Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Pacar Idiotku Seorang MAFIA
EPS. 116. Ponsel pasangan.


__ADS_3

Setelah waktu berlalu.


Qilin sudah siap dengan dress yang dia kenakan, akhir akhir ini Qilin menjadi nyaman menggunakan dress dengan panjang selutut.


Rambut peraknya dia biarkan terurai, dan tak lupa dia membenarkan posisi kalung salib kecilnya itu agar pas di tengah tengah, kemudian dia tersenyum melihat pantulan dirinya sendiri di kaca.


" Cantik." Ujar suara Justin.


Qilin terkejut karena tiba tiba Justin sudah berada di kamar, dia bahkan tidak mendengar suara pintu terbuka.


" Kamu sudah sampai? Aku tidak tahu kamu sudah ada di kamar." Ujar Qilin, tersenyum.


" Karena kamu sedang sangat fokus dengan penampilanmu, jadi tidak dengar aku datang." Ujar Justin dan memeluk Qilin.


Qilin menjadi malu sendiri mendengarnya, apa dirinya saking tidak fokusnya.


" Apa seperti itu?" Ujar Qilin, malu sendiri.


Justin mengecup bibir Qilin, lalu memegang kedua pipi Qilin sambil tersenyum dengan tatapan lembutnya.


" Mungkin juga karena aku yang masuk dengan diam diam." Ujar Justin, tidak mau membuat Qilin malu.


" Sudah siap??" Tanya Justin, dan Qilin mengangguk.


" Kalau begitu kita pergi sekarang." Ujar Justin.


" Aku ambil tas dulu." Ujar Qilin, dan pergi masuk ke walk in closet nya.


Tak lama Qilin keluar dan sudah mengenakan tas slempang. Penampilan Qilin ini sangat sederhana dan simpel, tidak berlebihan. Bahkan Qilin tidak menggunakan make up sama sekali.


Mereka pun pergi dari rumah, dan rupanya Justin menyetir sendiri mobilnya.


" Kamu ingin makan di mana, sayang?" Tanya Justin.


" Di mana saja, aku tidak memiliki opsi." Sahut Qilin.


" Baiklah, kalau begitu aku yang pilihkan." Ujar Justin.


Mereka membelah jalan dan setelah beberapa saat, mereka sampai di sebuah pusat perbelanjaan. Mobil Justin tidak di parkir di basment, tapi di depan pusat perbelanjaan itu dengan tulisan VVIP.


Mobil mewah yang hanya ada beberapa di dunia itu sangat menarik perhatian banyak orang, dan tentunya mereka tahu siapa pemiliknya karena di Jakarta hanya Justin yang memiliki jenis mobil itu.


Dan benar saja, Justin turun dari mobilnya dan membenarkan jas nya. Justin sangat tampan dengan kaca mata gelapnya, lalu berjalan menghampiri pintu samping di mana Qilin duduk. Justin membuka pintu lalu mengulurkan tangannya pada Qilin.


'' Ayo, sayang.'' Ujar Justin dengan sangat lembut.


'' Aku jadi merasa seperti tuan putri.'' Ujar Qilin dengan suara pelan.

__ADS_1


'' Karena memang kamu adalah ratuku.'' Ujar Justin, dan Qilin terkekeh.


Qilin pun keluar dengan senyuman manisnya yang tentu saja langsung menarik perhatian orang orang yang sedang berdiri di loby. Rambut Qilin berkibar dengan indah karena angin, Justin pun dengan sigap membantu Qilin merapihkan rambutnya.


'' Astaga, rumor itu rupanya benar, tuan Justin sangat memanjakan istrinya.'' Ujar seseorang yang melihat keromantisan Justin pada Qilin.


Justin merangkul Qilin dan berjalan masuk, mereka sangat menarik perhatian, tapi tidak ada juga yang berani mendekat untuk hanya sekedar menyapa atau bertanya.


Setelah masuk kedalam pusat perbelanjaan itu, Justin menggandeng tangan Qilin dan berjalan dengan santai menuju ke restorang yang akan mereka tuju.


'' Selamat siang, selamat datang. Mari tuan, saya antar ke meja anda.'' Ujar karyawan restoran.


Karyawan itu tentu saja sudah mengenal bahwa itu adalah Justin, karena Justin sesekali datang bersama Sierra dan Arthur juga Dustin.


'' Mmm.. apa kita mau makan hot pot?'' Tanya Qilin.


'' Iya, sayang.'' Sahut Justin.


Mereka duduk, dan tak lama makanan mereka langsung datang, entah bagaimana caranya. Justin melepaskan jas nya, kemudian dia menyingsing lengan kemejanya. Terlihatlah lengan tangan Justin yang sangat besar, siapapun akan membayangkan betapa nyaman nya berada di pelukan lengan besar dan berurat itu.


'' Kamu mau apa?'' Tanya Qilin.


'' Memasak untuk istriku.'' Ujar Justin santai, tapi yang mendengar itu langsung meleleh karena merasa itu sangat manis.


'' Jangan, ini panas, biar aku saja.'' Ujar Qilin.


Orang orang disana sangat di kejutkan dengan sisi Justin yang seperti ini, tidak ada orang yang tidak tahu bahwa Justin adalah pria anti wanita. Tapi tidak ada yang menyangka juga bahwa Justin menjadi sangat penyayang dan romantis seperti itu dengan wanita yang di cintainya.


Justin memasukan satu persatu bahan rebusan, seperti daging, sayuran, tofu, dan udon. Dia sangat telaten, karena dia sudah terbiasa memasak sendiri juga. Bahkan Justin pun meracikkan bumbu kuahnya lalu menyajikannya untuk Qilin.


'' Makan sayang.'' Ujar Justin.


'' Terimakasih.'' Ujar Qilin dengan senyum manisnya.


Justin pun mulai ikut memakan makanan yang dirinya masak juga, dengan perasaan bahagia. Sesekali Justin akan menambahkan daging di mangkuk Qilin, dan sampai mereka selesai makan, masih saja banyak orang yang mencuri pandang kearah mereka.


'' Kamu mau kemana, sayang?'' Tanya Justin.


'' Aku ingin menemui Rena, tapi apakah dia masih tinggal di rumahku atau tidak, aku tidak tahu.'' Ujar Qilin.


'' Jika mereka tidak tinggal di sana, lalu mereka tinggal dimana?'' Tanya Justin.


'' Aku lupa memberitahumu, Rena dan Fendy sudah menikah.'' Ujar Qilin.


'' Oh, kapan? mereka tidak mengundang kita, beraninya.'' Ucap Justin dan Qilin terkekeh mendengarnya.


'' Justru mereka menikah lebih dulu dari pada kita, pernikahan mereka dadakan.'' Ujar Qilin, dan Justin menganggukan kepalanya.

__ADS_1


'' Kita beli ponsel untukmu saja kalau begitu, aku selalu bingung jika sedang merindukanmu karena tidak bisa melakukan panggilan video denganmu.'' Ujar Justin.


'' Oke.'' Ujar Qilin sembari terkekeh.


Akhirnya setelah sekian lama Qilin mau lagi menggunakan ponsel, entah dia masih ingat atau tidak care menggunakan ponsel, karena sudah kebih dari tiga tahun dia tidak memegang ponsel.


Mereka masuk kedalam toko ponsel ternama, dan mereka langsung di sambut hangat oleh karyawan di sana. Tanpa bertanya tanya lagi, Justin menyebut satu merk ponsel yang memiliki logo buah apel dan tipenya.


Ponsel yang akan Qilin kenakan juga yang akan Justin kenakan adalah jenis keluaran terbaru, Justin membeli ponsel lagi agar ponselnya dan Ponsel Qilin serupa, seperti pasangan tapi warna nya tidak sama.


Qilin melihat aksesoris yang lucu, dan dia pun mengambilnya.


'' Apakah ini di jual?'' Tanya Qilin.


'' Ah, iya nyonya.'' Ujar karyawan itu.


Qilin mengambil dua, dia berniat memasangkannya di ponsel milik Justin, tapi dia tidak berani mengatakannya. Qilin tahu Justin tidak menyukai hal - hal kekanak - kanakan seperti itu. Tapi seakan peka, Justin memberikan ponselnya pada Qilin, Qilin pun tersenyum senang.


'' Kamu mudah bahagia hanya dengan hal hal seperti ini, istriku memang lain dari yang lain.'' Ujar Justin dan Qilin terkekeh mendengarnya.


'' Kita berpasangan sekarang.'' Ujar Qilin dan menyandingkan ponsel miliknya dengan milik Justin.


'' Kan memang kita sepasang suami istri, sayang.'' Pungkas Justin.


Setelah membeli ponsel, mereka pun kini dalam perjalanan menuju ke perusahaan Justin. Semua orang teralihkan ketika melihat Justin yang datang menggandeng seorang perempuan.


'' Itukah nyonya CEO kita? Dia sangat cantik.'' Ujar seorang karyawan.


'' Ya, dia seperti dewi.'' Ujar yang lain.


'' Memang adalah istri CEO, sangat sempurna.'' Ujar yang lainnya.


Qilin mendengar bisikan mereka, dia menengok kearah para orang orang yang sedang memujinya, dia pun tersenyum sangat ramah dan itu membuat para karyawan Justin terkena serangan cinta mendadak.


'' Astaga.. apakah tadi nyonya CEO kita tersenyum pada kita?'' Ujar seorang karyawan.


'' Mulai hari ini aku adalah penggemar nyonya CEO.'' Ujar yang lainnya.


Qilin hanya bisa terkekeh kecil sembari menggelangkan kepalanya, mereka masuk kedalam lift lalu naik keatas. Saat sampai di atas, Justin tiba tiba mendapat panggilan telepon dari Ian karena ada rapat mendadak.


'' Sayang, kamu tunggu di sini dulu apakah keberatan?'' Tanya Justin.


'' Tidak sama sekali, kamu pergi sibuk saja dulu, aku menunggu di sini.'' Ujar Qilin.


'' Baiklah, jika kamu lelah.. kamu tidur saja di kamar, aku pergi rapat dulu.'' Ujar Justin, lalu mengecup bibir Qilin sebelum akhirnya pergi.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2