Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Pacar Idiotku Seorang MAFIA
EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu


__ADS_3

Qilin masuk ke dalam ruang ganti untuk mengganti pakaiannya, dia menggunakan dress selutut berwarna cokelat susu yang di pilihkan oleh Justin.


Qilin terlihat begitu cantik dan anggun dengan dress itu, bahkan tanpa penataan rambut. Rambut perak Qilin tergerai dengan indah.


Qilin pun keluar dari ruang ganti dan terlihat Justin yang saat ini tersenyum menatapnya.


" Cantik." Ujar Justin.


Justin pun menggandeng Qilin untuk duduk, sementara dirinya berkeliling mencari sesuatu, Justin mencari sepatu yang pas untuk Qilin. Setelah mendapatkannya, Justin pun kembali dan berjongkok di depan Qilin.


" Biar aku pakaikan." Ujar Justin.


" Jangan, aku bisa pakai sendiri." Ujar Qilin, namun Justin kukuh.


" Tidak, sayang.. duduk saja." Ujar Justin.


" Justin.." Ujar Qilin namun Justin tetap memakaikan sepatu di kaki Qilin.


" Sepatu yang indah, untuk kaki yang cantik." Ujar Justin.


" Selesai, ayo.." Ujar Justin mengulurkan tangannya.


Qilin benar benar terharu karena di perlakukan dengan begitu manis oleh Justin, ia menganggukan kepalanya lalu menggandeng tangan Justin.


Justin pun keluar dari ruangan itu, Qilin mencari cari keberadaan Rena namun tidak ada di manapun.


" Kemana Rena pergi?" Gumam Qilin.


" Nona, teman anda sudah pulang lebih dulu." Ujar wanita yang menemani Qilin sebelumnya.


" Ah, apa dia tidak tahu aku di dalam?" Tanya Qilin.


" Tahu, nona. Saya memberi tahunya, tapi dia berkata dia pulang saja. " Ujar wanita itu.


" Jangan khawatir sayang, temanmu pasti baik baik saja." Ujar Justin.


" Ayo, mommy sudah menunggu kita." Ujar Justin lagi, dan Qilin mengangguk.


Justin dan Qilin pun langsung pergi dan naik kedalam lift untuk menuju ke restoran dimana Sierra berada. Tak lama mereka pun sampai di sebuah restoran mewah.


" Qilin, sayang.." Ujar Sierra ketika melihat Qilin.


" mommy." Ujar Qilin senang.


Keduanya pun berpelukan seperti sudah lama tidak bertemu, padahal baru satu hari tidak bertemu.


" Ayo sayang." Ujar Sierra.


Mereka pun masuk kedalam ruangan VIP dimana Arthur sudah ada di sana.


" Halo, nak." Sapa Arthur.

__ADS_1


" Halo, dad." Sahut Qilin dengan senyum manis.


" Dustin tidak ikut?" Tanya Justin.


" Dustin sibuk, jadi tidak bisa ikut. Kamu juga tumben sekali ada waktu untuk makan siang dengan kami?" Tanya Arthur heran. Karena biasanya baik Justin maupun Dustin selalu sibuk dengan pekerjaan mereka.


" Apalagi, jawabannya sudah pasti karena sekarang dia punya Qilin." Ujar Sierra sambil tersenyum menatap Qilin.


'' Kamu tahu nak, Justin itu sangat gila kerja. Dia bisa tidak tidur semalaman hanya untuk mengurusi pekerjannya, dia sama seperti daddynya.'' Ujar Sierra pada Qilin.


'' Mom.. '' Ujar Justin.


'' Nyatanya kan..'' Ujar Sierra.


'' Kamu seharusnya bisa lebih banyak meluangkan waktu dengan mommy dan daddymu, kapan lagi bisa kumpul dengan keluarga yang utuh, selagi mereka masih ada.'' Ujar Qilin sambil menetap Justin.


'' Bukannya aku manyumpahi mommy dan daddy, tapi usia tidak ada yang tahu. Kita tidak tahu kapan maut menjemput kita, bukan..'' Ujar Qilin lagi.


Qilin lebih tahu rasanya kesepian karena tidak memiliki keluarga, Dia hanya bisa iri dengan keberuntungan orang orang yang di berikan keluarga utuh.


'' Nah.. sudah di nasehati oleh Qilin seharusnya kamu sudah tahu bukan?'' Ujar Sierra terkekeh.


'' Iya, sayang.'' Ujar Justin pada Qilin.


'' Ayo, makan.'' Ujar Arthur pada semua ketiganya.


Di sisi Qilin yang sedang menikmati makan siangnya dengan keluarga Justin, di sisi lain saat ini ada seorang gadis yang sedang kebakaran jenggot karena melihat sebuah foto yang beredar di media sosial. Gigi, saat ini dia sedang berjalan mondar mandir sambil menggigit kukunya.


'' Kenapa bisa anak panti itu memiliki keberuntungan langit yang tidak ada habisnya? Dia sangat di sayang papa, dan setelah papa meninggal dia kini bersama dengan Justin, si tuan muda yang kaya raya itu.'' Gumamnya. Tak lama muncul seorang pria yang tiba tiba memeluk Gigi dari belakang.


'' Aku merindukanmu, sayang.'' Ujar pria itu.


'' Kau itu papa tiriku, jadi bersikaplah selayaknya seorang papa padaku.'' Ujar Gigi.


'' Justru karena aku papa tirimu, aku memiliki hak untuk memeluk putri tiriku, bukan?'' Ujar pria itu.


Tapi pelukannya itu bukan pelukan yang normal, bukan pelukan seorang ayah pada putrinya, tapi lebih seperti pelukan mesra kepada pasangan. Tangan pria itu perlahan merambah ke segala arah mengusap dan mer*mas bagian - bagian tubuh Gigi.


'' Hmm.. lepas.'' Ujar Gigi mulai lemah.


'' Akui saja kamu merindukan aku juga, sayang. Mamamu sedang pergi arisan, jadi ayo kita bersenang senang.'' Ujar pria itu lalu langsung menggendong Gigi dan masuk ke dalam kamar Gigi.


Ya.. Gigi terlibat hubungan asmara kotor dengan papa tirinya sendiri. Bermula saat Gigi membutuhkan uang untuk dirinya berfoya foya, dan ibunya tidak memberikannya sepeser uang pun, Gigi nekat meminta pada papa tirinya yang berusia 10 tahun lebih tua darinya, papa tiri Gigi berusia lebih muda dari ibunya Gigi.


Awalnya papa tiri Gigi memberikannya secara cuma cuma dengan jumlah uang yang banyak, tujuannya adalah untuk membuat Gigi kecanduan meminta kepadanya dan dia pun memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat sebuah kesepakatan. Papa tiri Gigi membuat kesepakatan, dia akan memberikan Gigi uang asal Gigi menuruti semua keinginannya.


Berawal dari hal - hal kecil seperti pelukan, ciuman, dan merambah lebih jauh dan lebih sesat lagi hingga berujung berhubungan s*x. Gigi benar benar tersesat lebih dalam karena akhir akhir ini dia merasa semakin kecanduan dengan papa tirinya sendiri dan ingin memilikinya menjadi miliknya seutuhnya, meski harus melawan sang ibu.


'' Bisakah kamu bantu aku?'' Tanya Gigi di sela sela ciumannya dengan papa tirinya.


'' Bantu apa?'' Tanya pria itu.

__ADS_1


'' Carikan aku sebuah rumah di Jakarta, aku ingin pindah ke Jakarta.'' Ujar Gigi.


Ucapan Gigi membuat aktifitas papa tirinya terhenti, namun Gigi terus menggeliat di bawah kungkungan papa tirinya itu.


'' Kenapa kamu ingin pindah ke Jakarta? Kamu ingin menjauh dariku?'' Ujar papa tiri Gigi.


'' Aku sudah gila karena akhir akhir ini aku merasa ingin menjadi egois dengan memilikimu seutuhnya, kamu milik mamaku, kau papa tiriku.'' Ujar Gigi.


'' Siapa peduli itu, aku juga menyukaimu.'' Ujar pria itu, dan kembali menciumi Gigi.


'' Aku peduli, karena aku harus memiliki masa depan yang bagus.'' Ujar Gigi.


Mulutnya berkata demikian, tapi tangan nya tidak bisa diam dan tidak singkron dengan mulutnya. Tangan Gigi sudah merambah ke bagian bagian keramat papa tirinya.


'' Kamu berkata seperti itu, tapi nyatanya tubuhmu hanya membutuhkan aku.'' Ujar pria itu.


'' Lakukan, tolong..'' Ujar Gigi memelas.


'' Maka jangan pergi dariku.'' Ujar pria itu, dan Gigi mengangguk.


Akhirnya merekapun melakukan hubungan terlarang itu. Otak Gigi benar benar sudah rusak sejak remaja, yang penting dia puas, soal resikonya dia akan pikir belakangan. Seperti yang kita tahu, Qilin pernah melihat Gigi mengaborsi kandungannya.


Kembali ke sisi Qilin.. saat ini Qilin dan Justin sedang dalam perjalanan menuju kembali ke rumah Qilin setelah mereka menyelesaikan makan siangnya dengan Sierra dan Arthur. sepanjang jalan, Justin tidak melepaskan tangan nya dari Qilin, hingga ahkirnya keduanya sampai di depan rumah Qilin.


'' Aku kembali ke perusahaan dulu, oke? Nanti malam aku datang kemari.'' Ujar Justin.


'' Tapi aku akan bekerja di malam hari.'' Ujar Qilin.


'' Sayang, tidak bisakah kamu mengandalkan aku saja? aku lebih dari mampu untuk menghidupimu.'' Ujar Justin menatap Qilin dengan serius.


'' Tidak, bukankah kita setuju untuk berpacaran lebih dulu? kamu sudah memberiku banyak hal, jadi jangan larang aku bekerja. Saat aku sudah menikah denganmu, baru aku akan bergantung sepenuhnya kepadamu.'' Ujar Qilin.


'' Kalau begitu ayo kita menikah saja.'' Ujar Justin serius.


Tiba tiba Qilin menjadi diam, memikirkan menikah dengan Justin.. dirinya sadar bukan dari keluarga yang ternama dan yang satu level dengan keluarga Justin, bahkan keluarganya pun tidak di ketahui siapa dan dimana.


'' Sebelum itu, bolehkah aku minta tolong kepadamu?'' Tanya Qilin.


'' Katakan..'' Ujar Justin.


'' Dapatkah kamu menemukan keluarga kandungku?'' Ujar Qilin.


'' Aku tahu itu sulit bahkan terdengar mustahil, tapi aku sangat ingin tahu siapa orang tuaku. Jika bisa...''


'' Bisa.. aku akan mencari mereka untukmu, aku pasti bisa menemukannya.'' Ujar Justin, lalu mencium kening Qilin.


'' Tapi tolong jangan bekerja di malam hari.. itu tidak bagus untuk kesehatanmu.'' Ujar Justin.


'' Itu pekerjaanku.'' sahut Qilin.


'' Patuh, ya...'' Ujar Justin, bagai di sihir, akhirnya Qilin menganggukan kepalanya.

__ADS_1


'' Gadis pintar, masuklah.. '' Ujar Justin, dan mencium Qilin. Qilin pun masuk kedalam rumahnya, dan stelah memastikan Qilin masuk kedalam ruamah, Justin pun pergi dari sana.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2