Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Pacar Idiotku Seorang MAFIA
EPS. 107. Malam yang manis.


__ADS_3

Justin merebahkan Qilin di ranjang yang terdapat tebaran kelopak bunga mawar dengan sangat perlahan, tatapan keduanya saling terkunci saat ini.


Justin tersenyum ketika menatap Qilin yang saat ini berada tepat di hadapan matanya, lalu mendekatkan bibirnya untuk mencium bibir Qilin.


" Manis." Gumam Justin ketika ciuman mereka terlepas.


Qilin benar benar tidak bisa berkata apa apa saat ini, jantungnya berdebar begitu kerasnya karena Justin mengatakan bahwa itu adalah kamar pengantin mereka.


" Kita bersihkan diri dulu, kamu pasti panas menggunakan gaun ini sejak sore tadi." Ujar Justin dan Qilin mengangguk.


Justin pun bangun dan berjalan ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Qilin, tapi di bath tub sudah terdapat air dengan bunga bunga di atasnya.


" Astaga, mereka benar benar menyiapkan ini semua." Gumam Justin.


Akhirnya Justin menggunakan bath shower dan menyalakannya cukup lama agar air nya menjadi hangat, setelah hangat, dia pun berjalan kembali keluar.


Justin melihat Qilin yang sedang berusaha membuka kancing gaunnya yang berada di bagian punggungnya, dan terlihat kesusahan.


Dengan perlahan Justin mendekat dan tiba tiba melingkarkan tangannya di perut Qilin.


" Butuh bantuan?" Tanya Justin sembari mencium pundak Qilin.


" Sepertinya iya, aku tidak bisa mwnjangkau kancing - kancing selanjutnya." Ujar Qilin, sembari terkekeh kecil.


" Akan aku buka kan." Ujar Justin.


Justin pun membuka satu persatu sisa kancing yang tidak bisa Qilin buka hingga selesai. Tatapan Justin begitu intens pada punggung indah Qilin.


Tangan Justin terulur begitu saja untuk menyentuh punggung kecil namun kuat yang pernah menggendong dirinya saat pertama kali di temukan dulu.


Dan Qilin langsung meremang karena sentuhan Justin begitu pelan dan membuatnya merinding. Justin pun menyadarinya.


" Sudah selesai, sayang." Ujar Justin.


" Terimakasih." Ujar Qilin, lalu berjalan pergi ke kamar mandi dengan masih menggunakan gaun pengantin nya.


Di dalam kamar mandi, Qilin memegang jantungnya yang berdebar tidak bisa dia kendalikan.


' Astaga Qilin, kamu memalukan.' Batin Qilin.


Akhirnya Qilin pun mandi, sementara Justin.. dia berjalan keluar dari kamar menuju balkoni kamar yang terdapat kolam, yang rupanya juga di hias dengan banyaknya kelopak bunga.


' Astaga Justin, kamu membuat Qilin takut.' Batin Justin merasa bersalah pada Qilin.


Justin tidak mau memaksa Qilin untuk melakukan malam pertama mereka saat itu juga, dia akan menunggu hingga Qilin siap dan sama - sama menginginkannya.


Tapi sebagai pria normal, naluri laki - lakinya terpancing ketika melihat Qilin yang seperti itu. Cukup lama dia berdiri di sana menatap pemandangan sekitar. Hingga tiba - tiba..


" Gerimis." Gumam Justin.

__ADS_1


Tiba tiba gerimis kecil turun dan menerpa wajah Justin, Justin pun masuk ke dalam kamar. Masih terdengar suara gemericik air dari kamar mandi, yang artinya Qilin masih mandi.


Justin pun menutup jendela dan hordeng kamarnya, dan setelah dia berbalik, saat itu juga Qilin membuka pintu kamar mandi. Qilin keluar dengan menggunakan bathrobe dan handuk kecil yang membungkus kepalanya.


" Sudah selesai, sayang?" Tanya Justin dan Qilin mengangguk.


" Kalau begitu aku akan mandi dulu." Ujar Justin, dan Qilin mengangguk.


Setelah Justin masuk ke kamar mandi, Qilin menghembuskan nafasnya karena jantungnya tidak berhenti berdebar. Qilin buru buru membuka lemari untuk berganti pakaian tapi..


" Kenapa lemarinya kosong?" Gumam Qilin.


Qilin membuka yang lain, dan sama.. kosong. Qilin melihat sekelilingnya untuk mencari koper, barang kali pakaiannya di pindah ke koper, tapi ternayata tidak ada satupun koper di sana.


" Koperku bahkan tidak ada." Gumam Qilin.


Dia baru sadar bahwa tidak ada kopernya maupun koper Justin atau satupun pakaian mereka di kamar itu.


" Apa aku benar - benar salah masuk kamar." Gumam Qilin.


Di tengah tengah bingungnya Qilin, Justin keluar dari kamar mandi dan menggunakan bathrobe dengan warna yang sama dengan Qilin, karena memang itu bathrobe pasangan.


" Kenapa sayang? Kamu panik." Ujar Justin.


" Kita tidak punya pakaian, semua pakaianku dan koperku hilang." Ujar Qilin.


Justin terkejut mendengarnya, dia pun berjalan mengambil jasnya di ranjang untuk mencari ponsel, tapi dia baru ingat..


" Apa kita sungguh salah masuk kamar, Justin?" Ujar Qilin panik.


" Tidak, sayang.. sebentar ya, aku telepon pihak hotel." Ujar Justin.


Justin mengangkat gagang telepon hendak menghubungi pihak hotel, tapi rupanya sambungan telepon itu mati, atau mungkin sengaja di matikan.


" Sepertinya ini kerjaan mommy sayang." Ujar Justin.


" Tunggu sebentar." Ujar Justin dan hendak keluar untuk mencari ibunya.


Tapi pintu kamar itu tidak bisa di buka, Justin menariknya dengan kuat pun tidak bisa terbuka, dan tidak ada kartu yang menggantung di balik pintu.


" Sayang, apa ada kunci cadangan di kamar ini?" Tanya Justin, dan Qilin menggeleng.


" Tidak ada, kamar ini di buka menggunakan kartu, sedangkan tadi posisi kamarnya memang tidak tertutup rapat." Ujar Qilin.


" Berarti kita terkunci di kamar ini." Ujar Justin, dan Qilin terperanga.


" Lalu bagaimana? kita tidak punya pakaian." Ujar Qilin.


Dan seketika, suasana yang sebelumnya tegang kini menjadi canggung. Tidak punya pakaian dan hanya menggunakan bathrobe saja, Qilin dan Justin sama sama terdiam bingung saat ini.

__ADS_1


" Tidak apa apa, kita tidur seperti ini saja." Ujar Justin memecah keheningan.


Justin berjalan menghampiri Qilin dan Qilin menjadi kian tegang saat ini.


" Jangan takut, sayang.. aku tidak akan melakukan apapun. Aku hanya mau membantu kamu mengeringkan rambut, ayo duduk." Ujar Justin.


Justin pun mendudukan Qilin di sofa, lalu dia mengambil pengering rambut. Qilin pun menatap pergerakan Justin yang kembali pergi ke kamar mandi untuk mengambil pengering rambut.


Justin kembali dan tersenyum kepada Qilin ketika akhirnya dia mendapatkan pengering rambut.


" Mommy pasti sengaja mengunci kita di kamar begini." Ujar Justin.


" Kenapa mommy iseng sekali." Ujar Qilin, dan Justin terkekeh.


Justin pun mengeringkan rambut Qilin, dengan Qilin yang melihatnya dari pantulan kaca. Sepanjang Justin melakukan itu, Qilin tidak lepas sedikitpun dari Justin.


' Aku tidak menyangka akhirnya akan menikah dengan pria yang luar biasa ini, Tuhan. Terimakasih engkau tidak memisahkan kami.' Batin Qilin sembari menatap Justin dari pantulan kaca.


" Kenapa menatapku seperti itu, hum?" Ujar Justin.


" Hanya tidak menyangka kita sudah menikah." Ujar Qilin dan tersenyum manis.


Justin mematikan pengering rambut itu ketika sudah selesai mengeringkan rambut Qilin, lalu mencium pucuk kepala Qilin.


" Aku juga demikian." Ujar Justin.


Tiba - tiba terdengar petir yang menyabar dengan sangat keras, tapi Justin sedikit terkejut karena Qilin tidak lagi berteriak ketakutan seperti dulu.


" Kamu sudah tidak takut petir, sayang?" Tanya Justin.


Qilin pun tersenyum dan menggeleg pada Justin.


" Aku sudah melalui hal yang lebih mengerikan dan menakutkan saat aku berada di pulau sendirian. Suara petir bukan apa - apa lagi bagiku." Ujar Qilin.


Mendengarnya, membuat hati Justin sakit. Qilin sudah pasti telah melalui banyak hal mengerikan dan menyakitkan, hingga dia tidak lagi takut petir.


Tiba tiba Justin menggendong Qilin, dan Qilin yang terkejut langsung mengalungkan tangannya di leher Justin.


" Kita tidur saja, hum?" Ujar Justin ketika sudah merebahkan Qilin di ranjang.


Qilin mengangguk, tapi dia juga berdebar, apakah Justin akan melakukan hal itu padanya saat itu juga??


' Apa kami akan melakukan itu, sekarang? ' Batin Qilin dan jantungnya berdebar.


Justin menutupi tubuh Qilin dan tubuhnya dengan satu selimut yang sama, lalu dia pun membawa Qilin ke dalam dekapannya.


" Tidurlah.. Mommy pasti akan datang besok." Ujar Justin.


Mendengar itu, Qilin menjadi lega tapi juga sedikit tidak nyaman, karena di balik bathrobe nya itu, dia sama sekali tidak menggunakan apa apa.

__ADS_1


Tapi akhirnya malam itu mereka hanya tidur sembari berpelukan dengan iringan suara hujan deras yang berpetir.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2