menendang kepala jasad dua pria yang di habisi Qilin sebelumnya.


'' Oh nyonya Qilin..'' Panggil Clins dengan nada seperti bermain petak umpet.


Clins berkeliling dan melihat koleksi bir dan semua minuman milik Justin yang berada di lemari kaca, dia tersenyum smirk dan mengambil satu botol anggur dari brand anggur mahal. Tanpa berkata apapun, dia membuka anggur itu dan menciumnya dengan begitu penuh perasaan.


'' Anggur bagus untuk hari yang bagus, Lucifer.. mari kita bersulang.'' Ujar Clins, dia meneguk secara langsung anggur itu, langsung dari botolnya.


'' Tuan, tidak ada siapapun di rumah ini.'' Ujar anak buah Clins, dan Clins yang mendengarnya langsung membanting begitu saja anggur yang sedang dia minum itu dan kini warna merah dari anggur itu mengotori lantai putih Justin.


'' Tidak ada dari mereka yang keluar dari rumah ini, bagaimana bisa mereka tidak ada di dalam rumah ini!? Cari! mereka pasti bersembunyi di suatu tempat di rumah ini.'' Ujar Clins, dan anak buahnya langsung mengangguk dan pergi.


'' Kenapa wanita selalu sulit di mengerti.'' Gumam Clins dan membuka botol anggur Justin yang baru.


Sementara di dalam ruangan Justin, Qilin dan Sierra sedang menyaksikan beberapa anak buah Clins yang masuk dan mencari - cari keberadaan mereka saat ini.


'' Semoga mereka tidak tahu bahwa kita bersembunyi di dalam sini.'' Gumam Sierra.


Tapi baru saja berkata seperti itu, seorang dari anak buah Clins menatap kaca yang merupakan dinding pembatas antara ruangan Justin dan ruang kamar.


Sierra dan Qilin menjadi tegang sekarang, tapi Qilin langsung membuka laci dimana Justin menyimpan senjata apinya, lalu bersiap apa bila mereka berhasil masuk.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2